Tampilkan postingan dengan label Kudus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kudus. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Desember 16, 2017

Jelang Natal, Polres dan Disperindag Kudus Sidak Harga Sembako

Jelang Natal, Polres dan Disperindag Kudus Sidak Harga Sembako

MuriaPos.Com - Kudus, Kepolisian Resor Kudus bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap harga sembako jelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2018 di Pasar Bitingan, Jumat (15/12/2017).

Dalam pengecekan tersebut, Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Kurniawan Daeli Sik, SH bersama Kepala Dinas perdagangan Kabupaten Kudus Drs.Sudiharti mengecek beberapa harga sembako seperti beras, daging, bawang merah dan putih, serta cabai. 

Dari keterangan salah satu pedagang beras di Pasar Bitingan mengungkapkan, naiknya harga beras dimulai dua pekan lalu. Untuk jenis Beras Wanviy,  harga awal Rp 10.300 naik menjadi Rp 10.800. Sedang harga Beras SSA, dari Rp 9.800 menjadi Rp 10.500.


Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti mengatakan, kenaikan beras masih dianggap wajar. Namun, pihaknya mendorong agar kenaikannya tidak terlampau tinggi, sehingga masyarakat tidak resah.

"Pedagang mengambil keuntungan sekitar Rp 400 hingga Rp 500 per kilogram. Nominal tersebut merupakan nominal minimal yang diambil untuk mendapatkan untung," jelasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim AKP Kurniawan Daeli Sik,SH saat melakukan sidak mengungkapkan kita bersama dinas perdagangan akan terus melakukan pengecekan harga dipasar untuk deteksi dan mencegah adanya penimbunan bahan pangan yang dilakukan spekulan-spekulan menjelang Natal dan Tahun Baru.


"Dari awal mendeteksi agar harga stabil, sehingga tak terjadi lonjakan signifikan. Selama Desember terus kami pantau. Hasil evaluasi akan disampaikan pada koordinator Pemda dan Polda (Jateng) untuk kebijakan lebih lanjut," ujarnya.

Ditambahkan Kasat Reskrim bila ditemukan spekulan yang menimbun barang dengan tujuan mencari keuntungan, Satgas Mafia Pangan tak segan-segan untuk melakukan tindakan.

"Kami akan tindak tegas bila ditemukan pelanggaran dan penimbunan barang untuk cari keuntungan," tandasnya. (Humas Kudus)
Duh.. Grebek Tempat Kos, Polisi Kudus Ciduk Empat Pasangan Pelajar

Duh.. Grebek Tempat Kos, Polisi Kudus Ciduk Empat Pasangan Pelajar

MuriaPos.Com - Kudus, Empat pasangan yang bukan suami istri kepergok anggota Sabhara Polres Kudus didalam kamar kos-kosan  di Desa Rendeng Kecamatan Kota Kudus dalam rangka Cipta Kondisi, jumat (15/12).

Kabag Ops Polres Kudus Kompol Tugiyanto, SH melalui Kasat Sabhara AKP Sutopo, SH mengatakan,  Operasi Cipta Kondisi ini sengaja Kami arahkan ke tempat Kos milik Bapak HK Karena adanya laporan warga yang melaporkan bahwa tempat Kos tersebut sering adanya pasangan beda jenis masuk kamar dan dikunci. Jadi laporan ini kita tindak lanjuti,"Ujar Sutopo

Apalagi saat ini mendekati Natal dan Tahun baru jadi perlu meningkatkan situasi yang kondusif di wilayah Kudus" ujarnya.

Kasat Sabhara  menambahkan, Keempat pasangan bukan suami istri langsung kita bawa ke Polres Kudus dan kita data dan ternyata salah satu pasangan ini masih pelajar, sehingga orang tuanya akan kita panggil.

"Saya ucapkan terima kasih kepada warga yang peduli dengan keadaan lingkungannya, Semoga  kerjasama yang baik antara warga dan Polres Kudus akan menjadi Kudus yang aman dan Kondusif, " terangnya. (dok Humas Polres Kudus)

Sabtu, Desember 09, 2017

Enam Belas Pasangan Bukan Suami Istri Terciduk di Sejumlah Hotel di Kudus

Enam Belas Pasangan Bukan Suami Istri Terciduk di Sejumlah Hotel di Kudus

Enam Belas Pasangan Bukan Suami Istri Terciduk di Sejumlah Hotel di Kudus
Enam Belas Pasangan Bukan Suami Istri Terciduk di Sejumlah Hotel di Kudus
MuriaPos.Com - Kudus,  Enam belas pasangan bukan suami istri terjaring razia Cipta Kondisi yang digalar gabungan Polres Kudus dan Sat Pol PP Kudus, kamis (7/12) . Pasangan ini diamankan dari 2 (dua) hotel kelas melati yang ada di Kota Kudus.

Kabag Ops Polres Kudus Kompol Tugiyanto, SH melalui Kasat Shabara AKP Sutopo, SH mengatakan Operasi Cipta Kondisi menyasar ke sejumlah Hotel untuk menciptakan situasi kondusif menjelang Natal dan Tahun baru.

"Dalam operasi gabungan ini kita mengamankan 16 (enam belas) pasangan bukan mukhrim, 10 (sepuluh) pasangan dari hotel ST dan 6 (enam) pasangan dari hotel CH dengan usia termuda 18 tahun, tertua 60 tahun dan berasal dari kota Kudus, Jepara, Demak dan Pati ", terang Sutopo.

"Banyak alasan yang mereka kemukakan agar tidak kami bawa,ada alasan capek sedang istirahat saja sampai alasan pasangannya adalah anaknya, akan tetapi semuanya tetap kami bawa ke kantor Sat Pol PP untuk didata" terangnya. (dd)

Jumat, Desember 08, 2017

Begini Cara KPP Pratama Kudus, Peringati Hari Antikorupsi Internasional

Begini Cara KPP Pratama Kudus, Peringati Hari Antikorupsi Internasional

Begini Cara KPP Pratama Kudus, Peringati Hari Antikorupsi Internasional
Begini Cara KPP Pratama Kudus, Peringati Hari Antikorupsi Internasional
Muriapos.com - Kudus, Dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Internasional Tahun 2017, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus mengadakan kampanye simpatik dengan kegiatan flash mob di Simpang 7 Kudus. Seluruh pegawai dan warga masyarakat yang beraktivitas di Simpang 7 Kudus ikut serta goyang dalam keriuhan flash mob yang diiringi lagu jingle antikorupsi. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menegaskan komitmen KPP Pratama Kudus untuk melawan korupsi dan dalam memberikan pelayanan kepada para Wajib Pajak tidak dipungut biaya.

Kampanye antikorupsi diwujudkan dengan musikalisasi puisi yang berisi ajakan untuk menolak segala bentuk korupsi dan mencegah korupsi mulai dari diri sendiri, mulai dari keluarga dan teman terdekat kita. Aksi pantomim pun dipentaskan secara apik oleh seorang pegawai, hal ini mengandung makna tidak hanya diam, mari kita satukan tekad, kita satukan langkah, kita lawan korupsi

Bu Ning Dijah Prananingrum, Kepala KPP Pratama Kudus bersama dengan 90 pegawai membagi bunga dan coklat yang bertuliskan “TIDAK UNTUK KORUPSI” kepada warga Kudus dan pengendara kendaraan bermotor yang melewati simpang 7. Aktivitas jumat pagi ini ditutup dengan acara Fun Walk dari Alun-alun Simpang 7 Kudus ke Kantor Pajak melalui jalan A Yani – pasar bitingan – jalan basuno dan jalan Nitisemito. (mA)

Selasa, Desember 05, 2017

Nekat Jual Togel Online, Seorang Pria โ€œDiterkam Macan Kudusโ€

Nekat Jual Togel Online, Seorang Pria “Diterkam Macan Kudus”

MuriaPos.Com - Kudus, Kecanggihan tekhnologi yang terus berkembang saat ini nampaknya disalahgunakan oleh pelaku penjual kupon judi Togel jenis Hongkong yang diundi secara Online. Terbukti aparat kepolisian dari "Macan" sebutan lain Unit Reskrim Polsek Kudus, Minggu (3/12) malam berhasil membekuk pelaku yang berprofesi sebagai pengecer togel didepan warung makan yang berada dikelurahan Mlatinorowito kec Kota Kudus.

Penangkapan pelaku SS (57) warga Kecamatan Kota Kudus tersebut berawa dari Unit Reskrim Polsek kudus yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Noor Biyanto, SH.MH mendapat Informasi adanya penjual atau pengecer judi togel didepan warung makan mbak Kun yang meresahkan warga sekitar.

Mendapati laporan dari warganya, Kanit Reskrim beserta anggotanya langsung melakukan pengintaian ternyata benar adanya. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap pelaku berikut barang bukti 1 (satu) unit Handphone, 1 (satu) lembar kertas yg berisi rekapan tebakan nomor, uang tunai sebesar Rp. 66.000 dan 1 (satu) ballpoin yang diduga digunakan untuk menulis rekapan.

"Kini pelaku kami amankan di Polsek Kudus untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap bandar lain yang lebig besar," tutup Ipda Noor. (Dok Humas Polres Kudus)

Senin, Desember 04, 2017

Berkedok Ustad, Pelaku Hipnotis di Kudus Ini Diciduk Polisi

Berkedok Ustad, Pelaku Hipnotis di Kudus Ini Diciduk Polisi

MuriaPos.Com - Kudus, Berkedok ustad pelaku hipnotis yang selama ini sangat meresahkan masyarakat Kabupaten Kudus, akhirnya dapat dibekuk oleh unit Reskrim Polsek Mejobo Polres Kudus, Minggu (03/12/2017).

Kasubbag Humas Polres Kudus AKP Sumbar Priyono mengatakan, pelaku penipuan dengan modus hipnotis berinisial ZN (28) warga Pasuruan Jawa Timur yang telah lama meresahkan masayarakat berhasil ditangkap.

"ZN yang berkedok sebagai ustad ditangkap hari minggu pagi oleh anggota unit Reskrim Polsek Mejobo dipimpin langsung Kapolsek Mejobo AKP Mardi Susanto di Jalan Raya Kyai Abdul Saleh Pati." Kata Sumbar

Lanjut Sumbar, kejadian berawal pada hari Jumat (24/11/2017) sekira pukul 07.00 wib ketika korban Ngasirah (65) berjualan bubur di pinggir jalan Suryo Kusumo turut Desa Mejobo Rt 06/03 Mejobo Kudus di datangi 2 orang mengendarai kendaraan mobil Daihatsu Ayla warna putih nopol G 8431 KM. Selanjutnya sopir mengajak korban menemui sang ustad yang berada di dalam mobil. Karena merasa yang memanggil seorang ustad, korban masuk ke dalam mobil duduk disamping kiri ustad. Tak berselang lama korban diminta melepaskan 2 buah anting dan 2 buah cincin untuk diserahkan pada ustad dan oleh sang ustad langsung membacakan doa pada perhiasan tersebut. 


Setelah itu ustad berkata barang yang ada di rumah ambil sekalian saya doakan nanti di cuci sekalian, korban langsung pulang mengambil lagi perhiasan berupa 3 buah cincin, 1 buah kalung berikut liontin sambil membaca basmalah setiap langkahnya atas perintah ustad dan dimasukan kedalam botol plastik yang dimasukan kedalam kardus sabun mandi merk shinzui di masukkan ke dalam plastik bertulis KLIK Indomaret selanjutnya plastik diikat sebanyak 5 kali sambil korban disuruh menghitung waktu plastik di ikat, namun ketika dibuka di dalam rumah ternyata perhiasan yang ada di dalam plastik tidak ada/hilang. 

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian perhiasan berupa anting 2 buah, kalung 1 buah sebnyak 10gram, liontin 1 buah, 5 buah cincin sebnyak 10 gram dg total kerugian sebesar Rp. 8.400.000,- (delapan juta empat ratus ribu rupiah ). Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut le Mapolsek Mejobo.

Berdasarkan keterangan korban, unit Reskrim Polsek Mejobo melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Tak butuh waktu lama, berhasil menangkap 1 ( satu ) orang pelaku yang berperan sebagai ustad palsu ( penghipnotis korban ) di Jalan Raya Kyai Abdul Saleh Pati berikut Kbm yang digunakan oleh pelaku saat melakukan kejahatan. Dalam melakukan tindak pidana ini pelaku dibantu oleh 1 ( satu ) orang temannya yang berperan sebagai pengemudi kbm dimana sampai saat ini masih diupayakan untuk dilakukan penangkapan.
Barang bukti yang diamankan yaitu 1 ( satu ) unit Kbm Daihatsu Ayla Nopol G-8431-KM, 1 ( satu ) buah peci warna hitam, 1 ( satu ) buah surban, dan 1 ( satu ) pakaian busana muslim.

"Atas perbuatannya, para pelaku terancam dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman maksimal empat tahun penjara" kata Kasubbag Humas .(Humas Polres Kudus)

Selasa, November 28, 2017

Ada Anak Bunuh Ibu Kandungnya, Kapolres Kudus Langsung Datangi TKP

Ada Anak Bunuh Ibu Kandungnya, Kapolres Kudus Langsung Datangi TKP

MuriaPos.Com - Kudus, Kepala Kepolisian Resor Kudus AKBP Agusman Gurning Sik, MH langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah mengetahui kejadian seoarang anak membunuh ibu kandungnya sendiri yang terjadi di Desa Getassrabi Kecamatan Gebog Kudus, Selasa (27/11/2017).

Diketahui anak tersebut bernama Ansori (30) warga Dukuh Kebangsan RT 2 RW 3, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog. Dia nekat membunuh ibunya lantaran menderita gangguan kejiwaan. Salah satu tetangganya mengatakan Ansori memang mengalami gangguan jiwa. Bahkan sampai sekarang masih rutin kontrol ke Poli Jiwa di RSUD Kudus.

Dia mengalami gangguan jiwa setelah bercerai dengan istrinya beberapa tahun lalu. "Semenjak itu, Ansori sering marah dan mengalami gangguan jiwa. Ia juga pernah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk menjalani pengobatan," katanya 

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik,MH mengatakan Dari informasi sekitar pelaku terkena gangguan jiwa. Meskipun demikian kami akan tetap menangani kasus ini, Bagaimanapun juga ini adalah pembunuhan. Soal motifnya apa, masih kami dalami.

"Nantinya kita akan melakukan observasi ke RSUD Kudus tentang kondisi pelaku. Observasi dan pemeriksaan akan dilakukan untuk mencari tahu keadaan sebenarnya dari pelaku pembunuhan".Ujar Kapolres. (Humas Kudus)

Virus-free. www.avast.com

Jumat, November 10, 2017

Meresahkan Penumpang Bus, Dua Pencopet Ini Diamankan Polisi

Meresahkan Penumpang Bus, Dua Pencopet Ini Diamankan Polisi

Meresahkan Penumpang Bus, Dua Pencopet Ini Diamankan Polisi
Meresahkan Penumpang Bus, Dua Pencopet Ini Diamankan Polisi
Muriapos.com - Kudus, Dua pencopet spesialis penumpang bus antar Provinsi diamankan Tim Reserse Polsek Jekulo Polres Kudus, Jawa Tengah Kamis (9/11/2017).

Mereka dibekuk ketika sedang beraksi di dalam bus jurusan Bali -Bandung. Dari mereka, polisi menyita Hp merk Oppo dan uang sebesar Rp 3.190.000,- sebagai barang bukti.

SFR (19) dan MGP (19) warga Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah diamankan setelah sang korban Dadan Hamdani (24) warga Ciamis saat sedang tidur nyeyak tiba-tiba terbangun dan berteriak saat isi dalam tasnya diambil oleh pelaku. Kemudian penumpang lainnya mengamankan sang pelaku untuk dibawa ke Mapolsek Jekulo, Kudus. Nah, dari keterangan pelaku itulah kemudian polisi mencokok 1 tersangka lainnya.

Kapolsek Jekulo AKP Subakri SH,MH mengatakan kedua tersangka kini sudah mendekam dalam tahanan. Polisi masih memeriksa mereka untuk mengungkap jaringan pencopet yang kerap beraksi di dalam bus antar Provinsi. “Mereka memanfaatkan korban saat tertidur nyeyak didalam bus”. Tutupnya. (dok Humas Res Kudus)

Kamis, Oktober 19, 2017

Bangun Minat Baca, Polres Kudus Sediakan Buku dan Wifi Gratis

Bangun Minat Baca, Polres Kudus Sediakan Buku dan Wifi Gratis

Muriapos.com - Kudus, Ruang lobi Polres Kudus kini dilengkapi taman baca, untuk membangun kesadaran minat baca bagi anggotanya dan masyarakat yang sedang mengurus pelayanan Kepolisian, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik.MH menyediakan Pojok Bacaan Polres Kudus yang dilengkapi Wifi dan komputer untuk mengakses internet.


Kapolres Kudus menjelaskan, program pojok bacaan memiliki banyak manfaat bukan hanya untuk kalangan instansi, tapi juga untuk setiap orang yang hadir ke pojok baca tersebut serta dalam rangka menyelamatkan minat baca yang tergolong masih rendah.

“Dengan rajin baca bagi anggota polri dan masyarakat diharapkan wawasan dan pengetahuannya semakin bertambah,” ucap orang nomor satu di jajaran Kepolisian Resor Kudus.

Tak heran jika masuk waktu istirahat, tempat tersebut sering dimanfaatkan oleh personil Polres maupun masyarakat yang ingin menambah ilmu atau sekedar browsing internet.

Buku adalah jendela dunia, dengan membaca buku akan banyak ilmu kita dapatkan. Banyak orang berilmu membagi ilmu yang dikuasainya dengan menuliskannya dalam bentuk buku. Oleh sebab itu, semakin bayak membaca isi bukunya maka semakin tahulah kita ilmu yang sudah dituliskannya. (dok Humas Res Kudus)

Rabu, Oktober 18, 2017

Sering Resahkan Warga, Polres Kudus Sikat Belasan Tersangka

Sering Resahkan Warga, Polres Kudus Sikat Belasan Tersangka

Muriapos.com - Kudus, Polres Kudus sukses mengungkap 17 kasus selama Operasi Sikat Candi 2017 dengan mengamankan 14 Tersangka dengan kasus kejahatan tindak pidana Curas, Curat dan Judi togel. Kepolisian Resor Kudus beserta jajarannya akan terus memerangi seluruh tindak pidana kejahatan yang ada di wilayah hukumnya.

dok Humas Res Kudus


Dalam release yang digelar di Mapolres Kudus Rabu siang (18/10) tersebut, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik.MH yang didampingi Kasat Reskrim AKP Kurniawan Daeli, Sik dan Paur Humas Ipda Bambang Santoso mengatakan bahwa seluruh jajaran Polres Kudus akan terus bekerja keras untuk memberantas seluruh tindak pidana yang ada di wilayah hukum Polres Kudus, terlebih ini merupakan atensi Kapolda Jawa Tengah untuk terus memberantas tindak pidana diwilayahnya.

“Dari 17 Kasus yang berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Kudus dan Jajaran antara lain 1 kasus Curas dengan berhasil menangkap 1 tersangka, 4 kasus judi togel dengan 5 tersangka dan 12 kasus Curat yang berhasil mengamankan 8 tersangka yang salah satu tersangkanya ada enam TKP yang berbeda,” terang Kapolres.

Ditambahkannya, Operasi Sikat Candi 2017 ini adalah kasus yang sangat meresahkan masyarakat dan tujuannya untuk meminimalisir terjadinya tindak kejahatan di Jawa Tengah khususnya wilayah hukum Polres Kudus, semua jajaran baik Polres maupun Polsek terus melaksanakan giat preventif (pencegahan) dengan cara sosialisasi Kamtibmas ke desa-desa dan melakukan patroli pada jam-jam rawan dan ditempat rawan tindak kriminal.

Kapolres Kudus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada jajarannya yang sudah menunjukkan prestasi membanggakan, berhasil mengungkap beberapa kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Kudus.

“Saya sampaikan apresiasi kepada anggota yang tetap melaksanakan kegiatan sebagaimana tugas satuannya, dengan keberhasilan mengungkap beberapa kasus tindak pidana ini semoga menambah semangat semua Jajaran dalam menjalankan tugas,” tutup Kapolres. (Res Kudus)

Selasa, Oktober 17, 2017

Seorang Buruh Tani Meninggal Dunia Di Sawah, Diduga Kecapekan

Seorang Buruh Tani Meninggal Dunia Di Sawah, Diduga Kecapekan

Seorang Buruh Tani Meninggal Dunia Di Sawah, Diduga Kecapekan
Seorang Buruh Tani Meninggal Dunia Di Sawah, Diduga Kecapekan
Muriapos.com - Kudus, Diduga kecapekan, seorang buruh tani, Nasipan,(65) warga Dukuh Ngablak Desa Karangnongko Rt 07/3 Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara terbaring lemas dan akhirnya meninggal dunia disawah. Minggu (15/10).

Kejadian ini diketahui sekitar pukul 14.00 wib oleh dua rekan seprofesinya yaitu Salamun (60) dan Tarman (59).

“Kami melihat Nasipan terbaring lemas, melihat kondisinya seperti itu, kami mencoba menolongnya dengan mengangkat tubuhnya. Setelah dicek kondisinya, ternyata Nasipan sudah meninggal dunia” ungkap Salamun.

Setelah meyakini ternyata Nasipan sudah tidak bernyawa lagi, kedua rekannya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik sawah Ngatminah dan Mapolsek Gebog.

“kamipun langsung bergegas melapor ke Mapolsek  Gebog.” Tambahnya


Setelah mendapat pelaporan, petugas polsek Gebog bersama Unit Inafis Polres Kudus langsung mendatangi Tkp dan melakukan evakuasi guna pemeriksaan medis lebih lanjut (otopsi).

“Dugaan sementara korban meninggal dunia karena kecapekan, karena tidak ditemukan luka.” Ungkap Nia Mardiana petugas dari puskesmas Gondosari Gebog.

Setelah mendapat keterangan dari pihak puskesmas Gondosari dan Unit Inafis Polres Kudus, pihak keluarga menerima dan meminta agar jenazah korban untuk segera dimakamkan. Selanjutnya Polsek Gebog membuatkan berita acara menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga serta membuat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi. (dok Humas Polres Kudus)

Sabtu, Oktober 14, 2017

Hantam Truk, Seorang Pengendara Motor di Kudus Meninggal Dunia

Hantam Truk, Seorang Pengendara Motor di Kudus Meninggal Dunia

Muriapos.com - Kudus, Seorang buruh tani tewas seketika setelah menabrak badan truck di wilayah Dukuh Pelang Dawe Kab Kudus. Zuri (40) supir truck menjelaskan, karena mau belok ke kanan berjalan pelan dari arah timur ke barat. Dari arah yang sama kendaraan Honda Vario yang dikendarai korban dan 2 rekan lainnya dibelakang truck melaju kencang. Karena tidak bisa mengendalikan korban (Rukani, 48 tahun)  menabrak badan truck sebelah kanan dan terjatuh, sehingga menyebabkan kepala korban membentur batu.

dok Humas Polres Kudus


Kanit Laka Polres Kudus Iptu Ngatmin,SH menerangkan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/10). Sebelumnya, truck bernopol K 1628 RB melaju dari arah timur ke barat dengan pelan karena mau belok kekanan. Dari arah yang sama kendaraan Honda Vario bernopol K 6123 KR melaju dengan kecepatan tinggi.

“Karena tidak bisa mengendalikan montor yang dikendarai, korban menabrak badan truck sebelah kanan sehingga montor terjatuh,” Ujar Ngatmin

Diduga korban kepalanya terbentur batu sehingga mengakibatkan meninggal dunia. Sedangkan rekannya mengalami luka-luka dan dirawat di RS Mardi Rahayu.

Unit Laka Polres Kudus dan Polsek Dawe melakukan olah TKP serta mengevakuasi korban. Selanjutnya supir truck dibawa ke kantor Unit Laka untuk proses lebih lanjut. (Dok Humas Polres Kudus)

Selasa, Oktober 10, 2017

Via Vallen Meriahkan Launching Maskot dan Jingle Pilkada Kudus

Via Vallen Meriahkan Launching Maskot dan Jingle Pilkada Kudus

Via Vallen Meriahkan Launching Maskot dan Jingle Pilkada Kudus
dok Res Kudus
Muriapos.com - Kudus, Bertempat di Obyek Wisata Museum Kretek Kudus, KPUD Kabupaten Kudus, me-launching Maskot dan Jingle Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018 (Pilkada Kudus 2018) yang dihadiri oleh Kepala Kepolisian Resor Kudus AKBP Agusman Gurning Sik,MH yang diwakili Kabagops Kompol Tugiyanto SH, Dandim Kudus, serta jajaran Forkopimda Kudus. Selasa (10/10) siang.

Sejumlah bakal Calon Bupati Kudus juga nampak hadir di antaranya Masan, Sri Hartini, Nor Hartoyo, Akhwan dan Hadi Sucipto. Acara tersebut juga diikuti pengurus partai politik, ormas, kepala desa dan siswa-siswi SMA di Kabupaten Kudus.

Ketua KPU Kabupaten Kudus, Moh Hanafi dalam sambutannya menyatakan "maskot Pilkada Kabupaten Kudus tahun 2018 bernama SI GEBYOK singkatan dari Gegayuhan Becik Kanggo Mulyone Kudus. Selain merupakan identitas rumah adat Kudus, Maskot tersebut juga menampakkan kegembiraan dan semangat untuk meraih cita-cita yang luhur yaitu kebaikan dan kemuliaan Kudus".

Ditambahkan, peluncuran maskot tersebut merupakan tanda dimulainya kegiatan tahapan penyelengaraan Pilkada dan yang pada puncaknya akan dilakukan pencoblosan di bilik suara pada 27 Juni 2018.

Diakhir sambutannya, Khanafi mengajak kepada tamu undangan dan seluruh masyarakat Kudus untuk mensukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus Tahun 2018 yang Jujur dan adil sehingga menghasilkan Pemimpin yang berkualitas dan dicintai masyarakat Kudus.

Acara semakin meriah ketika artis ibukota Via Valent ikut menyanyikan lirik jingle Pilkada Kudus 2018 dan beberapa lagu. Hingga selesainya acara tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus Tahun 2018 dan launching Maskot berjalan dengan aman dan lancar dengan pengamanan dari personil Polsek Jati yang dibackup Polres Kudus. (dok Humas Res Kudus)
Nekat Curi Motor, Seorang Penjaga Warnet Diciduk Polisi

Nekat Curi Motor, Seorang Penjaga Warnet Diciduk Polisi

Nekat Curi Motor, Seorang Penjaga Warnet Diciduk Polisi
dok Humas Res Kudus
Muriapos.com - Kudus,  Nasib kurang beruntung dialami warga Kudus ini, di tengah lagi asyiknya main game online di sebuah warung internet di kawasan Kota Kudus, motor milik Sahal Marzuqi (20) raib digondol maling.

Kasus curanmor yang dialami warga Desa Payaman Kec Mejobo Kabupaten Kudus, terjadi pada september silam, (21/9/2017) saat motornya saat itu diparkir di halaman warnet.

“Pelaku berinisial WI (24), seorang penjaga warnet yang tinggal di Desa Ngembal Kulon Jati Kudus,” ujar Kasubbag Humas Polres Kudus AKP Sumbar Priyono, Senin (9/10/2017).

Kronologis kejadian bermula saat korban sedang bermain di warnet, korban memakirkan montornya Honda Vario 125 cc di halaman parkir warnet Devanda dalam keadaan terkunci stang. Kemudian sekitar pukul 18.30 Wib korban selesai bermain di warnet dan mau pulang. Setelah keluar dari warnet, korban melihat montornya yang diparkir tidak ada (hilang).

Usai main game online, korban kemudian keluar dari warnet. Korban kaget motornya sudah raib. “Kemudian korban bersama dengan warga sekitar warnet melapor ke Polres Kudus. Korban sudah mencuriga terhadap pelaku,” sebutnya.

Berdasarkan keterangan korban, akhirnya polisi melakukan penyelidikan dan mengerucut pada identitas pelaku.

“Saat polisi menuju ke kediaman pelaku, ditemukan motor di dalamnya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti ranmor diamankan dan ke Polres Kudus,” ujarnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang curanmor dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (dok Humas Polres Kudus)
Dikira Tidur, Seorang Tunawisma Ini Ternyata Meninggal Dunia

Dikira Tidur, Seorang Tunawisma Ini Ternyata Meninggal Dunia

Dikira Tidur, Seorang Tunawisma Ini Ternyata Meninggal Dunia
dok Humas Polres Kudus
Muriapos.com - Kudus, Pedagang dan Pembeli di Pasar Babalan Undaan Kudus, dibuat geger dengan penemuan sosok mayat. Petugas kebersihan pasar sebelumnya mengira kalau sosok gelandangan tersebut sedang tertidur pulas. Namun saat banyak lalat mengerumuninya, petugas kebersihan mulai curiga dan menghampiri sosok tubuh tersebut, Ternyata sudah meninggal. Selasa (10/10).


Kapolsek Undaan AKP Anwar bersama anggotanya serta dokter puskesmas Undaan dr.Sugeng Sukarno mengidentifikasi korban.

“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, korban meninggal diduga karena kelaparan”. Ujar AKP Anwar dalam rilis resmi tribratanewskudus.com.

Ditambahkannya korban Tidak membawa identitas, korban adalah gelandangan yang sudah berada dipasar selama 3 tahun.

Selanjutnya Kapolsek Undaan dibantu warga sekitar memakamkan jenazah korban. Ciri-ciri dan foto korban sudah diambil dari pihak Kepolisian, apabila ada masyarakat yang merasa kehilangan salah satu keluarganya yang ciri-cirinya sama dengan korban silahkan melapor ke Polsek Undaan Kab Kudus. (dok Humas Polres Kudus)

Minggu, Oktober 08, 2017

Diduga Serangan Jantung, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Sawah

Diduga Serangan Jantung, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Sawah

Diduga Serangan Jantung, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Sawah
lokasi kejadian (dok res kudus)
Muriapos.com - Kudus, Diduga kena serangan jantung, seorang kakek bernama Budi Utomo alias Ngamo (65) warga Desa Sentul Rt 3 Rw 2 Kec Gembong Kab Pati,  ditemukan tergeletak tidak bernyawa di sawah milik Sumini turut Blok Brangkal Desa Glagah Kulon Dawe Kab. Kudus. Sabtu (07/10) sekira pukul 11.00 wib siang.


Menurut keterangan Kapolsek Dawe, AKP Suharyanto S.H, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan hasil olah TKP serta indentifikasi terhadap jenazah korban, diduga korban meninggal akibat penyakit jantung yang dideritanya kambuh, saat korban bekerja di sawah.

“Diduga penyakit jantungnya kambuh dan tidak ada yang menolong hingga akhirnya korban meninggal dunia di sawah,” terang AKP Suharyanto.

Selain itu, lanjut Kapolsek, menurut keterangan Yazid Ahmad Topik ( keluarga) , korban memiliki riwayat penyakit jantung. Sementara berdasarkan identifikasi hasil pemeriksaan medis dr. Bambang dari Puskesmas Rejosari Dawe, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan,” lanjut Kapolsek.

Adapun kronologi peristiwa meninggalnya korban sebagaimana dikutip dari saksi Yazid Ahmad Topik (keluarga) korban, bahwa pada hari Sabtu sekira pukul 08.00 WIB, korban berangkat ke sawah untuk bekerja. Kemudian sekira pukul 11.00 wib korban dihubungi lewat telp oleh keluarganya berulangkali tidak ada jawaban, Yazid mulai cemas akhirnya mendatangi korban di tempat kerja yang berjarak 2 km dari rumahnya. Setelah sampai dilokasi ternyata korban ditemukan sudah tidak bernyawa (meninggal dunia).

Yazid Ahmad Topik ( saksi ) pulang meminta bantuan saudaranya Aris Setyawan dan tetangganya serta melapor ke Polsek Dawe.

Setelah pihaknya mendapat laporan, anggota Polsek Dawe bersama Unit Inafis Polres Kudus segera mendatangi lokasi kejadian, guna melakukan olah TKP dan membantu mengevakuasi korban.

Atas terjadinya peristiwa tersebut, ahli waris korban menerima atas kejadian yang dialami korban dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, disaksikan oleh perangkat desa setempat. Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman. (dok Humas Polres Kudus)

Kamis, Oktober 05, 2017

Asik Berduaan di Kamar Kos, Pasangan Bukan Muhrim Ini Digrebek Polisi

Asik Berduaan di Kamar Kos, Pasangan Bukan Muhrim Ini Digrebek Polisi

Asik Berduaan di Kamar Kos, Pasangan Bukan Muhrim Ini Digrebek Polisi
Asik Berduaan di Kamar Kos, Pasangan Bukan Muhrim Ini Digrebek Polisi
Muriapos.com - Kudus, Disinyalir menjadi tempat peredaran narkotika dan sex bebas, puluhan petugas kepolisian dari Polsek Kudus di bawah komando Kapolsek  melakukan razia di sejumlah rumah kos. Kamis (5/10) dini hari tadi.

Satu persatu kamar kos diperiksa oleh  petugas,meminta data diri para penghuninya. Polisi tidak menemukan barang bukti seperti narkoba, namun dari sejumlah kamar, ditemukan sejumlah pasangan tanpa ikatan nikah sedang asyik berduaan dan seorang pemuda yang sedang mengkonsumsi miras.

“Dari rumah kos Desa Janggalan Kota Kudus, kami temukan dua pasangan muda-mudi tanpa ikatan pernikahan yang sedang berada di dalam kamar,” kata AKP Moh Khoirul Naim.

Razia ini menurutnya mengantisipasi maraknya praktik prostitusi online yang terselubung, dimana transaksi kerap dilakukan di rumah kos yang disewa.

Diindikasikan bahwa sebagian pelaku seks online memanfaatkan rumah kos ketimbang menyewa hotel supaya tarif bisa ditekan dan pelanggan makin banyak.

“Pemilik kos kami bawa ke polsek untuk mendapatkan arahan agar tempat kosnya tidak menjadi ajang pesta narkoba dan menjadi tempat atau transaksi sex online,” tambahnya.(Humas Polres Kudus)

Kamis, September 28, 2017

Diduga Mesum, Pasangan Bukan Muhrim Ini Digelandang Polisi

Diduga Mesum, Pasangan Bukan Muhrim Ini Digelandang Polisi

Diduga Mesum, Pasangan Bukan Muhrim Ini Digelandang Polisi
dok. Humas Polres Kudus
Muriapos.com - Kudus,  Salah satu kos - kosan di Kecamatan Kota Kudus dirazia petugas kepolisian dari Polsek Kudus. Dipimpin oleh Waka Polsek Kudus Iptu Hartono bersama gabungan fungsi dan staf langsung menyasar setiap kamar kost yang padat penghuni tersebut. Rabu (27/9).

Dalam razia tersebut, satu persatu kamar diperiksa petugas untuk mencari penghuninya yang diduga melakukan perbuatan terlarang. Hasilnya personil Polsek Kudus berhasil mengamankan 1 ( satu) pasangan bukan suami istri. Pasangan yang berinisial AS (21) warga Ds Medini Kec Undaan Kudus dan RH (28) warga Ds Sumberejo Kab Rembang terpergok petugas berduaan di dalam satu kamar kost.

“Ini merupakan langkah kami untuk menekan penyakit masyarakat dan menciptakan situasi yang kundusif dilingkungan rumah kost. Jangan sampai tempat-tempat kost ini menjadi ajang prostitusi terselubung.” Tegas Iptu Hartono. Selanjutnya pasangan tersebut dibawa ke Mapolsek Kudus untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. (resKudus)

Kamis, September 21, 2017

Bupati Kudus : Kenduri Seribu Tumpeng, Simbol Kemakmuran dan Kesejahteraan

Bupati Kudus : Kenduri Seribu Tumpeng, Simbol Kemakmuran dan Kesejahteraan

MuriaPos.Com - Kudus, Kegiatan peringatan hari jadi Kota Kudus ke 468 pada Rabu (20/09) malam terdapat dua kegiatan yang akan digelar pada malam menjelang Tahun Baru Hijrah, 1 Syuro 1439 ini, pertama,

khotmil Qur'an, tempatnya di pendopo Kabupaten Kudus dan kenduri seribu tumpeng bertempat di alun-alun Simpang Tujuh.


Peringatan Hari Jadi Kota Kudus tahun ini pesertanya terdiri dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, desa, UPTD Pendidikan, yayasan lembaga pendidikan, perusahaan, BUMN dan BUMD.

Prosesi acara dimulai dengan khataman al Quran oleh sejumlah santri dari Pondok Pesantren Yanbu'ul Quran.

Bupati Kudus H Mustofa mengatakan acara yang digelar pada malam ini merupakan serangkaian peringatan Jari Jadi Kota Kudus yang ke 468. Selain iti juga moment ini juga menjadi peringatan Tahun Baru 1439 Hijriah. 

Ribuan masyarakat Kab Kudus berkumpul menjadi satu disini, untuk acara kenduri 1000 tumpeng yang mana merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

"Ini kebahagia kita semua, jadi 1000 tumpeng adalah simbol dari kemakmuran dan kesejahteraan".ucapnya.

Kedua acara tersebut mendapatkan pengamanan ketat dari Polres Kudus (rk)

Senin, September 18, 2017

NDX Sihir Ribuan Penonton di Kudus

NDX Sihir Ribuan Penonton di Kudus

dok Humas Res Kudus
MuriaPos.Com - Kudus, Ribuan penonton tersihir Hentakan lagu yang dibawakan NDX AKA menyihir rdi lapangan Desa Rendeng Kota Kudus dalam acara Promo Rokok Senior PT. Victory Kudus dengan tema "Senioria Final Bettle 2017" Minggu (17/9) sore.

Ratusan personil Polres Kudus bersama Polsek Kudus dibawah kendali Kabag Ops diterjunkan dalam pengamanan grub musik beraliran Hip Hop Dangdut yang digawangi oleh Yonanda Frisna Damara dan Fajar ini.

Ribuan masyarakat terlihat memadati lokasi tersebut. Kabag Ops Polres Kudus Kompol Tugiyanto,SH sebelum acara musik dimulai menyampaikan kepada seluruh penonton untuk menjaga sama-sama ketertiban saat berlangsungnya musik NDX yang beraliran Hip Hop Dangdut.

"Jangan sampai terjadi perkelahian, jadi kalau ingin berjoget lakukan dengan baik. Ini bukan ajang perkelahian nikmati hiburan yang telah disediakan". Tegas Kabag Ops.

"Untuk dompet, handphone dan barang berharga lainnya agar selalu dijaga jangan sampai ada orang yang manfaatkan moment ini untuk mencopet. Semoga pertunjukan ini dapat berjalan lancar,aman sampai selesai". Tutupnya. (hs)