PageSourceSearch

https://lanitribe.github.io/katalog/mobile/javascript/search_config.js

js lanitribe.github.io collected 2026-10-03 09:29:28 UTC 105,008 bytes, 1 lines download raw bytes

1var textForPages = ["SMA SEKOLAH ANAK INDONESIA     S                K                            LANI     su                ku                               U            U                                                                     NAMENDEK                                                B U D A Y A                                       AN PIGAGIN                                “” SAYA PUNYA BUDAYA”                                 “”SAYA YANG PEGANG”","(Foto: pngwing.com)           Kabupaten Tolikara adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Papua          Pegunungan, Indonesia. Motto Kabupaten Tolikara “Nawi Arigi”         1. Letak geografis               Kabupaten Tolikara secara Geografis berada pada garis koordinat 138 0 00’57” – 138        0 54’32” Bujur timur dan 2 0 52’58” – 3 0 51’2 “ Lintang selatan. Kabupaten Tolikara berada        pada ketinggian 3.300 mdpl, dimana sebagian besar wilayahnya terdiri dari pegunungan (        dataran tinggi) yang dilalui beberapa aliran sungai dan anak sungai yang berasal dari        perbukitan dan gunung     yang    ada disekitarnya. Bila dilihat dari kemiringan lahannya,        maka    hampir   sebagian besar didominasi oleh kemiringan lahan diatas 40 %.        2 . Batas wilayah        •   Sebelah Utara     : Berbatasan dengan Kabupaten Mamberamo Raya        •   Sebelah Selatan   : Berbatasan dengan Kabupaten Lanny Jaya dan Kabupaten Jayawijaya        •   Sebelah Timur     : Berbatasan dengan Kabupaten Mamberamo Tengah        •   Sebelah Barat     : Berbatasan dengan Puncak Jaya        3 . Luas wilayah         Luas wilayah Kabupaten Tolikara berdasarkan Undang – Undang no 26 Tahun 2002 tentang        pembentukan Kabupaten Tolikara adalah seluas     ± 14.564 Km2, atau 1.456.400 Ha, dimana        Distrik Karubaga menjadi Ibukota Kabupaten Tolikara. Awal pemekaran Kabupaten Tolikara        pada tahun 2002. Jumlah Distrik 46 Distrik dan 7 Distrik Persiapan serta 541 Kampung/Desa        dan 4 Kelurahan. Jumlah penduduk kabupaten Tolikara pada tahun 2020 berjumlah 250.742        jiwa, dengan kepadatan penduduk 44,87 jiwa/km²        Sumber :https://www.tolikarakab.go.id/?mod=halaman\&id=e369853df766fa44e1ed0ff613f563bd","(Foto:suaradani.com)                             Sumber: https://www.kompasiana.com/        4 .  Ekonomi        Kontribusi utama perekonomian kabupaten Tolikara datang dari pertanian. Di daerah      pedalaman yang merupakan ulayat secara turun temurun, kegiatan pertanian dilakukan secara      tradisional. Lahan tanaman bahan pangan sebagian besar ditanami ubi jalar dan singkong ,      selain ubi jalar dan singkong masyarakat Tolikara juga membudidayakan sayur mayur seperti      sayur labu siam(kopingga), sayur kol, kacang panjang, buncis dll masyarakat Tolikara juga      banyak yang membudidayakan tanaman pandan-pandanan seperti buah merah. Tanaman ini      memang merupakan makanan pokok penduduk kabupaten Tolikara. Sama seperti daerah lain      di Papua, babi merupakan ternak utama masyarakat di Tolikara. Tolikara juga merupakan      daerah penghasil batu gamping yang digunakan sebagai bahan baku pengolahan semen,      potensi batu gamping mencapai jutaan ton kubik.                                                                  Batu gamping merupakan salah                                                                satu   mineral     industri   yang                                                                digunakan oleh sektor industri dan                                                                pertanian, bangunan, penstabil jalan                                                                raya, pengapuran, pertanian, bahan                                                                keramik, industri kaca, pembuatan                                                                karbit,  untuk    peleburan    dan                                                                pemurnian baja               Sumber: https://materiipa.com/batu-gamping","Kecamatan/distrik di Tolikara       •    Air Garam      •    Geya             •    Kuari              •   Tagineri     •    Bewani         •    Gilubandu        •    Kubu               •   Timori     •    Bokondini      •    Goyage           •    Nabunage           •   Umagi     •    Bokoneri       •    Gundagi          •    Nelawi             •   Wakuo     •    Dorman         •    Kamboneri        •    Numba              •   Wari/Taiyeve     •    Dow            •    Kanggime         •    Nunggawi           •   Wina     •    Dundu          •    Karubaga         •    Panaga             •   Woniki     •    Egiam          •    Kembu            •    Poganeri           •   Wunin                         •    Kondaga          •    Sbey               •   Yuneri       Penganut Agama          NO                Agama                        Presentase         1      Kristen Protestan                         98,98%         2      Kristen Katolik                           0,28%          3      Islam                                     0,69%         4      Buddah                                    0,01%         5      Hindu                                     0,01%","Daftar Bupati di Tolikara                                                     Mulai          Akhir          No             Bupati [8]                                     Prd. Ket.    Wakil Bupati                                             menjabat       menjabat           —          Billy Wilhelmus Jamlean 2002         2005                                                                         —                —                                                          25 Agustus          —          Frans Robert Kristantus 20 April 2005                   [9]                                                          2005                                            25 Agustus     25 Agustus                   Mistien          1          John Tabo                                           1   [10]                                           2005           2010                        Towolou                      Washington Turnip     25 Agustus          —                                               22 Juli 2011                     (Penjabat)            2010                        Yusmin Timang                        16          —          (Pelaksana Tugas      22 Juli 2011   September     —                —                     Sementara)                           2011                        Alfons Ses
1a           16 September          —                                               10 Juli 2012       [11]                     (Penjabat)            2011                      Usman Wanimbo          2                                10 Juli 2012   10 Juli 2017   2   [12]     Amos Jikwa                     SE, M.Si                                                            16 Oktober          —                                10 Juli 2017                  —                —                                                          2017                      Usman Wanimbo         16 Oktober     Masih              [13]                                                                         3          Dinus Wanimbo                     SE, M.Si              2017           Menjabat","TempatWisata di Tolikara                                   Bukit Talapaga                                    Wisata Pemancingan                                           Danau Biuk                                                 Paralayang                                             Sumber: https://investasiindonesia.id/galeri-foto/kabupaten-tolikara/","(Sumer: papua.antaranews.com)","(sumber : id.wikipedia.org)          Kabupaten Lanny Jaya adalah sebuah kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan,        Indonesia. Ibu kotanya adalah Distrik Tiom Kabupaten ini dibentuk pada tanggal 4        Januari 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008. Peresmiannya dilakukan        oleh Mendagri Mardiyanto pada tanggal 21 Juni 2008. Motto Kabupaten lanny Jaya yaitu        “Lambunik Yabu Eruwok”         1 . Letak geografis        Kabupaten Lanny Jaya secara geografis berada pada garis koordinat 3.9124°S 138.2877°T        Kabupaten Lanny Jaya berada pada ketinggian 2 117,420 mdpl, dimana sebagian besar        wilayahnya terdiri dari pegunungan ( dataran tinggi).            2 . Kecamatan/distrik di Lanny Jaya          • Awina             • Gollo                 • Melagi                   • Tiom         • Ayumnati          • Guna                  • Melagineri               • Tiomneri         • Balingga          • Gupura                • Milimbo                  • Tiom ollo         • Balingga Barat    • Karu                  • Mokoni                   • Wano Barat         • Bruwa             • Kelulome              • Muara                    • Wereka         • Buguk Gona        • Kolawa                • Nikogwe                  • Wiringgambut         • Dimba             • Kuly Lanny            • Niname                   • Yiginua         • Gamelia           • Kuyawage              • Nogi                     • Yiluk         • Gelok Beam        • Lannyna               • Pirime                   • Yugungwi         • Goa Balim         • Makki                 • Poga","Penganut Agama            No                  Agama                     Presentase          1     Kristen protestan                          99,93%           2     Kristen katolik                            0,07%        Dari persentase di atas terpampang jelas bahwa di Kabupaten Lannya Jaya      mayoritas penganut agama yang dilansir dari id.Wikipedia.org adalah      kristen 100%           Daftar Bupati Lanny Jaya                                                                                    Ket     Wakil       No             Bupati           Mulai menjabat     Akhir menjabat   Prd.                                                                                  .      Bupati                   Pribadi Sukartono        —                             21 Juni 2008       2010                   [6]                  (Penjabat)                  Doren Wakerwa                                             —         —        —                             2010               2010                   [7]                  (Pelaksana Harian)                  John Way        —                             2010               2011                  (Penjabat)         1         Befa Yigibalom      25 Oktober 2011    25 Oktober 2016    1   [8]   Berthus Kogoya                   Christian Sohilait        —                             25 Oktober 2016    16 November 2016       [9]                  (Pelaksana Harian)                                                                            —         —                  Sendius Wonda        —                             16 November 2016   22 Mei 2017            [10]                  (Penjabat)       (1)        Befa Yigibalom      22 Mei 2017        22 Mei 2022        2   [11]  Yemis Kogoya","(Foto: tribratanews.papua.polri.go.id)          Foto : cenderawasihpos.jawapos.com          3 . Ekonomi       Seperti pada umunya ekonomi daerah daerah suku lani di Papua Pegunungan datangnya       dari pertanian, kegiatan pertanian di Kabupaten Lannya Jaya masi
1h dilakukan dengan cara       tradisional. Lahan tanaman bahan pangan lokal sebagian besar yang ditanam adalah ubi.       Perempuan yang kerja di ladang, laki-laki membuat pagar dan pekerjaan pekerjaan yang       berat. Pekerjaannya berkebun betatas, buah merah, jeruk, nenas, alpukat, pisang, jagung,       dan berburu (pada umunya dilakukan oleh laki-laki).        4 . Luas wilayah        Luas wilayah Kabupaten Lanny Jaya berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2008 tentang       pembentukan Kabupaten Lanny Jaya adalah seluas 6.077,4 km², dan memiliki populasi       148.522 jiwa pada Sensus 2010 dan 196.399 jiwa pada Sensus 2020. Kabupaten Lanny       Jaya Ibukotanya adalah Tiom. Awal pemekaran Kabupaten Lanny Jaya pada 4 Januari       2008. Jumlah Distrik 40 Distrik, Kelurahan 1 dan dan jumlah Kampung ada 355 kampung.          5 . Batas wilayah           • Utara       :    Kanggime, Karubaga dan Goyage, Kabupaten Tolikara dan                          Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah       • Timur       :    Asologaima, Kabupaten Jayawijaya         • Selatan     :                          Mbuwa, Yigi, Mugi, Mapenduma dan Geselma, Kabupaten Nduga        • Barat       :    Ilaga, Illu","K A B U P A T E N  L A N N Y  J A Y A","Tempat Tempat                        Terkenal di Lanny Jaya         Centre Point                                               Kalau kam lihat dari de pu nama, kam pasti sudah tahu                                            toh apa fungsi dari bangunan ini. Yap, bangunan ini                                            berfungsi sebagai penanda pusat dari Lanny Jaya. Tra                                            hanya memiliki bentuk bangunan yang unik, Centre                                            Point juga punya pemandangan yang indah, seperti                                            yang kam lihat barisan pegunungan yang terletak persis                                            di belakangnya.                                                               Gereja Baptis Kuminiki             Sumber: Instagram@moppapua    Seperti gereja pada umumnya, Gereja Baptis    Kuminiki juga dijadikan sebagai tempat ibadah    umat Nasrani. Meskipun demikian, Gereja    Baptis Kuminiki juga layak untuk dijadikan    sebagai  destinasi  wisata,  karena   memang    memiliki    pemandangan      yang    menawan.    Lokasinya yang berada di dataran tinggi    membuat gereja ini memiliki udara yang sejuk.          Sumber: Instagram@explorelannyjaya     Gunung Malibaga                                                     Selanjutnya   ada   Gunung     Malibaga,   yang                                                    sebenarnya lebih mirip seperti bukit. Seperti                                                    kebanyakan gunung pada umumnya, Gunung                                                    Malibaga juga memiliki pemandangan yang                                                    indah dan suasana yang sejuk. Di bawah kaki                                                    Gunung Malibaga juga terdapat aliran sungai,                                                    yang tentunya cukup menyegarkan. Bermain air                                                    di sungai sambil menikmati kegagahan Gunung                                                    Malibaga adalah aktifitas terbaik yang bisa                                                    dilakukan ketika akhir pekan.        Sumber: Instagram@explorelannyjaya","Distrik Makki                                                          Distrik Makki sangat cocok untuk dijadikan                                                        sebagai tempat healing, ketika sedang                                                        berada di Lanny Jaya. Karena memang                                                        Distrik  Makki    memiliki   suasana   yang                                                        tenang, ditambah dengan pemandangannya                                                        yang juga menyejukkan mata.                                                                       Distrik Gelok Beam      Sumber: Instagram@explorelannyjaya      Jika dibandingkan dengan Distrik Makki, Distrik     Gelok Beam bisa dibilang memiliki suasana yang     lebih sepi. Karena memang tidak banyak warga     yang bermukim di distrik yang ini. Padahal secara     pemandangan di Distrik Gelok Beam juga lebih     indah. Sepanjang mata memandang kita akan     disuguhkan pegunungan hijau yang berdiri dengan     gagah.       Pirime-Bugukgona                                      Sumber: Instagram@explorelannyjaya                                                          Selanjutnya ada Pirime-Bugukgona, yang tak                                                        lain adalah sebutan untuk sebuah bukit di                                                        Distrik Bugukgona. Dari atas bukit tersebut,                                                        kita bisa menyaksikan panorama alam di                                                        sekitar Distrik Bugukgona, yang didominasi                                                        oleh barisan pegunungan yang hijau.                   Sumber: [email protected]","Acara adat Suku Lani (Bakar Batu)","HONAI                                                               https://www.idntimes.c
1om/travel/destination/sinta-listiyana-2/fakta-honai-rumah-adat-papua-c1c2","https://bangunpapua.com/2022/08/05/5-jenis-rumah-adat-papua-dan-keunikannya/      Rumah honai atau rumah onai merupakan rumah tradisional masyarakat Papua Pegunungan     khususnya suku Dani dan Lani . Rumah honai berbentuk bulat atau kerucut dengan pintu kecil     dan tidak dilengkapi jendela. Bangunan dibuat tanpa jendela karena untuk melindungi suku     Dani yang tinggal di daerah dengan udara sangat dingin pegunungan Papua.                                           https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_honai","Filosofi Rumah Honai                Filosofi bangunan Honai, rumah adat papua yang berbentuk melingkar atau           bulat mempunyai artian :             1. Menjaga kesatuan dan persatuan yang paling tinggi sesama suku serta               mempertahankan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.           2. Dengan tinggal dalam satu honai maka kita sehati, sepikir,dan satu tujuan               dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.           3. Honai merupakan symbol dari kepribadian dan merupakan martabat dan               harga diri.           4. honai adalah salah satu harta waris dan benteng perlindungan dari pengaruh               iklim,cuaca,binatang liar dll.  https://nareckhpindesnet.blogspot.com/2019/04/honai-home-rumah-adat-papua-daerah.html?sc=1675645429584#c4932579106461583434                                                                               https://superlive.id
1/superadventure/wilderness/keunikan-rumah-adat-papua-beserta-dengan-4-faktanya","Honai di suku lani terdiri dari dua jenis yaitu, honai laki-laki, honai perempuan dan         honai untuk ternak (Babi). Kedua honai ini memiliki bentuk yang bisa dibilang sama         namun memiliki fungsi yang berbeda.         1. Honai Laki-laki (Kunume/Kuname)                Honai laki-laki adalah tempat yang biasanya digunakan oleh laki-laki untuk tidur                atau mendiskusikan sesuatu seperti, kegiatan bakar batu, pembukaan lahan,                membersihkan lingkunggan sekitar(Kampung), perang dan lainnya. Dan kunume                ini biasanya terdapat satu setiap kompleks atau desa. Jadi digunaka untuk                berkumpul oleh kepala keluarga desa atau kompleks tersebut. Honai laki-laki         biasanya terdiri dari dua lantai.           2. Honai Perempuan/Honai Keluarga                Honai perempuan adalah tempat tinggal untuk keluarga dan honai perempuan ini                biasanya digunakan untuk kegiatan rumah seperti , memasak, tidur dan belajar                dan lainnya.          3.Honai Ternak(Honai)                Sesuai dengan namanya hanai ternak adalah honai yang digunakan untuk                memelihara babi.                                                                          https://superlive.id
1/superadventure/wilderness/keunikan-rumah-adat-papua-beserta-dengan-4-faktanya","https://www.indozone.id/life/d5soWqm/5-keunikan-honai-rumah-adat-papua-suku-dani                                            Ciri-ciri Honai         • Rumah ini memiliki ciri khas yaitu berbentuk dasar lingkaran dengan rangka kayu dan          beratap kerucut yang terbuat dari jerami. Tinggi rumahnya hanya mencapai 2,5 meter.          Uniknya, semua bahannya berasal dari kayu dan jerami atau ilalang.       • Rumah Honai tidak memiliki jendela dan hanya ada satu pintu. Hal ini bertujuan untuk          melindungi dari suhu dingin, mengingat suhu di sana bisa mencapai 10-15 derajat Celcius          pada waktu malam.       • Dengan bentuk atap kerucut yang menutupi hingga bawah ini bertujuan untuk melindungi          seluruh permukaan dinding agar tidak terkena air hujan. Selain itu, juga agar orang-orang          yang di dalamnya tidak kedinginan.                                                       https://indonesiabaik.id/infografis/honai-rumah-mungil-khas-papua#:~:text=Ciri%20Khas%20Rumah%20Honai,dan%20hanya%20ada%20satu%20pintu.","Bahan Untuk Pembuatan Honai           • Kayu besi (oopir) digunakan sebagai tiang tengah        • Kayu buah besar         • Kayu batu yang paling besar        • Kayu buah sedang         • Jagat (mbore/pinde)        • Tali (kele)         • Alang-alang (Wongger/Ongger)        • Papan yang dikupas         • Papan las (Kobar)                                                                      https://www.selasar.com/rumah-adat/honai/                                                            https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5965621/rumah-adat-honai-khas-papua-ini-sejarah-dan-jenisnya","Sketsa Honai                                                                               https://nareckhpindesnet.blogspot.com/2019/04/honai-home-rumah-adat-papua-daerah.html?sc=1675645429584#c4932579106461583434                  1.    Gambar satu adalah sketsa dasar honai. Empat titik tersebut adalah                     empat tiang yang memanjang hingga ke atap dan ditengah empat                     tiang itu digunakan untuk tungku api.               2.    Gambar dua adalah sketsa yang menjelaskan bentuk honai setelah                     dipapan dan proses pembentukan atap.               3.    Gambar tiga adalah gambar setelah kerangka atapnya jadi.               4.    Gambar empat adalah honai yang sudah jadi setelah diberi alang-                     alang. Atap honai dan papan diikat menggunakan tali besi supaya                     lebih kuat.","https://nareckhpindesnet.blogspot.com/2019/04/honai-home-rumah-adat-papua-daerah.html?sc=1675645429584#c4932579106461583434","Diameter honai bisa 4-6 meter (r=2m-3m).                                                      Jadi jika diameternya 4m, maka:                                                       1. luas lingkaran Honai                                                      =π x r²                                                      =3,14 x 2m x 2m                                                      =12,56 m2                                                       2. Keliling Lingkaran                                                      =π x d                                                      =3,14 x 4m                                                      =12,56 m                                                          Rata-rata tinggi honai adalah 2,5m. Dan tinggi                                                    dari setengah honai atau bentuk tabungnya                                                    adalah 1,5 meter, maka:                                                      1.Volume Tabung honai                                                    =π x r² x t                                                    =3,14 x 2 x 2 x 1,5                                                    =12,56 m2 x 1,5 m                                                    =18,84 m3                                                     Rata-rata tinggi atap honai adalah 1m, maka:                                                    1.Volume atap honai (1/2 bola)                                                    =4/3 x π x r3 x 1/2                                                    =4/3 x 3,14 x 2 x 2 x 2 x ½                                                    =16,746 m3                                                     2.Luas permukaan atap honai (1/2 bola)                                                    =4 x π x r2 x 1/2                                                    =4 x 3,14 x 2 x 2 x ½                                                    =25,12 m2                                                     Jadi volume honai adalah:                                                    =Volume tabung honai + Volume atap honai                                                    =18,84 m3 + 16,746 m3                                                    =35.586                                                                                                    22","Sumber                  Listiyana, Sinta. 2022. 10 Fakta Honai, Rumah Adat Papua yang Unik dan Punya Banyak Fungsi. Diakses                    dari:https://www.idntimes.c
1om/travel/destination/sinta-listiyana-2/fakta-honai-rumah-                    adat-papua-c1c2           Icha. 2022. 5 Jenis Rumah Adat Papua dan Keunikannya!. Diakses                    dari:https://bangunpapua.com/2022/08/05/5-jenis-rumah-adat-papua-dan-keunikannya/          Wikipedia. 2023. Rumah Honai. Diakses dari:https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_honai          Pindes. 2019. filosofih rumah honai papua. Diakses dari:                    https://nareckhpindesnet.blogspot.com/2019/04/honai-home-rumah-adat-papua-daerah.html                    ?sc=1675645429584#c4932579106461583434          Wilderness. 2018. KEUNIKAN RUMAH ADAT PAPUA HONAI BESERTA 4 FAKTANYA!. Diakses dari:                    https://superlive.id/superadventure/wilderness/keunikan-rumah-adat-papua-beserta-dengan-4-                    faktanya          Ikhsan dan Indriyana. 2022. 5 Keunikan Honai Rumah Adat Papua Suku Dani. Diakses dari:                    https://www.indozone.id/life/d5soWqm/5-keunikan-honai-rumah-adat-papua-suku-dani/read-all          Andrean W. Finaka, Rosi Oktari, Chyntia Devina. 2022. Honai, Rumah Mungil Khas Papua. Diakses                    dari:https://www.indozone.id/life/d5soWqm/5-keunikan-honai-rumah-adat-papua-suku-                    dani/read-all          Fauzi, Anas. 2022. Rumah Adat Honai. Diakses dari: https://www.selasar.com/rumah-adat/honai/          Anjani, Anatasia. 2022. Rumah Adat Honai Khas Papua, Ini Sejarah dan Jenisnya. Diakses                    dari:https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5965621/rumah-adat-honai-khas-papua-ini-                    sejarah-dan-jenisnya","","A. Aksesoris                  Aksesoris, dalam bebera
1pa kamus bahasa dimengerti sebagai barang atau benda               tambahan yang berfungsi sebagai pelengkap. Benda yang dimaksud di sini dapat               berfungsi mutlak atau hanya sekedar dekorasi. Pepis (1965). Sedangkan menurut              KBBI aksesori adalah barang yang berfungsi sebagai pelengkap dan pemanis busana.                Kabupaten Lanny Jaya dan Tolikara yang merupakan tempat tinggal dari sebagian               Suku Lani dikenal berbagai macam aksesoris yang penuh sarat estetika dan makna.               Di dalam katalog berbagai macam aksesoris yang biasa digunakan oleh sebagian               masyarakat Suku Lani, di Kabupaten Lanny Jaya dan Tolikara.","1.Luki                                          Luki adalah salah satu aksesoris kepala yang berasal dari Suku Lani Papua. Luki sering         kali digunakan saat ada acara adat seperti bakar batu, penyambutan tamu “orang besar”.          Luki terbuat dari bulu burung Cendrawasih yang berwarna putih atau kuning, dan bulu          ayam. Terkadang hiasan ini juga dikombinasikan dengan bulu kelinci. Namun karena         saat ini burung cendrawasih semakin Langkah, Suku Lani biasanya mengganti dengan          bulu burung atau noken sebagai aksesoris bagian kepala.                                                                               Aksesoris kepala","2.Mini                                                                       Mini                                Biji kesumba                                                                                    Petiole           Mini adalah hiasan atau body painting yang sering digunakan oleh Suku Lani. Bahan           yang digunakan untuk menghias wajah adalah biji kesumba untuk memperoleh warna          merah, lalu untuk memperoleh warnah hitam atau gelap biasanya Suku Lani menggunakn           arang, oli, ampas kopi dan tanah sedangkan untuk warna putih biasanya menggunakan           odol atau getah dari petiole singkong. Suku Lani menggunakan Mini untuk berkamuflase          saat berperang, menakuti lawan saat berperang, sebagai hiasan saat mengikuti suatu acara           adat, dan sebagai hiasan kecantikan bagi wanita. Saat ini Suku Lani menggunakan Mini           pada saat ada acara adat saja.                                                Mini","3. Tenggen  /gelang rotan                                                   Tenggen merupakan      salah satu alat aksesoris budaya ari Suku Lani. Tenggen ini           biasanya digunakan di kehidupan sehari-h
1ari di Suku Lani. Tenggen juga merupakan            alat aksesoris yang biasa digunakan pada saat upacara adat. Tenggen biasa dikenakan            pada lengan. Tenggen lebih banyak dikenakan oleh pria namun bagi wanita tidak ada            larangan untuk memakai Tenggen.                Tenggen terbuat dari rotan yang dikeringkan kemudian dibentuk menyerupai gelang           yang melingkar dan dipakai di bagian lengan atas.","4.Taring Babi/ Wam Eyak                                              Wam Eyak (Taring babi) adalah salah satu bahan yang sering digunakan sebagai aksesoris suku          lani. Wam Eyak (Taring babi) biasanya dikenakan oleh pria suku lani. Wam Eya dikenakan di           hidung yang sengaja diberi lubang. Wam eyak juga biasa dipasang sebagai mata kalung. Taring          babi biasanya dambil dari bekas babi yang sudah dimasak dagingnya untuk sebagai makanan           dan gigi taringnya diambil untuk dijadikan mata kalung atau hiasan aksesoris lainnyaa.","B.Pakaian Adat                  pakaian adalah segala benda yang dipakai di badan, seperti baju, celana, dan lain-            lain.Pakaian adat adalah pakaian tradisional yang sudah dipakai turun-temurun dan           merupakan salah satu identitas daerah yang dibanggakan o1eh sebahagian besar            pendukung kebudayaan tersebut. Salah satu fungsi pakaian adat adalah untuk            memeringati perayaan hari besar. Pakaian adat akan dikenakan dalam setiap           perayaan hari besar.            Suku lani biasanya menggunakan pakaian pada saat ada acara seperti bakar batu,            pelantikan bupati dan lainnya.","1. Koteka/ Kobeba                                                       Koteka                         Koteka adalah pakaian khas suku Lani yang berfungsi sebagai pelindung badan             (Kelamin laki-laki). Koteka digunakan oleh laki-laki dalam kehidupan sehari- hari.            Namun seiringnya berjalan waktu, sekarang koteka digunakan pada saat ada acara             saja. Koteka terbuat dari labu yang dikosongkan isinya lalu dikeringkan.","Jenis labu yang digunakan untuk membuat koteka adalah labu air (lagenaria           siceraria). Jenis labu ini adalah labu yang panjang.           Labu ini ditanam dan diproses sehingga berbentuk yang dinamakan koteka yang          digunakan oleh kaum laki-laki.","Ada tiga cara penggunaan koteka, yaitu              1. Tegak lurus: menandakan bahwa pemakainya adalah \"pria sejati\". Makna               simbolik lainnya mengisyaratkan, pria yang memakainya masi
1h perjaka, belum              pernah melakukan persebadanan.               2.  Miring ke samping kanan: simbol kejantanan, bermakna bahwa penggunanya                adalah pria gagah berani, laki-laki sejati, pemilik harta kekayaan yang               melimpah, memiliki status sosial yang tinggi atau mempunyai kedudukan                sebagai bangsawan. \"Kanan\" menandakan kekuatan bekerja, keterampilan                memimpin, dan pengayom rakyat.              3.  Miring ke samping kiri: bermakna pria dewasa yang berasal dari golongan                menengah dan memiliki sifat kejantanan sejati. Juga menunjukkan pemakainya                adalah keturunan Panglima Perang (apendabogur).","2. Sali                                                                      (Foto: antarafoto.com)                                        SALI KERAGI                            SALI KOE             Sali adalah pakaian khas suku Lani yang berfungsi sebagai pelindung badan. Sali di            pakai oleh wanita dalam kehidupan sehari hari pada zaman nenek moyang, untuk            zaman sekarang pakaian adat ini dipakai saat upacara adat ataupun acara acara besar            lainnya. Untuk bahan dasar pembuatan Sali yaitu dari kulit kayu. Ada dua macam sali            yang pertama yaitu sali keragi yang dimana didominasi oleh warna coklat dan            bagian ujung sali keragi bisanya berwarna ungu tua, yang kedua yaitu sali koe, sali           koe disusun oleh warna yang beragam mulai dari warna Hijau, Kuning, merah, dan            ujung Sali koe biasanya warna ungu tua.","C. Senjata Tradisional             Senjata tradisional merupakan benda yang memiliki peran dalam membantu           kehidupan pada pendahulu kita nenek moyang bangsa indonesia. Peran dimaksud            dalam hal kegunaanya sebagai alat – alat untuk berburu,bertani,berperang atau            perlindungan diri baik dari serangan musuh atau binatang buas.","1. Yigin                                                                      Yigin          Yigin merupakan senjata tradisional yang digunakan oleh Suku Lani untuk berburu hewan,          selain itu juga biasanya digunakan pada saat berperang. Dan juga Senjata ini biasanya          digunakan atau di bawa pada saat upacara adat.           Busur panah biasanya terbuat dari kayu, namun kayu yang digunakan untuk membuat         busur panah tidak sebarang kayu, tetapi ada kayu khusus yang digunakan. Nama kayu          yang biasanya digunakan untuk membuat yigin dalam bahasa suku lani adalah kayu          bumbu,kayu malelo,kayu nanguri dan kayu kalinggirak. Begitupun dalam membuat anak         panah tidak bisa menggunakan sembarangan kayu, melainkan harus menggunakan kayu          khusus yang biasanya disebuat dalam bahasa suku lani adalah kalum dan libu. Sedangkan          untuk tali panah juga demikian tidak terbuat dari sembarangan tali melainkan tali khusus         yang namanya dalam bahasa suku lani adalah telop dan brin. Alasan menggunakan barang          –barang khusus dalam pembuatan yigin ialah supaya senjata yigin tidak mudah untuk patah          saat digunakan atau dipakai dan juga tali yigin tidak mudah untuk putus. Dan dalam         membuat yigin ini, tidak serabarang orang yang membuatnya tetapi ada orang-orang yang          memang punya ahli dalam pembuatan yigin itu yang membuat yigin.","Male ( anak panah )                                                             Yigin Engale ( tali panah)                                                                                            Yigin ( Busur panah)","2. Woluwak                                                    Woluwak atau tombak merupakan senjata tradisional Suku Lani yang digunakan                  untuk berburu. Woluwak terbuat dari kayu dengan ujung yang tajam. Woluwak                  biasanya digunakan untuk berburu. Berburu merupakan salah satu sistem mata                 pencaharian Suku Lani. Woluwak juga dipergunakan sebagai salah satu senjata                  berperang untuk mempertahankan atau merebut wilayah.","(Sumber: https://www.idntimes.c
1om/)           K U L I N E R  S U K U  L A N I","LATAR BELAKANG                Kuliner             Makanan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Makanan yang dikonsumsi           manusia dianjurkan mengandung gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.            Indonesia yang terkenal dengan keanekaragaman budayanya, juga memiliki            keanekaragaman dalam makanannya. Setiap suku di Indonesia seperti suku Sunda,           suku Batak, suku Dayak, suku Lani, suku Dani, suku Asmat, dan sebagainya            .mempunyai masakan khas yang berbeda dengan cita rasa yang berbeda pula. Jika            diolah secara profesional menjadi makanan khas dan sajian kuliner yang lezat,            kuliner Indonesia dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan menjadi           identitas bangsa. Kuliner menjadi sangat penting sebagai budaya bangsa. Indonesia            memiliki banyak keanekaragaman makanan yang berbeda antar daerah, harus dijaga            agar tidak diklaim oleh negara lain. Seperti halnya tarian, kuliner adalah bagian dari           identitas Budaya Indonesia. Saat ini banyak orang yang mulai meninggalkan kuliner            traditional dan mulai terpengaruh dengan budaya luar seperti jenis-jenis makanan            yang kita konsumsi seperti KFC, steak, burger, dan lain-lain. Masyarakat            menganggap makanan tersebut hieginis, modern, dan praktis. Tanpa kita sadari           makanan-makanan tersebut juga telah menjadi menu keseharian dalam kehidupan            kita. Hal ini mengakibatkan makin langkanya berbagai jenis makanan tradisional.            jika hal ini terus terjadi maka tak dapat dihindarkan bahwa anak cucu kita kelak           tidak tahu akan jenis-jenis makanan tradisional yang berasal dari daerah asal mereka.            Oleh karena itu, kami akan fokus membahas tentang kuliner yang berasal dari suku           lani.           Berikut ini adalah beberapa list kuliner yang ada di daerah suku Lani.","Ubi bakar                                          Buah merah                            https://cookpad.com/id/resep/10724009-ubi-bakar-happy-call                                                            https://id.pinterest.com/pin/138696863516311415/                 Bakar Batu                                     Jagung Bakar                                                                                 https://id.pinterest.com/pin/730075789608499977/           idntimes.com/food/recipe/naufal-al-rahman-1/resep-babi-bakar                                    Woromo bakar                                                         https://www.facebook.com/100042548443775/videos/kelapa-hutansedikit-                             bercerita-ttng-kwalitas-dan-manfaat-nya-cuman-orang-wamena-                             y/205817874088070/","Woromo di asap                               Kacang kedelai rebus                            https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pandanus_julianettii_nuts.png          https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pandanus_julianettii_nuts.png  https://id.pinterest.com/pin/101401429096186978/                    Kue nasi                                     Keripik Singkong                                                                          https://www.tokopedia.com/velin-shop/opak-singkong-mentah-besar-cemilan-tradisional               Dari beberapa kuliner  di  atas ,kami memilih  Kue Nasi dan keripik Singkong untuk                                        di bahas dalam katalog ini.                                                    Tujuan               Tujuan kami membuat katalog ini adalah untuk mendokumentasikan makanan                                           kuliner di suku lani","Kue Nasi                        Kue Nasi adalah salah satu makanan khas daerah suku Lani. makanan ini           berbentuk bulat dan bahan utama kue nasi ini terbuat dari nasi yang teksturnya           lengket dan tepung. Makana ini umumnya di jual di kabupaten Tolikara, Wamena,           dan Lanny Jaya.                   seperti yang kita ketahui bersama bahwa beras bukanlah makanan pokok           masyarakat papua dan beras pun tidak tumbuh di sana akan tetapi mengapa kami           memilih produk ini? Karena, masyarakat di suku lani banyak yang menjual produk           ini, sedangkan produk ini tidak di jual di daerah lain. Karena itu kami menganggap           produk ini adalah kuliner khas suku lani.                                                                                        https://cookpad.com/id/resep/12068491-mpasi-anti-gtm-bola-bola-nasi-crispy","Proses pembuata Kue Nasi                Alat dan Bahan            Bahan                            Alat           •    Nasi bubur                  •   Plastik hitam/semacamnya.            •    Minyak goreng               •   Kuali/wajan           •    Tepung                      •   Baskom.            •    Air putih                   •   Sendok goreng           •    Garam              Langkah-langkah            •    Siapkan alat dan bahan .            •    Siapkan nasi bubur yang sudah dingin.           •    bubur siapkan kantong plastik hitam kemudian bungkus dan dibulatkan, atau                diratakan sesuai yang ingin dibuat.           •     Siapkan tepung lalu dilarutkan dengan Sedikit air hingga larut.            •    Masukkan bubur yang sudah di bungkus dengan Plastik tersebut, Masukkan ke                dalam tepung.            •    Setelah dibasahi tepung dengan bubur tersebut Masukkan kedalam wajan                hingga goreng.           •    Jika benar-benar ter goreng hasilnya bisa di sajikan.                                                          https://www.merdeka.com/gaya/resep-crispy-rice-ball-bola-bola-renyah-dari-nasi-sisa.html","Keripik Singkong                           Keripik singkong adalah salah satu kuliner yang ada di daerah suku Lani,            yang berbentuk pipih dan besar seperti keripik opak, namun keripik singkong yang            berasal dari suku lani ini lebih besar dari keripik opak. Keripik ini pada umumnya di            jual di kabupaten Tolikara, Wamena, dan Lanny Jaya.                       Di daera suku lani singkong adalah salah satu tanaman yang mendominasi            di daerah suku lani selain tanaman ubi, keladi, buah merah, kelapa hutan dan lain            sebagainya karena itu kami mengambil kuliner ini untuk di bahas di katalog kami.                                                                                    https://www.tokopedia.com/velin-shop/opak-singkong-mentah-besar-cemilan-tradisional","Proses pembuatan keripik singkong            Alat dan Bahan            Bahan                                           Alat           •   Singkong                    •    Pisau            •   Garam                       •    Kuali                                           •    Sendok goreng           •   Minyak goreng                                           •    Baskom                                           •    Penutup panci           Langkah-langkah            •   Pertama-tama Siapkan alat dan bahan.            •   Mengupas kulit singkong dan di cuci sampai bersih.           •   Parut singkong yang akan digunakan.           •   Hasil parut dilarutkan dengan sedikit air dan tambahkan penyedap rasa.            •   Siapkan plastik hitam, kemudian diratakan diatas penutup dandang sampai               rapat.           •   Tunggu terbentuknya padat Selama kurang-lebih 10 Menit.            •   Setelah itu dipisahkan padatan tersebut kemudian dijemurkan dibawah sinar               matahari sampai mengering.            •   Setelah itu digoreng hingga betul-betul goreng dan hasilnya siap disajikan.                                                                            https://www.lazada.co.id/tag/opak-singkong-besar/","K E U N I K A N  S O S I A L","Keunikan Sosial dari Suku Lani                             Setiap suku di Papua pasti memiliki ritual tersendiri untuk menunjukkan            rasa duka akibat kehilangan anggota keluarganya bagi suku Lani yang bermukim di           Papua Pegununggan, oleh karena itu perempuan di suku lani akan memotong ruas            jarinya. Tradisi ini biasa kami sebut dengan Iki Palek walaupun yang melaksanakan            tardisi ini mayoritasnya adalah perempuan tetapi laki-laki juga bisa melakukan tradisi            ini sebagai bentuk turut berduka. Menurut anggota suku Lani, menangis saja ti
1dak            cukup untuk melambangkan kesedihan yang dirasakan. Rasa sakit dari memotong jari            dianggap mewakili hati dan jiwa yang tercabik-cabik karena kehilangan. Biasanya            suku Lani memotong ruas jarinya menggunakan pisau tradisional. Tradisi Iki Palek            mulai menghilang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan agama.                      Dalam suatu keluarga jika ada yang meninggal maka mereka tidak perlu            memikirkan biaya duka karena bisanya ada keluarga yang datang melayat tidak            dengan tangan kosong , mereka akan membawa sembako, buah merah, kelapa hutan,            buah buahan , dall untuk memenuhi kebutuhan duka selama tujuh hari hal ini            bertujuan untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,            sebenarnya bukan hanya sembako yang disumbangkan tetapi mereka juga            menyumbangkan tenaga contohnya seperti membantu mencuci piring, membantu           masak, dan membantu terima tamu. Jika ada sembako yang tersisa maka akan            dibagikan ke rumah yang ada di sekitar acara duka yang membantu berlangsungnya            acara duka seperti membantu memasak, menyediakan tempat menginap bagi orang-            orang yang datang melayat dari jauh. Nilai nilai yang terdapat dalam tradisi duka            adalah saling membantu orang yang sedang berduka sebagai makhluk sosial selain itu            tercipta kerja sama antar warga untuk saling mendukung dalam susah maupun duka .","Tradisi le ndawi di suku Lani (le artinya menangis, sedangkan ndawi           artinya menyanyi atau nyanyian) jadi ada salah satu orang yang akan mengelanturkan          nyanyian – nyanyian dalam bahasa lani lalu yang lainnya akan melanjutkan nyanyian           tersebut dengan suara tangisan. Nah, untuk liriknya tidak menentu atau bahkan tidak           ada karena biasanya nyayinyan tersebut dilanturkan secara spontan dan sesuai           suasana. Penggunaan bahasa dan ratapan Le ndawi dalam upacara atau ritual           disesuaikan dengan tujuan dan acaranya. Ritual kematian Le ndawi memiliki lirik           yang berbeda dengan ritual adat pada umumnya seperti penyambutan tamu dan bagi           anak-anak yang baru saja pulang dari perantauan, pamitan kepada anak-anak           merantau, dan bagi mereka yang tinggal di negeri asing. Nilai yang ingin disampaikan           dari tradisi ini yaitu supaya bisa meratapi kepergian sanak saudara dengan kesedihan          yang sangat mendalam dan untuk menyampaikan kepada anak-anak yang pulang           rantau bahwa mereka sebagai orang tua sangat bangga karena telah meyelesaikan           pendidikan dengan baik di negeri orang. (Jika ingin mendengar salah satu le ndawi di           acara duka bisa di dengar di : https://www.youtube.com/watch?v=heg41Oo6Ric                      Masyarakat suku Lani memiliki suatu kebiasaan dimana setiap hasil panen          yang pertama yang terbaik harus dikasih ke gereja untuk persembahan sebagai rasa           syukur kepada Tuhan karena sudah memberkati tanah yang subur untuk menanam           berbagai jenis tanaman. Nilai yang dipercaya oleh masyarakat suku Lani mengenai           tradisi ini yaitu memmilki rasa syukur karena hasil panen yang bagus dan nilai kedua          yang terdapat dalam tradisi ini yaitu mengutamakan Tuhan dalam segala hal. Tradisi           ini biasannya kami sebut “Allah ake pugu”.                     Satu hal yang paling unik di suku Lani, perihal gigi tercabut yaitu jika gigi           mereka tercabut maka mereka akan membuang gigi tersebut ke atap honai (ongger)           dengan harapan gigi mereka akan cepat tumbuh dengan cara seperti itu, hal ini          diterapkan oleh anak anak di Tolikara. Biasanya orang tua menceritakan tetang hal           seperti ini supaya anak anak mereka tidak merasa takut untuk mencabut gigi.","","1. Tali Merdeka         Tali Merdeka is a jump rope game in which players jump over rubber rope. It has obstacles        of varying heights that are measured by the players body holding the rope stretch.        Originally, this jumping rope had been played by Dutch children in during the Dutch        colonialization in Indonesia. Children in Tolikara Regency also enjoy playing Tali        Merdeka, or jumping rope. The name of the game refers to what the players should do in        that game, especially in the final leap. Two people lift the rope above their heads with their        fists. Then, they will say ‘Merdeka’.          This game could be played by a large number of people, the more the merrier, and it is        played in two groups. To evenly divide into two groups, each player must do “hom-pim-        pa’. The “hom-pim-pa” will be sung into a complete lyric, “Hompimpa Alaium Gambreng”        which means from God back to God, let’s play. It was derived from Sanskrit language        during Hindu-Buddhist era. Following the division of the groups, the leaders of each group        must do “rock-paper-scissors” to determine which group will play the first.         The Tali Merdeka game has several stages and the level difficulties will increase as the        stages progress. The stages are described below:        1. Place the strap parallel to the sole (above ground floor).        2. Knee the strap        3. The rope is about waist-length        4. Strap at chest level        5. Ear-high strap        6. High rope on the head        7. The length of the rope is only one-inch above the head        8. The rope is only two inches above the head        9. The rope is at its highest position          Tali Merdeka has the following rules:        1. Number of players should be between 3 and 10 people.        2. During the initial stages of the jump, the ground should not come into contact with the           rubber from the waist up.        3. When handling the rubber, do not tiptoe.        4. If there are group members who cannot jump, they will be assisted or replaced by         another friend who can. If a friend who assists you is unable to do so, take turns holding         it.        5. If you win, take turns with the person who has it.          It is clear from playing Tali Merdeka that the process has a variety of moral        values. This game educates children about friendship, honesty, leadership,        responsibility, a positive attitude, and obedience.","2. Pletokan            Pletokan is the name of a bamboo toy gun with bullets made of moistened paper, water         apple, or flower seeds. This game is popular among the Betawi people. However, the         same game is played in Lanny Jaya, one of Papua’s regions, though with a different type         of bamboo. Pletokan, also know as “Bum Bere” in Lani’s language, is a bamboo-based         game similar to a shotgun. Wet paper rolled into a small ball is used to make the bullet.         Some people even use water apple seeds as bullets.           Pletokan game rules clearly state that if a player is shot three times in a row, the player is         considered lost. The game will end when all members of one group have been shot. The         group that survives will be declared the winner.           This traditional game teaches children the importance of teamwork while also         developing strategies for victory. Furthermore, this game teaches children to plan and         build strategies in groups to realize common desires, and when problems arise, they can         solve the problems with their friends.","3. Tindis Ta Tindis            Tindis Ta Tindis is a popular traditional game played by children in Papua         province, particularly in Tolikara Regency. This traditional game is usually         played by two people only.           It is quite simple to play this game, they are as in follows:         1.     Begin by drawing a square on the ground, as shown in the side figure.         2.     If it has been drawn, the next step is to number each square box in the drawing                according to the concept.         3.     Then, one person is responsible for guarding the box in the picture while singing                “Tindis Ta Tindis” five times and other friends throw the rolled rubber in the hand                from a predetermined distance.         4.     If a discarded roll of rubber bands falls into one the square boxes by number, the                friend guarding the square box should give his rubber in accordance with the                number on the square picture and stop singing. A given piece of rubber can be                multiplied by the rubber roll that enters the square drawing.         5.     If the discarded rubber band roll does not enter the square box with its number or                touches an existing square box line, it belongs to the friend who guards the square                box. And so on until one of his friends' rubber bands runs out, and the winner of                this game is the friend with the most rubber bands.          The traditional game does have moral value that its players can learn. If we want         something, we must be willing to sacrifice something we already have.","4. Benteng-bentengan           The origin of Benteng-bentengan game is unknown, but it has existed since a long time         ago and is widely known throughout Indonesia under various names. This game is played         by two groups of 4 to 8 people each. Each group selects a location as a base, typically a         pole, stone, or pillar as a ‘fortress’.           When playing the game, players must comply with the rules outlined below:         1.     Players must maintain their benteng.         2.     Players who exit the fortress/benteng are considered to be the first to invade. This                player will be pursued by the opponent, and if touched by the opponent's hand, he                or she will be considered caught.         3.     The earlier captured player became the opponent's prisoner.         4.     Players must frequently return and touch benteng.         5.     The group that touches the opponent's pole or pillar first and shouts \"Benteng!\"                wins.           There are numerous advantages to playing this traditional game, including the following         below:         1.     Improving children running speed and agility.         2.     Increasing group cooperation and cohesion.         3.     Enhancing children's movement activity and reduce the risk of obesity due to                inactivity.         4.     Rising endurance because fortification is a physical training game similar to                sports.","5. Kelereng Segitiga/Pot Kelereng            Kelereng Segitiga/Pot Kelereng, as the name suggests, employs a triangular throwing          line arrangement. The triangular image is sometimes modified by drawing a straight line          from the apex to the base of the triangle. The center line is used to arrange the marbles to          be played.          Marbles have been used in games since the 12th century, when the French called them          'billes,' which means small balls. However, it has been discovered that marbles existed in          the ancient Egyptian civilization, specifically in 3000 BC. Marbles were created using          stone and clay at the time.          The game is played in a circle, with players taking turns throwing marbles at the target.          If any marbles are aimed or hit so that they fall outside of the triangle line, the player has          the right to take them.            Marbles game is one example of a traditional game that can be used to train children's          abilities. According to Mulyani (2016: 86), the advantages of playing marbles are as          follows:          1)     Helping children develop their fine motor skills.          2)     Increasing children's concentration while playing.          3)     Developing language for children.          4)     Communicating with peers, work in groups, and solve problems while playing,                 among other things. Children's social interaction with their peers is also very                 positive.","6. Kaleng Boy (Boinas)              The traditional game of Kaleng Boy (Boinas) is played by throwing the can until it falls         and then rearranging the can while dodging the opponent's ball so that it does not hit the         body.           The group will be divided into two groups, each with the same number of members.         Groups are usually divi
1ded by lottery hom pim paa alaium gambreng or by mutually         selecting each other's members. The group that wins in a suit will be the group of         enemies who will tear down the array of cans using the ball. Meanwhile, the losing         group will be transformed into the guard group. After the can array is destroyed for the         first time, the guard group will pick up the ball and throw it at the members of the         enemy group.          Members of the guard group are only allowed to pass each other's balls or throw them         directly at the enemy group, and they are not allowed to move after receiving the ball.         Except for the head, toes, and knees, the ball is thrown throughout the body. Enemy         groups will try to avoid throwing the ball by running, jumping, or making other         movements while rearranging the cans in the original order. If the ball strikes an enemy         group's body part, each group will change positions. The enemy group will transform         into the guard group, and the guard group will transform into the enemy group. The         enemy group will try to arrange the cans without being hit by the guard group's ball. If         the opposing group arranges a can without being hit by a ball throw, it receives one         point and is declared the winner. The game will continue until each group has produced         their respective score. If there is an agreement to end the game, it will be ended.           The moral of this game is that cooperation is essential if we are to succeed.","https://indoprogress.com/","ANALISIS UNSUR BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT                    ASAL USUL KALI KONDA DAN ASAL USUL INJIL                                  MASUK KE WILAYAH TOLI                                                      Disusun oleh:                                                Diko Kiwo                                                Ika Bogum                                                Nelson Yikwa                                                Resalina Kogoya                                                Teku Weya                                                Yerni Bogum                           SMA SEKOLAH ANAK INDONESIA Komp. S. Oliver,                          Jl. Werner Schwebig, Kp. Legok Gaok, Desa                   Kadumangu, Kec. Babakan Madang, Kabupaten Bogor,                                       Jawa Barat 16810 2023","PROLOG                    Cerita rakyat merupakan cerita yang berasal dari masyarakat dan                 berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas                 setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam                mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing                 bangsa. Cerita rakyat biasanya diceritakan secara lisan.                Masyarakat suku Lani memiliki dua cerita yang biasanya diceritakan                 turun temurun khususnya di daerah Tolikara yakni cerita tentang Asal                 Usul Kali Konda yang menceritakan tentang sebuah keluarga yang                mengalami musibah, kekurangan air untuk kebutuhan sehari-h
1ari,                 sehingga mereka harus ke hutan untuk mencari air, dan cerita tentang                 Asal Usul Injil Masuk ke Wilayah Toli, yang mengisahkan tentang                masuknya injil atau agama Kristen ke Wilayah Toli.","CERITA RAKYAT                                            Asal Usui Kali Konda                 Pada zaman dahulu di suatu kampung hiduplah satu keluarga yang sangat                kekurangan air. Di kampung itu tidak ada air kali atau sungai oleh sebab                 itu salah satu dari mereka harus mencari air menggunakan bambu air dari                 pagi hingga malam. Namun mereka hanya memperoleh air untuk minum                sehari-hari saja.                 Suatu hari anak sulung dari keluarga mereka pergi mencari air. Setelah                mendapatkan air dari hutan yang sangat jauh, si sulung memutuskan                 untuk pulang ke rumah. Sesampainya si sulung di tepi hutan terdengar                 suara orang dari dalam hutan meminta tolong. Karena si sulung penasaran                ia mencari sumber suara tersebut, ternyata itu adalah seorang kakek.                 Si sulung mendekati kakek tersebut dan bertanya “kakek kamu kenapa?”                “Aku sangat haus nak, bolehkah saya meminta air?” Setelah mendengar                 permintaan si kakek si sulung melihat isi dari bambu air yang dia bawa,                 ternyata air yang ia bawa hanya sedikit sehingga si sulung berpikir                sejenak apakah ia harus membantu kakek yang sedang kehausan atau dia                 membawa pulang air yang ia dapatkan dan membiarkan si kakek begitu                 saja. Setelah si sulung berpikir-pikir ia mendekati si kakek dan                memberikan air tersebut si kakek karena kasihan. Sebagai balas budi si                 kakek memberikan sebuah tongkat kepada si sulung dan menyuruhnya                 pukul batu yang sangat besar menggunakan tongkat tersebut. Setelah si                sulung menerima tongkat tersebut ia langsung melakukan apa yang                 diperintahkan si kakek itu.                Ketika si sulung memukul batu tersebut dengan tongkat tiba-tiba terpecah                 lah batu tersebut dan muncullah sebuah mata air yang sangat deras                 danmembentuk suatu kali yang sangat besar. Dan sekarang dikenal                dengan kali Konda.","Asal-Usul Injil Masuk ke Wilayah Toli                 Pada zaman dahulu di suatu kampung yang disebut dengan Karubaga                 hiduplah Sekelompok masyarakat yang masih menggunakan pakaian adat                yaitu Sali dan koteka. Mereka hidup damai dan saling menyayangi satu                 sama lain.                 Suatu hari keberadaan kampung mereka dilihat oleh kedua Pemuda                tampan yang berasal dari Jerman yaitu Alto dan Geissler yang sedang                 menikmati keindahan alam menggunakan pesawat MAF secara sekilas.                Mereka pun memutuskan untuk selidiki kampung itu menggunakan                 pesawat MAF Itu. Dengan keadaan penasaran mereka pun pulang ke kem                 dimana tempat tinggal mereka yang sementara saat itu di Hollandia                Sekarang dikenal dengan ibu kota Provinsi Papua Kabupaten Jayapura.                 Sebulan kemudian kedua Pemuda itu ingin pergi ke kampung tersebut,                namun karena belum ada lapangan untuk pesawat mendarat. Terpaksa                 mereka berjalan kaki, selama beberapa bulan                 Setelah berjalan sekian lama akhirnya mereka pun tiba di kampung                tersebut. Akan tetapi kedatangan mereka membuat masyarakat setempat                 sangat ketakutan karena warna kulit mereka yang berbeda. Namun kedua                 Pemuda itu melakukan banyak hal yang menarik supaya masyarakat                setempat percaya bahwa kedua pemuda itu sama seperti mereka                 (manusia). Setelah sekian lama mereka bersama akhirnya masyarakat                 setempat memutuskan untuk berteman dengan mereka lalu tinggal di                kampung itu bersama.                 Kegiatan pertama yang mereka lakukan adalah membuka lapangan untuk                Pesawat MAF mendarat dan lama-kelamaan mereka membentuk sebuah                 organisasi, dan membangun gereja pertama, gereja itu dulunya disebut                 dengan (GLY) dan Sekarang dikenal dengan GIDI (Gereja Injili di                Indonesia) yang sedang menyebar di seluruh dunia.                 Organisasi itu telah dibentuk dari kampu
1ng Karubaga yang sekarang                dikenal dengan Kabupaten Tolikara.","ANALISIS                    Dari kedua cerita rakyat di atas, kami mencoba untuk menganalisis                 kebudayaan masyarakat suku lani berdasarkan 7 unsur budaya yaitu                sistem bahasa, sistem peralatan atau teknologi, sistem mata pencaharian,                 sistem pengetahuan, sistem kekerabatan dan organisasi sosial, sistem                 religi dan sistem kesenian                 1. Sistem Bahasa                  Dengan bahasa mempermudah komunikasi. Apakah yang dimaksud                bahasa? Menurut Kridalaksana dan Djoko Kentjono (dalam Chaer,                 2014:32) bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang                digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama,                 berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Fungsi utama bahasa adalah                 sebagai alat komunikasi antar manusia. Bahasa sebagai alat perantara                antar anggota masyarakat dalam satu kelompok dan alat interaksi secara                 individu maupun kelompok. Dengan singkat kata bahasa adalah alat                 komunikasi (Tarigan, 1987:22-23).                Sistem Bahasa yang digunakan dalam cerita asal-usul sungai Konda                 diatas adalah bahasa yang digunakan oleh orang setempat pada masa itu.                 Jika dilihat dari percakapan si anak sulung dengan si kakek dalam bahasa                sehari-hari mereka.                 Pada kutipan berikut terlihat ada komunikasi antara kakek dan si anak                sulung yang berdialog menggunakan bahasa daerah, yaitu bahasa Lani                         “Si sulung mendekati kakek tersebut dan bertanya “tete kar                         nanonduk? ”kemudian kakek menjawab “nomboluk an yi abu !,                        yi ambi wanirimok be?.”{artinya: kakek kamu kenapa? Kake","menjawab nak saya sangat haus sekali! Tolong ambilkan saya air                        minum }                 Berdasarkan kutipan dalam cerita asal-usul sungai konda diatas, bahwa                 penggunaan bahasa daerah di suku lani (Tolikara) ditunjukan pada kata-                kata yang cetak miring. Jadi kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa dulu                 di suku Lani (Tolikara) mereka masih menggunakan bahasa daerah untuk                 berkomunikasi, bahkan sampai sekarang masyarakat adat setempat masih                menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi satu sama lain. Dan                 bahasa yang dikenal sekarang adalah bahasa Lani.                Sementarai itu sistem bahasa yang digunakan dalam cerita asal usul injil                 masuk di wilayah Toli adalah bahasa gerak tubuh karena pada masa itu                 orang Toli belum mengenal orang luar apalagi yang datang adalah                penginjil dari barat yang mukanya yang sangat asing di mata orang Toli.                 Pada masa itu bahasa gerak tubuh menjadi alat komunikasi yang paling                ampuh oleh misionaris untuk masuk ke wilayah Toli , karena untuk masuk                 ke wilayah Toli pada masa itu sangat sulit karena orang Toli pada masa                 itu belum mengenal orang luar sehingga kedatangan orang luar bisa                membuat mereka merasa terancam lalu mereka menyerang. Usut punya                 usut pada masa itu orang Toli masih belum bisa menerima orang luar                 tersebut karena mereka ketakutan. Beberapa cara pun dilakukan oleh                penginjil tersebut agar dapat berkomunikasi dengan mereka{orang Toli}.                        Namun kedua Pemuda itu melakukan banyak hal yang menarik                        supaya Masyarakat tersebut percaya bahwa kedua pemuda itu                       sama seperti mereka juga.                 Sekian lamanya mereka saling ber ketakutan akhirnya mereka                memutuskan untuk berteman dan berhubungan dengan mereka (parah                 misionaris).","Sudan sekian lama Mereka bersama akhirnya masyarakat                        setempat memutuskan untuk berteman dengan mereka lalu tinggal                        di kampung itu bersama.                Jadi dari cerita masuknya injil di wilayah TOLI dapat disimpulkan bahwa                 untuk berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal butuh waktu yang                 lama untuk beradaptasi, apalagi yang mereka temui adalah orang-orang                yang primitif.                  2. Sistem Peralatan atau Teknologi                  Sistem peralatan dan teknologi merupakan sistem yang timbul karena                manusia mampu menciptakan barang-barang dan sesuatu yang baru agar                 dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengan                makhluk hidup lainnya.                 Dalam menjalankan kehidupan sehari-h
1ari, manusia akan sangat                 membutuhkan teknologi maupun alat bantu yang dapat mempermudah                dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan inilah yang                 menuntut manusia untuk senantiasa kreatif dalam menciptakan sistem                tersebut. Indrastuti (2018:193) dalam berkehidupan dan meneruskan                 kehidupan, manusia terbiasa mengolah alam dengan menggunakan                 berbagai alat.                Alat yang dimaksud dapat dimaknai sebagai teknologi, yaitu segala                 instrumen yang digunakan oleh manusia atau suatu masyarakat untuk                 dapat melangsungkan hidup. Instrumen-instrumen tersebut bisa berupa                alat produksi, alat transportasi, senjata, perhiasan, dan lain sebagainya.                 Hal ini juga diungkapkan oleh Muslim (2016:59) dalam teknik tradisional                 terdapat macam- macam sistem peralatan, yakni alat-alat produksi,                senjata,","wadah, alat untuk membuat api, makanan, minuman, jamu, pakaian dan                perhiasan, tempat berlindung dan rumah, serta alat-alat transportasi                 Peralatan yang bisah kita temukan dalam cerita pertama yaitu bambu air                 merupakan salah satu peralatan dan teknologi suku lani, yang digunakan                sebagai tempat mengisi air ketika berburu atau pun pergi ke daerah yang                 jauh                 Sementara itu dari cerita kedua (Asal Usul Injil Masuk ke Wilayah Toli)                pertama kali masyarakat mengenal alat transportasi yaitu pesawat MAF.                 Mission Aviation Fellowship (MAF) dan Associated Mission Aviation                (AMA) adalah dua maskapai penerbangan yang sudah puluhan tahun                 melayani rute penerbangan ke pedalaman Papua salah satu pesawat yang                 pertama kali mendarat di Tolikara dan pertama kali dilihat oleh                masyarakat setempat adalah pesawat Mission Aviation Fellowship                 (MAF)yang dipakai misionaris untuk menyebarkan injil di pedalaman                papua. Misionaris Protestan juga disebut sebagai zendeling (dari bahasa                 Belanda yang artinya pengutusan). Misionaris/Zending ditujukan untuk                 penyebaran agama Kristen melalui kabar keselamatan yang diberikan                Allah kepada seluruh dunia. Misionaris adalah seorang pendakwah                 Katolik sedangkan zending adalah pendakwa Protestan.                  3. Sistem Mata Pencaharian                 Zaman berburu dan meramu makanan tingkat sederhana atau food                gathering adalah periode kehidupan dimana manusia prasejarah bertahan                 hidup memenuhi kebutuhannya dengan cara berburu binatang dan                mengumpulkan makanan. Food gathering terjadi pada masa Zaman Batu                 Tua (Paleolithikum).","Keadaan Alam                Keadaan bumi pada zaman food gathering masih belum stabil. Terjadi                 pergerakan endogen dan eksogen yang disebabkan oleh perubahan iklim                yang   mengakibatkan    permukaan    bumi   masih    sering  mengalami                 perubahan.                  Flora dan Fauna                 Dari hasil temuan galian, peneliti menemukan jenis tumbuhan sejenis                pohon salam dan rasamala. Adapun tumbuhan yang ikut dijadikan sebagai                 bahan makanan manusia purba pada masa itu, berupa umbi-umbian, buah                dan sayur-sayuran. Pada masa berburu mereka berburu hewan besar                 bertulang belakang, seperti rusa, babi, dan kerbau.                  Kehidupan Masyarakat                 Manusia purba yang mendominasi pada masa food gathering atau zaman                 berburu dan meramu sederhana adalah jenis Pithecanthropus erectus. Pola                kehidupan mereka sifat masih berpindah-pindah (nomaden) dan tinggal di                 gua-gua. Alasan mengapa, manusia prasejarah berpindah-pindah mereka                menyesuaikan ketersediaan makanan di sekitar tempat mereka tinggal.                 Jika sumber makanan di tempat mereka tinggal habis, maka mereka akan                 berpindah ke tempat lain yang menyediakan banyak sumber makanan,                khususnya binatang buruan dan dekatnya sumber air. Ciri kehidupan                 masyarakat sehari-h
1ari masa itu adalah mengumpulkan bahan makanan                 dari alam untuk mereka konsumsi pada saat itu juga. Hal yang bisa                mereka lakukan adalah berburu hewan di hutan, menangkap ikan, atau                 mengumpulkan buah dan umbi-umbian. Manusia prasejarah pada masa                 food gathering, hidup dengan cara berkelompok sekitar 20-30 orang.                Mereka sudah memiliki pengetahuan adanya pembagian tugas. Kaum                 laki-","laki bertugas untuk berburu makanan dan wanita bertugas menjaga anak                 dan mengumpulkan buah dari hutan.                        “Suatu hari anak sulung dari keluarga mereka pergi mencari air.                        Sesampainya si sulung di tepi hutan terdengar suara orang dari                        dalam hutan meminta tolong. Karena si sulung penasaran ia                        mencari sumber suara tersebut, ternyata itu adalah seorang                        kakek.”                Dari cuplikan cerita “Asal Muasal Kali Konda” di atas terpampang jelas                 bahwa pada zaman itu masyarakat suku lani jika ingin mendapatkan                 sesuatu mereka selalu masuk hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup                mereka, ini berarti pada zaman itu mereka sudah mengenal zaman                 berburu dan meramu makanan tingkat sederhana atau food gathering yang                dimana periode kehidupan manusia prasejarah bertahan hidup memenuhi                 kebutuhannya dengan cara berburu binatang dan mengumpulkan                 makanan. Tradisi berburu yang masih berlangsung di masyarakat suku                lani merupakan perkembangan budaya zaman prasejarah dimana tradisi                 ini sangat kental dengan pemenuhan kebutuhan hidupnya untuk bertahan                hidup. Pola kebudayaan itu dapat dimanfaatkan untuk proses budaya yang                 menghasilkan tekno ekonomi dari budaya prasejarah yang masih hidup                 pada masyarakat komunal tradisional.                Kegiatan perburuan dan meramu merupakan kegiatan eksploitasi hutan                 yang berazas kelestarian dengan kearifan ekologi budaya lokal yang                 menyimpan warisan budaya secara turun temurun. Masyarakat pendukung                kebudayaan tradisional ini mewariskan budaya berkaitan budaya material                 maupun sebagai pengetahuan dasar mengenai kebudayaan yang local                 genius (Mundardjito, 1986: 40).","Sistem Berburu dan Meramu di Suku Lani        Dalam sistem berburu dan meramu di suku Lani biasanya menggunakan panah hasil buruannya       bisa berupa babi, kukus hutan, burung dll. Di suku lani upacara bakar batu, biasa dilakukan        pada waktu membuka lahan, meresmikan kepala distrik atau kabupaten. Sistem pernikahan       harus menggunakan maskawin dengan wam “babi”, noken, atau uang. Sesama marga tidak        boleh menikah. Nama marga suku Lani antara lain Wenda, Murip, Kogoya, Wakerkwa, Tabuni,        Yikwa, Wanimbo, Yigibalom, Enembe, Yanengga, Bogum, Genongga, Weya, Karoba, Wandik,       Yanengga dan Towolom.         4. Sistem Pengetahuan         Menurut Sibarani, kearifan lokal adalah suatu bentuk pengetahuan asli dalam masyarakat yang       berasal dari nilai luhur budaya masyarakat setempat untuk mengatur tatanan kehidupan        masyarakat atau dikatakan bahwa kearifan lokal (Sibarani 2012). Sejalan dengan apa yang        disampaikan oleh sibarani, kita bisa temukan pengetahuan lokal dari cerita rakyat asal-usul kali       konda seperti mencari air.        Paragraf kedua                ”Suatu hari anak sulung dari keluarga mereka pergi mencari air. Sesampainya si sulung               di tepi hutan terdengar suara orang dari dalam hutan meminta tolong. Karena si sulung                penasaran ia mencari sumber suara tersebut, ternyata itu adalah seorang kakek.”       Berdasarkan kutipan cerita rakyat asal-usul kali konda, tampak bahwa pengetahuan masyarakat        lokal papua tentang mencari air adalah mengambil air dari sumber mata airnya yang ada di        hutan untuk memenuhi","kebutuhan, agar bisa bertahan hidup. Mungkin berbeda hal dengan                pengetahuan masyarakat lokal jawa dalam mencari air contohnya seperti                 membuat sumur agar bisa mendapatkan sumber air bersih untuk                 keberlangsungan hidup masyarakat lokal. Pengetahuan masyarakat lokal                tentang menggali sumur tidak ada di masyarakat lokal papua, yang                 adanya hanyalah mencari air di hutan, karena hutan adalah sumber                 kehidupan bagi masyarakat lokal papua.                Sementara itu dalam cerita rakyat asal-usul injil masuk ke wilayah Toli,                 dari sisi pengetahuan tampak bahwa masyarakat belum pernah                berinteraksi dengan kehidupan di luar wilayah mereka.                        ”Setelah berjalan 
1sekian lama akhirnya mereka pun tiba di                        kampung tersebut. Akan tetapi kedatangan mereka membuat                       masyarakat setempat sangat ketakutan karena warna kulit mereka                        yang berbeda. Namun kedua Pemuda itu melakukan banyak hal                       yang menarik supaya Masyarakat tersebut percaya bahwa kedua                        pemuda Itu sama seperti mereka juga.” (Paragraf keempat)                 Dari kutipan di atas masyarakat masih ketakutan Ketika bertemu dengan                orang yang bukan sesama mereka. Dalam cerita ini adalah bertemu                 dengan penginjil yang berasal dari Jerman.                  5. Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial                 Indonesia mengenal tiga sistem kekerabatan dalam memperoleh garis                keturunan, yaitu sistem kekerabatan patrilineal, sistem kekerabatan                 matrilineal dan sistem kekerabatan parental (Sukerti, 2012).                Suku lani merupakan salah satu suku yang menganut sistem kekerabatan                 patrilineal, dimana kekerabatan ini ditentukan bahwa garis keturunan                hanya dilihat dari garis laki-laki, oleh karena itu konsekuensinya ahli                 waris","hanyalah anak laki-laki (Sukerti, 2012). Hal tersebut berarti bahwa                memiliki anak laki-laki adalah sebuah keharusan bagi Suku Lani untuk                 tetap meneruskan garis keturunan, dan akan menjadi sebuah masalah bagi                 individu yang tidak memiliki anak laki-laki.                Hal tersebut terkait dengan mencari penerus garis keturunan, takut akan                 kehilangan anak, dan kekhawatiran tidak ada yang akan bertanggung                 jawab dengan kehidupan orangtua ketika tua (Monika, 2016).                Begitu Pula yang terjadi pada orangtua khususnya di kabupaten Tolikara                 dan Lanny Jaya terkait dengan hukum keluarga, khususnya perkawinan,                menganggap bahwa dengan hanya memiliki anak perempuan itu berarti                 tidak dapat meneruskan garis keturunannya. Masyarakat yang tidak dapat                 meneruskan keturunannya tentu akan merasa cemas akan posisi tersebut.                  6. Sistem Religi                 Manusia percaya kepada suatu kekuatan yang dianggapnya lebih tinggi                 dari dirinya. Manusia melakukan berbagai macam cara untuk mencari                hubungan dengan kekuatan-kekuatan tersebut.                 Salah satu teori yang digunakan untuk mengamati sistem religi adalah                teori batas akal. Teori ini dikemukakan oleh J.G. Fraser. Dalam bukunya                 The Golden Bough jilid I seperti ditulis oleh Koentjaraningrat (2002:196-                 197), ia mengatakan bahwa manusia memecahkan masalah-masalah                hidupnya dengan akal dan sistem pengetahuannya, tetapi akal dan sistem                 pengetahuan manusia terbatas. Makin maju kebudayaannya, makin luas                 batas akal itu. Dalam banyak kebudayaan batas akal manusia masih                sangat sempit. Soal-soal hidup yang tidak dapat mereka pecahkan dengan                 akal, dipecahkan dengan magic, atau ilmu gaib.","Menurut Frazer, ketika religi belum hadir dalam kebudayaan manusia,                manusia hanya menggunakan ilmu gaib untuk memecahkan masalah-                 masalah hidup yang berada di luar jangkauan akal dan pengetahuannya.                 Ketika mereka menyadari bahwa ilmu gaib tidak bermanfaat bagi mereka,                mulailah timbul kepercayaan bahwa alam dihuni oleh makhluk-makhluk                 halus yang lebih berkuasa, dengan siapa manusia kemudian mulai                 mencari hubungan, sehingga timbullah religi.                Dari segi religi kita bisa melihat kebiasan beberapa orang suku lani                 terkhususnya di kabupaten Tolikara, pada zaman dahulu sebelum                masuknya injil ke Tolikara, dari cerita Asal Usul Kali Konda.                 Sebagian masyarakat kagum akan hal-hal gaib yang tidak dapat dijelaskan                 oleh ilmu pengetahuan karena keterbatasan pengetahuan. Kasus ini dapat                kita temukan di cerita Asal Usul Kali Konda, dimana si kakek                 memberikan tongkat kepada si sulung untuk dipukulkan ke atas batu.                       Ketika si sulung memukul batu tersebut dengan tongkat tiba-tiba                        terpecahlah batu tersebut dan munculah sebuah mata air yang                        sangat deras dan membentuk suatu kali yang sangat besar. Dan                       sekarang dikenal dengan kali KONDA.                 Di sini kita bisa melihat bahwa seakan-akan tongkat itu memiliki kuasa                 untuk mengeluarkan air dari batu.                Sementara itu dalam cerita Asal Usul Injil ke Wilayah Toli kita bisa                 melihat bahwa pengetahuan masyarakat mulai berkembang. Hal ini dapat                 kita lihat pada paragraf terakhir dari cerita Asal Usul Injil Di Wilayah Toli                yaitu sebagai berikut:                        Kegiatan pertama yang mereka lakukan adalah membuka                       lapangan untuk Pesawat MAF mendarat dan lama-kelamaan                        mereka membentuk sebuah organisasi, dan membangun gereja","pertama, gereja Itu dulunya disebut dengan (GLY) dan Sekarang                       dikenal dengan Gidi (gereja Injili di indonesia) yang sedang                        menyebar di seluruh dunia. Organisasi itu telah dibentuk dari                        kampung Karubaga yang sekarang dikenal dengan Kabupaten                       Tolikara.                 Di sini kita bisa melihat terjadi sebuah pergeseran kepercayaan                 masyarakat. Masyarakat mulai percaya terhadap agama kristen dan                pengetahuan mereka berkembang lalu membangun sebuah gereja atau                 tempat ibadah untuk beribadah.                 7. Kesenian                  Kesenian adalah salah satu bagian dari kebudayaan yang dikagumi karena                keunikan dan keindahannya. Kesenian merupakan hasil karya seni                 manusia yang mengungkapkan keindahan serta merupakan ekspresi jiwa                 dan budaya penciptanya. Kesenian merupakan bagian dari budaya dan                sarana yang digunakan untuk mengekspresikan rasa keindahan dari dalam                 jiwa manusia, keindahannya juga mempunyai fungsi lain. Ragam                 kesenian yang ada tersebut diantaranya adalah seni musik, seni rupa, seni                teater, seni sastra dan seni tari. Perwujudan seni yang ada di masyarakat                 merupakan cerminan dari diri kepribadian hidup masyarakat. Kesenian                 selalu melekat pada kehidupan manusia, dimana ada manusia di dalamnya                pasti ada kesenian. Dari pernyataan tersebut benar adanya jika memang                 kesenian itu ada sejak manusia muncul.","Seni Musik                Musik merupakan cabang seni yang timbul dari pikiran dan perasaan                 manusia yang dapat dimengerti dan dipahami berupa nada atau suara                 yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama lagu dan                keharmonisan sebagai suatu ekspresi diri.                 Seni Tari                 Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang dikeluarkan melalui gerak-gerak                ritmis sebagian atau seluruh tubuh dan terdiri dari pola individu atau                 kelompok sesuai dengan ide-ide atau konsep yang diciptakan. Gerakan                dalam tari untuk menciptakan gerakan berirama yang indah dan mencapai                 suatu 
1kandungan yang terarah perlu dilandasi penghayatan yang                 mendalam dan ekspresi jiwa manusia.                  Seni Rupa                 Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media                yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini dibuat                 dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur,                dan pencahayaan dengan acuan estetika.                   Seni Sastra                Sastra merupakan karya yang terlahir dari sebuah perasaan seseorang                 dalam kehidupan sosialnya kemudian disusun secara sistematis dan                 disampaikan secara lisan dan tulisan. Sastra adalah ekspresi, pikiran,                perasaan bahkan kejadian yang dialami oleh penciptanya yang dituangkan                 dalam bentuk karya sastra.","Seni Teater                Teater yang menyajikan cerita kehidupan nyata di atas pentas. Jalan cerita                 yang disajikan biasanya mengandung pesan moral yang tersirat dan bisa                 dijadikan pelajaran kehidupan oleh para penonton.                Berdasarkan Cerita Asal-Usul Injil Masuk di Wilayah Toli didapatkan                 bahwa ada seni rupa berupa pakaian adat masyarakat Tolikara yaitu Sali                 dan Koteka.                        “Pada zaman dahulu di suatu kampung yang disebut dengan                         karubaga    hiduplah   Sekelompok    masyarakat    yang   masih                         menggunakan pakaian adat yaitu sali dan koteka.”                Sali adalah pakaian adat wanita yang digunakan untuk melindungi tubuh                 bagian bawah. Sedangkan Koteka adalah pakaian adat pria yang                digunakan untuk melindungi alat kelamin pria.                 Sementara itu berdasarkan cerita Asal Muasal Kali Konda didapatkan                 bahwa ada keterampilan seni rupa dalam keterampilan pembuatan bambu                air.                         “Pada zaman dahulu di suatu kampung hiduplah satu keluarga                yang sangat kekurangan air. Karena di kampung itu tidak ada air kali                 maupun sungai oleh sebab itu salah satu dari mereka harus mencari air                 menggunakan bambu air dari pagi hingga malam.” Bambu air dalam                kutipan di atas digunakan untuk mengambil air.                 Selain itu di Suku Lani juga memiliki banyak kesenian yaitu, sebagai                 berikut:","Seni Musik dari Suku Lani                  Kecapi Mulut                                   Kecapi mulut adalah salah satu jenis alat musik tiup tradisional Papua.                 Kecapi mulut terbuat dari bahan bambu dan berasal dari Papua                  Pegunungan (Suku Lani, Suku Dani dan lainnya).                 Kecapi mulut dimainkan dengan cara menjepit bibir pada bagian                  tertentu. Kemudian kecapi mulut ditiup sambil menarik bagian tali dari                 alat musik ini sehingga penggunanya dapat mengatur nada yang                  dihasilkan.                Seni Tari                 Wisisi                Wisisi adalah tarian adat dari Suku Lani. Tarian Wisisi biasanya ditarikan                 pada saat acara, bisa ditarikan dimanapun dan kapanpun. Gerakan dari                tarian ini hanya satu yaitu lompat-lompat di tempat namun lompat sambil                 menggesek lantai ke arah belakang dan lari ke arah lain dan mengulangi                gerakan yang sama. Wisisi sering ditarikan oleh perempuan, tetapi tidak                 ada larangan untuk laki-laki untuk menarikan Wisisi. Biasanya pada saat                menari perempuan menggunakan Sali.                 Sali adalah pakaian adat perempuan Suku Lani, yang berfungsi                melindungi tubuh bagian bawah.","Wisis Modern                 Wisisi Modern pada dasarnya sama dengan Wisisi namun lebih bervariasi                 gerakannya. Wisisi Modern biasanya ditarikan bersama dengan gerakan                 yang mengulang namun memutar dan ditarikan oleh perempuan dan laki-                laki. Untuk contohya bisa dilihat di:                 https://www.youtube.com/watch?v=s6mr5Yqvtdk                  Seni Rupa                 Mini                Mini adalah hiasan atau body painting yang sering digunakan oleh Suku                 Lani. Suku Lani menggunakan Mini untuk berkamuflase saat berperang,                 menakuti lawan saat berperang, sebagai hiasan saat mengikuti suatu acara                adat, dan sebagai hiasan kecantikan bagi wanita. Saat ini Suku Lani                 menggunakan Mini pada saat ada acara adat saja.","Sali                Sali adalah pakaian khas suku Lani yang berfungsi sebagai pelindung                 badan. Sali di pakai oleh wanita dalam kehidupan sehari hari pada zaman                 nenek moyang, untuk zaman sekarang pakaian adat ini dipakai saat                upacara adat ataupun acara acara besar lainnya. Untuk bahan dasar                 pembuatan Sali yaitu dari kulit kayu. Ada dua macam sali yang pertama                 yaitu sali keragi yang dimana didominasi oleh warna coklat dan bagian                ujung sali keragi biasanya berwarna ungu tua, yang kedua yaitu sali koe,                 sali koe disusun oleh warna yang beragam mulai dari warna Hijau,                Kuning, merah, dan ujung Sali koe biasanya warna ungu tua.                                                                                      Sali Keragi","Koteka                Koteka adalah pakaian khas suku Lani yang berfungsi sebagai pelindung                 badan. Koteka digunakan oleh pria dalam kehidupan sehari hari.Namun                 seiringnya berjalan waktu,sekarang koteka digunakan pada saat ada acara                saja. Koteka terbuat dari labu yang dikosongkan isinya lalu dikeringkan.                                              Koteka","DAFTAR PUSTAKA            Kusuma, Febrian. 2019. 10 Destinasi Wisata Terbaik di 
1Lanny Jaya yang Bikin Kangen.               Diakses    dari:   https://wisato.id/wisata-alam/10-destinasi-wisata-terbaik-di-lanny-               jaya-yang-bikin-kangen/        Wikipedia,        En.       2022.       Lanny       Jaya     Regency.       Diakses      dari:               https://en.wikipedia.org/wiki/Lanny_Jaya_Regency        Wikipedia,       Id.     2023.       Kabupaten       Lanny       Jaya.     Diakses       dari:               https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Lanny_Jaya        Sumber        gambar       yang       ada      di      Acara       Adat      Suku       Lani:               1)http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/,               2)http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/               3)https://www.beritapapua.co/papua/2020/08/barepen-merupakan-bentuk-toleransi-               keluarga-kristen/                4)www.beritapapua.co          Pkn,id.2021. kehangatan-rumah-honai-di-tengah-lembah-baliem-tanah-papua. Diakses dari:                https://pkn.id/kehangatan-rumah-honai-di-tengah-lembah-baliem-tanah-papua/","chepapuana.wordpress.com. 2022. Galeri, dengan aksesoris West Papua putri-putri Papua                  ini terlalu cantik. Diakses dari:                  https://id.pinterest.com/pin/1118581626171594786/         Johannez, Peter.  2022. Wamena man. Diakses dari:                  https://id.pinterest.com/pin/631066966529245437/         tolikarakab.go.id. 2022. Penuhi Kurikulum Mulok Siswa SMA Tolikara gelar Vestifal seni                  budaya tampilkan atraksi wisisi suku dani. Diakses dari:                  https://www.tolikarakab.go.id/?mod=berita_detail\&id=db8e1af0cb3aca1ae2d0018                  624204529\&seo=20220516-235944penuhi-kurikulum-mulok-siswa-sma-tolikara-                  gelar-vestifal-seni-budaya-tampilkan-atraksi-wisisi-suku-dani         Madrus, Aan. 2018. Kesumba Keling, Tanaman Pewarna Lipstik. Diakses dari:                  https://bobo.grid.id/read/08680902/kesumba-keling-tanaman-pewarna-l                  ipstik?page=all         Johannez, Peter.  2022. Perempuan Suku Muyu Papua. Diakses dari:                  https://id.pinterest.com/pin/631066966529210967/         SUARALANI. Com. 2022. Menambah Nilai Semester, SMA Negeri Karubaga Kab.Tolikara                  Gelar Lomba Festival Seni Budaya. Diakses dari: https://www.suaralani.com/sma-                  negeri-karubaga-kab-tolikara-gelar-lomba-festival-seni-budaya/        Sanyoto, Bagus. 2022. Terlaris Vee Gelang Pria Wanita Anyaman Rotan Pipih Khas Papua-                  Gelang Rotan. Diakses dari:                  https://s2.bukalapak.com/img/7843703819/large/Terlaris_Vee_Gelang_Pria_Wanit                  a_Anyaman_Rotan_Pipih_Khas_Pap.jpg         Cahyana, Ludhy. 2022. 5 Hal Tak Terduga, yang Bisa Dijumpai di Kabupaten Jayawijaya.                  Diakses dari: https://travel.tempo.co/read/1377667/5-hal-tak-terduga-yang-bisa-                  dijumpai-di-kabupaten-jayawijaya         pngwing.com. 2022. Babi hutan Papua Nugini Tusk, babi hutan, hewan, gading, babi hutan                  png. Diakses dari:                  https://www.google.com/url?sa=i\&url=https%3A%2F%2Fwww.pngwing.com%2F                  id%2Ffree-png-                  zdnpa\&psig=AOvVaw0BYNNy4Y1IhAYl89iYY89S\&ust=1677288082359000\&s                  ource=images\&cd=vfe\&ved=0CA8QjRxqFwoTCNiG_5j_rP0CFQAAAAAdAAA                  AABAH         @komunitas_noken_papua. 2022. Kami Menjual Noken Asli Papua on Instagram: “***                  Konopa Product --------------------------- Please contact : 08114804473 ---------------                  ----------------------------------…”.  Diakses dari:                  https://id.pinterest.com/pin/302374562482510007/        Daily Mail. 2022. Inside the tribe where women amputate a finger when relatives die.                  Diakses dari: https://id.pinterest.com/pin/478577897887344882/        lioartpapua.com. 2022. kalung taring babi. Diakses dari: https://lioartpapua.com/wp-                  content/uploads/PhotoGrid_1552194818518.jpg        Johannez, Peter.  2022. Perempuan suku muyu. Diakses dari:                  https://id.pinterest.com/pin/95842298313575722/         ariecibong.wordpress.com. 2010. KOteka bisa tonji. Diakses dari:                  https://ariecibong.wordpress.com/2010/07/15/6/","kemdikbud.go.id. 2021. PAKAIAN ADAT TRADISIONAL DAERAH BENGKULU.                    Diakses dari:                    https://repositori.kemdikbud.go.id/12696/1/PAKAIAN%20ADAT%20TRADI          SIONAL%20DAERAH%20BENGKULU.pdf          Amalia, Rizky . 2022. Sebagai Identitas, Inilah 4 Fungsi Pakaian Adat dan                    Penjelasannya. Diakses dari: https://kids.grid.id/read/473257943/sebagai-                    identitas-inilah-4-fungsi-pakaian-adat-dan-                    penjelasannya?page=all#:~:text=Salah%20satu%20fungsi%20pakaian%20ad                    at,besar%20di%20tiap%20daerah%2C%20Kids.\&text=Pakaian%20adat%20                    memiliki%20fungsi%20sebagai%20penanda%20status%20sosial.          Ipul, Syaifullah Daeng. 2021. Apakah masi
1h banyak yang menggunakan koteka di                    Papua?. Diakses dari: https://id.quora.com/Apakah-masih-banyak-yang-                    menggunakan-koteka-di-Papua          Penulis Berita Papua. 2020. Koteka Papua Bukan Pakaian Biasa. Diakses dari:                    https://beritapapua.id/koteka-papua-bukan-pakaian-biasa/          Megumi W , Sarah Rosemery. 2019. Labu Air, Tanaman Unik Pembuat Koteka.                    Diakses dari: https://econusa.id/id/ecoblog/labu-air-tanaman-unik-pembuat-                    koteka/          warisanbudaya.kemdikbud.go.id. 2010. Koteka. Diakses dari:                    https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail\&detailCatat=848)           Berita Papua. 2019. Koteka, Pakaian Adat Khas Putra Papua. Diakses dari:                    https://beritapapua.id/koteka-pakaian-adat-khas-putra-papua/           live.staticflickr.com. Diakses dari:                    https://live.staticflickr.com/2731/5835323797_83d251541d_b.jpg           www.robertharding.com. Diakses dari:                    https://www.robertharding.com/watermark.php?type=preview\&im=RM/RH/                    HORIZONTAL/817-183902           papuatrekking.com. 2022. Lani Tribe – West Papua – Baliem Valey. Diakses dari:                    http://www.papuatrekking.com/Lani_tribe_Baliem_valley.html          panorama-jtb.com. 2016. Festival Baliem, Festival di Wamena yang telah Mendunia.                    Diakses dari: https://blog.panorama-jtb.com/festival-baliem-festival-di-                    wamena-yang-telah-mendunia.html           RomaDecade. 2023. 8+ Senjata Tradisional Papua : Nama, Gambar dan Penjelasan.                    Diakses dari: https://www.romadecade.org/senjata-tradisional-papua/#!          Evi.  2020. Berkenalan Dengan Suku Dani Papua. Diakses dari:                    https://www.eviindrawanto.com/2018/03/suku-dani-papua/          Daily Mail. 2022. Inside one of the world's most decorative tribes in Indonesia. Diakses                    dari: https://id.pinterest.com/pin/690106342917201588/          antarafoto.com. 2022. PAKAIAN SALI PEGUNUNGAN WAMENA PAPUA. Diakses                    dari:                    https://www.google.com/url?sa=i\&url=https%3A%2F%2Fwww.antarafoto.co                    m%2Fperistiwa%2Fv1660914024%2Fpakaian-sali-pegunungan-wamena-                    papua\&psig=AOvVaw3R-                    DSQwhyJE6QTwBwJ3kS1\&ust=1677805456272000\&source=images\&cd=v                    fe\&ved=0CBIQ3YkBahcKEwig9ef9hrz9AhUAAAAAHQAAAAAQEQ","Pengguna, Brainly. Penjelasan. Dilansir dari: https://brainly.co.id/tugas/27728827               Kridalaksana  Dan             Djoko            Kentjono.           Diakses   dari:                https://deepublishstore.com/blog/materi/hakikatbahasa/#:~:text= Menurut Kridalaksana dan                Djoko Kentjono,berkomunikasi               Kerjasama dan identifikasi diri.         Melia, M.Pd. dan Mesterianti Hartati, M.Pd. SISTEM                PERALATAN HIDUP DAN TEKNOLOGI CERITA RAKYAT PUTRI DARA NANTE               (KAJIAN       ANTROPOLOGI          SASTRA).      Dilansir                    dari:                http://digilib.ikippgriptk.ac.id/912/1/JURNAL%201.pdf         Setiawan, Samhis.    2022.    Suku Lani.    Diakses dari: https://www.gurupendidikan.co.id/               sukulani/          Sultani, Zofrano Ibrahimsyah Magribi. 2022. Kegiatan Berburu dan Meramu sebagai Nilai Tradisi               Prasejarah Masyarakat Papua dalam Menjaga Keseimbangan Lingkungan Hidup. Diakses                dari:                  https://www.academia.edu/89523807/Kegiatan_Berburu_dan_Me                ramu_sebagai_Nilai_Tradisi_Prasejarah_Masyarakat_Papua_dala               m_Menjaga_Keseimbangan_Lingkungan_Hidup           Tiah, Putri. 2022. Mengenal Food Gathering, Zaman Berburu dan Meramu Tingkat Sederhana.               Diakses dari: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6435811/mengenal-food gathering-                zaman-berburu-dan-meramu-tingkat-sederhana.Sistem Pengetahuan.","Efendi, Ahmad. 2021. Pengertian Kearifan Lokal Menurut Para Ahli dan Fungsinya.               Dilansir  dari:  https://tirto.id/pengertian-kearifan-lokal-menurut-para-ahli-dan-                fungsinya-gjsF            Monika, Kadek Ayu. Gambaran Kecemasan Orangtua yang Hanya Memiliki Anak                Perempuan di Kabupaten Tabanan, Bali. Dilansir dari:                https://www.unud.ac.id/in/tugasakhir1302205010.html#:~:text=In               donesia%20mengenal%20tiga%20sistem%20kekerabatan,parenta                l%20(Sukerti2C%202012).                Talago, Inyiak. 2022. Teori-Teori tentang Religi Menurut Para Ahli. Dilansir dari:               https://www.materisma.com/2015/08/teori-teori-tentang-religi.html            Silvia, Danis. 2017. TARI GAJAH MENUNGGANG : Analisis Perubahan Fungsi                Tari Pada Masyarakat Suku Sekak Di Desa Pongok Kecamatan Pongok Kabupaten               Bangka Selatan. Diakses dari:                http://repository.upi.edu/29899/4/S STR 1303674 Chapter1.pdf            Damar, Kurniadi. 2012. Hubungan Antara Kemampuan Musikal                Dengan Kemampuan Matematika Siswa Smp N1 Minggir Sleman. Diakses dari:                https://eprints.uny.ac.id/8191/3/BAB%202-               06208241018.pdf             SD Mayningrum. 2018. PENGEMBANGAN SENI TARI               LITERASI UNTUK KECERDASAN KINESTETIK DI SEKOLAH                  DASAR.                Diakses dari:                https://eprints.umm.ac.id/38768/3/BAB%20II.pdf","Aurissfan, Danial Fata. 2011. Perancangan pusat pe
1ngembangan seni rupa kontemporer di              Kota Malang. Diakses dari: http://etheses.uin-malang.ac.id/1459/4/07660055 Bab 2.pdf          D VIRANDA      • 2022. BAB II REPRESENTASI             PERUNDUNGAN (BULLYING) DAN PENDEKATAN SOSIOLOGI                        SASTRA.              Diakses dari:              http://digilib.ikippgriptk.ac.id/id/eprint/1186/3/BAB%20II.pdf         Wikipedia. 2023. Teater. Diakses dari:              https://id.wikipedia.org/wiki/Teater          Redaksi .May 22, 2020. Alat Musik Khas Papua Ternyata Punya             Fungsi Sosial. Diakses dari:              https://jagapapua.com/article/detail/2836/alat-musik-khas-papua  ternyata-punya-fungsi-             sosial          Yikwa, Ezemin. 2022. Acara wisisi lani perpisahan U.GW Dan D.K di lapangan merah putih              di Tolikara 2022. Diakses dari: https://www.youtube.com/watch?v=st2wdK CEbI         Ruddy W Chann'L. 2022. GS Girls - Tarian Wisisi Terbaru              WAMENA      Papua. Diakses dari:             https://www.youtube.com/watch?v=s6mr5Yqvtdk          Dreamstime Stock Photos. 2022. Yali Mabel, Chief Of Dani Tribe,              Papua, Indonesia Editorial Stock Photo - Image of hunter, guinea: 9341848.  Diakses             dari:              https://id.pinterest.com/pin/33495590969516173/          Kreator ursula1964. 2018. INDONESIA, PAPUA NEW GUINEA, WAMENA, IRIAN             JAYA, 20 Agustus 2018: Gadis-gadis muda dari suku Papua dengan mahkota indah dari              bulu burung di festival              Lembah    Baliem   di   Wamena,     Papua   Nugini.   Diakses   dari:             https://id.depositphotos.com/stock-photos/wamena.htm          Johannez, Peter. 2022. Perempuan Suku Muyu Papua. Diakses dari:             https://id.pinterest.com/pin/631066966529210967/          Daeng Ipul, Syaifullah. 2021. Apakah masi
1h banyak yang menggunakan              koteka di Papua?. Diakses dari: https://id.quora.com/Apakah-masih-              banyak-yang-menggunakan-koteka-di-Papua",""];

Line numbers count LF bytes from the start of the resource, as the search results do. Vendor segments are library code the classifier recognised; they are stored but not indexed. Bytes are shown as Latin1 characters, one per byte.