1var textForPages = ["SMA SEKOLAH ANAK INDONESIA S K LANI su ku U U NAMENDEK B U D A Y A AN PIGAGIN ââ SAYA PUNYA BUDAYAâ ââSAYA YANG PEGANGâ","(Foto: pngwing.com) Kabupaten Tolikara adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Papua Pegunungan, Indonesia. Motto Kabupaten Tolikara âNawi Arigiâ 1. Letak geografis Kabupaten Tolikara secara Geografis berada pada garis koordinat 138 0 00â57â â 138 0 54â32â Bujur timur dan 2 0 52â58â â 3 0 51â2 â Lintang selatan. Kabupaten Tolikara berada pada ketinggian 3.300 mdpl, dimana sebagian besar wilayahnya terdiri dari pegunungan ( dataran tinggi) yang dilalui beberapa aliran sungai dan anak sungai yang berasal dari perbukitan dan gunung yang ada disekitarnya. Bila dilihat dari kemiringan lahannya, maka hampir sebagian besar didominasi oleh kemiringan lahan diatas 40 %. 2 . Batas wilayah ⢠Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Mamberamo Raya ⢠Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Lanny Jaya dan Kabupaten Jayawijaya ⢠Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Mamberamo Tengah ⢠Sebelah Barat : Berbatasan dengan Puncak Jaya 3 . Luas wilayah Luas wilayah Kabupaten Tolikara berdasarkan Undang â Undang no 26 Tahun 2002 tentang pembentukan Kabupaten Tolikara adalah seluas ± 14.564 Km2, atau 1.456.400 Ha, dimana Distrik Karubaga menjadi Ibukota Kabupaten Tolikara. Awal pemekaran Kabupaten Tolikara pada tahun 2002. Jumlah Distrik 46 Distrik dan 7 Distrik Persiapan serta 541 Kampung/Desa dan 4 Kelurahan. Jumlah penduduk kabupaten Tolikara pada tahun 2020 berjumlah 250.742 jiwa, dengan kepadatan penduduk 44,87 jiwa/km² Sumber :https://www.tolikarakab.go.id/?mod=halaman\&id=e369853df766fa44e1ed0ff613f563bd","(Foto:suaradani.com) Sumber: https://www.kompasiana.com/ 4 . Ekonomi Kontribusi utama perekonomian kabupaten Tolikara datang dari pertanian. Di daerah pedalaman yang merupakan ulayat secara turun temurun, kegiatan pertanian dilakukan secara tradisional. Lahan tanaman bahan pangan sebagian besar ditanami ubi jalar dan singkong , selain ubi jalar dan singkong masyarakat Tolikara juga membudidayakan sayur mayur seperti sayur labu siam(kopingga), sayur kol, kacang panjang, buncis dll masyarakat Tolikara juga banyak yang membudidayakan tanaman pandan-pandanan seperti buah merah. Tanaman ini memang merupakan makanan pokok penduduk kabupaten Tolikara. Sama seperti daerah lain di Papua, babi merupakan ternak utama masyarakat di Tolikara. Tolikara juga merupakan daerah penghasil batu gamping yang digunakan sebagai bahan baku pengolahan semen, potensi batu gamping mencapai jutaan ton kubik. Batu gamping merupakan salah satu mineral industri yang digunakan oleh sektor industri dan pertanian, bangunan, penstabil jalan raya, pengapuran, pertanian, bahan keramik, industri kaca, pembuatan karbit, untuk peleburan dan pemurnian baja Sumber: https://materiipa.com/batu-gamping","Kecamatan/distrik di Tolikara ⢠Air Garam ⢠Geya ⢠Kuari ⢠Tagineri ⢠Bewani ⢠Gilubandu ⢠Kubu ⢠Timori ⢠Bokondini ⢠Goyage ⢠Nabunage ⢠Umagi ⢠Bokoneri ⢠Gundagi ⢠Nelawi ⢠Wakuo ⢠Dorman ⢠Kamboneri ⢠Numba ⢠Wari/Taiyeve ⢠Dow ⢠Kanggime ⢠Nunggawi ⢠Wina ⢠Dundu ⢠Karubaga ⢠Panaga ⢠Woniki ⢠Egiam ⢠Kembu ⢠Poganeri ⢠Wunin ⢠Kondaga ⢠Sbey ⢠Yuneri Penganut Agama NO Agama Presentase 1 Kristen Protestan 98,98% 2 Kristen Katolik 0,28% 3 Islam 0,69% 4 Buddah 0,01% 5 Hindu 0,01%","Daftar Bupati di Tolikara Mulai Akhir No Bupati [8] Prd. Ket. Wakil Bupati menjabat menjabat â Billy Wilhelmus Jamlean 2002 2005 â â 25 Agustus â Frans Robert Kristantus 20 April 2005 [9] 2005 25 Agustus 25 Agustus Mistien 1 John Tabo 1 [10] 2005 2010 Towolou Washington Turnip 25 Agustus â 22 Juli 2011 (Penjabat) 2010 Yusmin Timang 16 â (Pelaksana Tugas 22 Juli 2011 September â â Sementara) 2011 Alfons Ses
1a 16 September â 10 Juli 2012 [11] (Penjabat) 2011 Usman Wanimbo 2 10 Juli 2012 10 Juli 2017 2 [12] Amos Jikwa SE, M.Si 16 Oktober â 10 Juli 2017 â â 2017 Usman Wanimbo 16 Oktober Masih [13] 3 Dinus Wanimbo SE, M.Si 2017 Menjabat","TempatWisata di Tolikara Bukit Talapaga Wisata Pemancingan Danau Biuk Paralayang Sumber: https://investasiindonesia.id/galeri-foto/kabupaten-tolikara/","(Sumer: papua.antaranews.com)","(sumber : id.wikipedia.org) Kabupaten Lanny Jaya adalah sebuah kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, Indonesia. Ibu kotanya adalah Distrik Tiom Kabupaten ini dibentuk pada tanggal 4 Januari 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008. Peresmiannya dilakukan oleh Mendagri Mardiyanto pada tanggal 21 Juni 2008. Motto Kabupaten lanny Jaya yaitu âLambunik Yabu Eruwokâ 1 . Letak geografis Kabupaten Lanny Jaya secara geografis berada pada garis koordinat 3.9124°S 138.2877°T Kabupaten Lanny Jaya berada pada ketinggian 2 117,420 mdpl, dimana sebagian besar wilayahnya terdiri dari pegunungan ( dataran tinggi). 2 . Kecamatan/distrik di Lanny Jaya ⢠Awina ⢠Gollo ⢠Melagi ⢠Tiom ⢠Ayumnati ⢠Guna ⢠Melagineri ⢠Tiomneri ⢠Balingga ⢠Gupura ⢠Milimbo ⢠Tiom ollo ⢠Balingga Barat ⢠Karu ⢠Mokoni ⢠Wano Barat ⢠Bruwa ⢠Kelulome ⢠Muara ⢠Wereka ⢠Buguk Gona ⢠Kolawa ⢠Nikogwe ⢠Wiringgambut ⢠Dimba ⢠Kuly Lanny ⢠Niname ⢠Yiginua ⢠Gamelia ⢠Kuyawage ⢠Nogi ⢠Yiluk ⢠Gelok Beam ⢠Lannyna ⢠Pirime ⢠Yugungwi ⢠Goa Balim ⢠Makki ⢠Poga","Penganut Agama No Agama Presentase 1 Kristen protestan 99,93% 2 Kristen katolik 0,07% Dari persentase di atas terpampang jelas bahwa di Kabupaten Lannya Jaya mayoritas penganut agama yang dilansir dari id.Wikipedia.org adalah kristen 100% Daftar Bupati Lanny Jaya Ket Wakil No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. . Bupati Pribadi Sukartono â 21 Juni 2008 2010 [6] (Penjabat) Doren Wakerwa â â â 2010 2010 [7] (Pelaksana Harian) John Way â 2010 2011 (Penjabat) 1 Befa Yigibalom 25 Oktober 2011 25 Oktober 2016 1 [8] Berthus Kogoya Christian Sohilait â 25 Oktober 2016 16 November 2016 [9] (Pelaksana Harian) â â Sendius Wonda â 16 November 2016 22 Mei 2017 [10] (Penjabat) (1) Befa Yigibalom 22 Mei 2017 22 Mei 2022 2 [11] Yemis Kogoya","(Foto: tribratanews.papua.polri.go.id) Foto : cenderawasihpos.jawapos.com 3 . Ekonomi Seperti pada umunya ekonomi daerah daerah suku lani di Papua Pegunungan datangnya dari pertanian, kegiatan pertanian di Kabupaten Lannya Jaya masi
1h dilakukan dengan cara tradisional. Lahan tanaman bahan pangan lokal sebagian besar yang ditanam adalah ubi. Perempuan yang kerja di ladang, laki-laki membuat pagar dan pekerjaan pekerjaan yang berat. Pekerjaannya berkebun betatas, buah merah, jeruk, nenas, alpukat, pisang, jagung, dan berburu (pada umunya dilakukan oleh laki-laki). 4 . Luas wilayah Luas wilayah Kabupaten Lanny Jaya berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2008 tentang pembentukan Kabupaten Lanny Jaya adalah seluas 6.077,4 km², dan memiliki populasi 148.522 jiwa pada Sensus 2010 dan 196.399 jiwa pada Sensus 2020. Kabupaten Lanny Jaya Ibukotanya adalah Tiom. Awal pemekaran Kabupaten Lanny Jaya pada 4 Januari 2008. Jumlah Distrik 40 Distrik, Kelurahan 1 dan dan jumlah Kampung ada 355 kampung. 5 . Batas wilayah ⢠Utara : Kanggime, Karubaga dan Goyage, Kabupaten Tolikara dan Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah ⢠Timur : Asologaima, Kabupaten Jayawijaya ⢠Selatan : Mbuwa, Yigi, Mugi, Mapenduma dan Geselma, Kabupaten Nduga ⢠Barat : Ilaga, Illu","K A B U P A T E N L A N N Y J A Y A","Tempat Tempat Terkenal di Lanny Jaya Centre Point Kalau kam lihat dari de pu nama, kam pasti sudah tahu toh apa fungsi dari bangunan ini. Yap, bangunan ini berfungsi sebagai penanda pusat dari Lanny Jaya. Tra hanya memiliki bentuk bangunan yang unik, Centre Point juga punya pemandangan yang indah, seperti yang kam lihat barisan pegunungan yang terletak persis di belakangnya. Gereja Baptis Kuminiki Sumber: Instagram@moppapua Seperti gereja pada umumnya, Gereja Baptis Kuminiki juga dijadikan sebagai tempat ibadah umat Nasrani. Meskipun demikian, Gereja Baptis Kuminiki juga layak untuk dijadikan sebagai destinasi wisata, karena memang memiliki pemandangan yang menawan. Lokasinya yang berada di dataran tinggi membuat gereja ini memiliki udara yang sejuk. Sumber: Instagram@explorelannyjaya Gunung Malibaga Selanjutnya ada Gunung Malibaga, yang sebenarnya lebih mirip seperti bukit. Seperti kebanyakan gunung pada umumnya, Gunung Malibaga juga memiliki pemandangan yang indah dan suasana yang sejuk. Di bawah kaki Gunung Malibaga juga terdapat aliran sungai, yang tentunya cukup menyegarkan. Bermain air di sungai sambil menikmati kegagahan Gunung Malibaga adalah aktifitas terbaik yang bisa dilakukan ketika akhir pekan. Sumber: Instagram@explorelannyjaya","Distrik Makki Distrik Makki sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat healing, ketika sedang berada di Lanny Jaya. Karena memang Distrik Makki memiliki suasana yang tenang, ditambah dengan pemandangannya yang juga menyejukkan mata. Distrik Gelok Beam Sumber: Instagram@explorelannyjaya Jika dibandingkan dengan Distrik Makki, Distrik Gelok Beam bisa dibilang memiliki suasana yang lebih sepi. Karena memang tidak banyak warga yang bermukim di distrik yang ini. Padahal secara pemandangan di Distrik Gelok Beam juga lebih indah. Sepanjang mata memandang kita akan disuguhkan pegunungan hijau yang berdiri dengan gagah. Pirime-Bugukgona Sumber: Instagram@explorelannyjaya Selanjutnya ada Pirime-Bugukgona, yang tak lain adalah sebutan untuk sebuah bukit di Distrik Bugukgona. Dari atas bukit tersebut, kita bisa menyaksikan panorama alam di sekitar Distrik Bugukgona, yang didominasi oleh barisan pegunungan yang hijau. Sumber: [email protected]","Acara adat Suku Lani (Bakar Batu)","HONAI https://www.idntimes.c
1om/travel/destination/sinta-listiyana-2/fakta-honai-rumah-adat-papua-c1c2","https://bangunpapua.com/2022/08/05/5-jenis-rumah-adat-papua-dan-keunikannya/ Rumah honai atau rumah onai merupakan rumah tradisional masyarakat Papua Pegunungan khususnya suku Dani dan Lani . Rumah honai berbentuk bulat atau kerucut dengan pintu kecil dan tidak dilengkapi jendela. Bangunan dibuat tanpa jendela karena untuk melindungi suku Dani yang tinggal di daerah dengan udara sangat dingin pegunungan Papua. https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_honai","Filosofi Rumah Honai Filosofi bangunan Honai, rumah adat papua yang berbentuk melingkar atau bulat mempunyai artian : 1. Menjaga kesatuan dan persatuan yang paling tinggi sesama suku serta mempertahankan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. 2. Dengan tinggal dalam satu honai maka kita sehati, sepikir,dan satu tujuan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. 3. Honai merupakan symbol dari kepribadian dan merupakan martabat dan harga diri. 4. honai adalah salah satu harta waris dan benteng perlindungan dari pengaruh iklim,cuaca,binatang liar dll. https://nareckhpindesnet.blogspot.com/2019/04/honai-home-rumah-adat-papua-daerah.html?sc=1675645429584#c4932579106461583434 https://superlive.id
1/superadventure/wilderness/keunikan-rumah-adat-papua-beserta-dengan-4-faktanya","Honai di suku lani terdiri dari dua jenis yaitu, honai laki-laki, honai perempuan dan honai untuk ternak (Babi). Kedua honai ini memiliki bentuk yang bisa dibilang sama namun memiliki fungsi yang berbeda. 1. Honai Laki-laki (Kunume/Kuname) Honai laki-laki adalah tempat yang biasanya digunakan oleh laki-laki untuk tidur atau mendiskusikan sesuatu seperti, kegiatan bakar batu, pembukaan lahan, membersihkan lingkunggan sekitar(Kampung), perang dan lainnya. Dan kunume ini biasanya terdapat satu setiap kompleks atau desa. Jadi digunaka untuk berkumpul oleh kepala keluarga desa atau kompleks tersebut. Honai laki-laki biasanya terdiri dari dua lantai. 2. Honai Perempuan/Honai Keluarga Honai perempuan adalah tempat tinggal untuk keluarga dan honai perempuan ini biasanya digunakan untuk kegiatan rumah seperti , memasak, tidur dan belajar dan lainnya. 3.Honai Ternak(Honai) Sesuai dengan namanya hanai ternak adalah honai yang digunakan untuk memelihara babi. https://superlive.id
1/superadventure/wilderness/keunikan-rumah-adat-papua-beserta-dengan-4-faktanya","https://www.indozone.id/life/d5soWqm/5-keunikan-honai-rumah-adat-papua-suku-dani Ciri-ciri Honai ⢠Rumah ini memiliki ciri khas yaitu berbentuk dasar lingkaran dengan rangka kayu dan beratap kerucut yang terbuat dari jerami. Tinggi rumahnya hanya mencapai 2,5 meter. Uniknya, semua bahannya berasal dari kayu dan jerami atau ilalang. ⢠Rumah Honai tidak memiliki jendela dan hanya ada satu pintu. Hal ini bertujuan untuk melindungi dari suhu dingin, mengingat suhu di sana bisa mencapai 10-15 derajat Celcius pada waktu malam. ⢠Dengan bentuk atap kerucut yang menutupi hingga bawah ini bertujuan untuk melindungi seluruh permukaan dinding agar tidak terkena air hujan. Selain itu, juga agar orang-orang yang di dalamnya tidak kedinginan. https://indonesiabaik.id/infografis/honai-rumah-mungil-khas-papua#:~:text=Ciri%20Khas%20Rumah%20Honai,dan%20hanya%20ada%20satu%20pintu.","Bahan Untuk Pembuatan Honai ⢠Kayu besi (oopir) digunakan sebagai tiang tengah ⢠Kayu buah besar ⢠Kayu batu yang paling besar ⢠Kayu buah sedang ⢠Jagat (mbore/pinde) ⢠Tali (kele) ⢠Alang-alang (Wongger/Ongger) ⢠Papan yang dikupas ⢠Papan las (Kobar) https://www.selasar.com/rumah-adat/honai/ https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5965621/rumah-adat-honai-khas-papua-ini-sejarah-dan-jenisnya","Sketsa Honai https://nareckhpindesnet.blogspot.com/2019/04/honai-home-rumah-adat-papua-daerah.html?sc=1675645429584#c4932579106461583434 1. Gambar satu adalah sketsa dasar honai. Empat titik tersebut adalah empat tiang yang memanjang hingga ke atap dan ditengah empat tiang itu digunakan untuk tungku api. 2. Gambar dua adalah sketsa yang menjelaskan bentuk honai setelah dipapan dan proses pembentukan atap. 3. Gambar tiga adalah gambar setelah kerangka atapnya jadi. 4. Gambar empat adalah honai yang sudah jadi setelah diberi alang- alang. Atap honai dan papan diikat menggunakan tali besi supaya lebih kuat.","https://nareckhpindesnet.blogspot.com/2019/04/honai-home-rumah-adat-papua-daerah.html?sc=1675645429584#c4932579106461583434","Diameter honai bisa 4-6 meter (r=2m-3m). Jadi jika diameternya 4m, maka: 1. luas lingkaran Honai =Ï x r² =3,14 x 2m x 2m =12,56 m2 2. Keliling Lingkaran =Ï x d =3,14 x 4m =12,56 m Rata-rata tinggi honai adalah 2,5m. Dan tinggi dari setengah honai atau bentuk tabungnya adalah 1,5 meter, maka: 1.Volume Tabung honai =Ï x r² x t =3,14 x 2 x 2 x 1,5 =12,56 m2 x 1,5 m =18,84 m3 Rata-rata tinggi atap honai adalah 1m, maka: 1.Volume atap honai (1/2 bola) =4/3 x Ï x r3 x 1/2 =4/3 x 3,14 x 2 x 2 x 2 x ½ =16,746 m3 2.Luas permukaan atap honai (1/2 bola) =4 x Ï x r2 x 1/2 =4 x 3,14 x 2 x 2 x ½ =25,12 m2 Jadi volume honai adalah: =Volume tabung honai + Volume atap honai =18,84 m3 + 16,746 m3 =35.586 22","Sumber Listiyana, Sinta. 2022. 10 Fakta Honai, Rumah Adat Papua yang Unik dan Punya Banyak Fungsi. Diakses dari:https://www.idntimes.c
1om/travel/destination/sinta-listiyana-2/fakta-honai-rumah- adat-papua-c1c2 Icha. 2022. 5 Jenis Rumah Adat Papua dan Keunikannya!. Diakses dari:https://bangunpapua.com/2022/08/05/5-jenis-rumah-adat-papua-dan-keunikannya/ Wikipedia. 2023. Rumah Honai. Diakses dari:https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_honai Pindes. 2019. filosofih rumah honai papua. Diakses dari: https://nareckhpindesnet.blogspot.com/2019/04/honai-home-rumah-adat-papua-daerah.html ?sc=1675645429584#c4932579106461583434 Wilderness. 2018. KEUNIKAN RUMAH ADAT PAPUA HONAI BESERTA 4 FAKTANYA!. Diakses dari: https://superlive.id/superadventure/wilderness/keunikan-rumah-adat-papua-beserta-dengan-4- faktanya Ikhsan dan Indriyana. 2022. 5 Keunikan Honai Rumah Adat Papua Suku Dani. Diakses dari: https://www.indozone.id/life/d5soWqm/5-keunikan-honai-rumah-adat-papua-suku-dani/read-all Andrean W. Finaka, Rosi Oktari, Chyntia Devina. 2022. Honai, Rumah Mungil Khas Papua. Diakses dari:https://www.indozone.id/life/d5soWqm/5-keunikan-honai-rumah-adat-papua-suku- dani/read-all Fauzi, Anas. 2022. Rumah Adat Honai. Diakses dari: https://www.selasar.com/rumah-adat/honai/ Anjani, Anatasia. 2022. Rumah Adat Honai Khas Papua, Ini Sejarah dan Jenisnya. Diakses dari:https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5965621/rumah-adat-honai-khas-papua-ini- sejarah-dan-jenisnya","","A. Aksesoris Aksesoris, dalam bebera
1pa kamus bahasa dimengerti sebagai barang atau benda tambahan yang berfungsi sebagai pelengkap. Benda yang dimaksud di sini dapat berfungsi mutlak atau hanya sekedar dekorasi. Pepis (1965). Sedangkan menurut KBBI aksesori adalah barang yang berfungsi sebagai pelengkap dan pemanis busana. Kabupaten Lanny Jaya dan Tolikara yang merupakan tempat tinggal dari sebagian Suku Lani dikenal berbagai macam aksesoris yang penuh sarat estetika dan makna. Di dalam katalog berbagai macam aksesoris yang biasa digunakan oleh sebagian masyarakat Suku Lani, di Kabupaten Lanny Jaya dan Tolikara.","1.Luki Luki adalah salah satu aksesoris kepala yang berasal dari Suku Lani Papua. Luki sering kali digunakan saat ada acara adat seperti bakar batu, penyambutan tamu âorang besarâ. Luki terbuat dari bulu burung Cendrawasih yang berwarna putih atau kuning, dan bulu ayam. Terkadang hiasan ini juga dikombinasikan dengan bulu kelinci. Namun karena saat ini burung cendrawasih semakin Langkah, Suku Lani biasanya mengganti dengan bulu burung atau noken sebagai aksesoris bagian kepala. Aksesoris kepala","2.Mini Mini Biji kesumba Petiole Mini adalah hiasan atau body painting yang sering digunakan oleh Suku Lani. Bahan yang digunakan untuk menghias wajah adalah biji kesumba untuk memperoleh warna merah, lalu untuk memperoleh warnah hitam atau gelap biasanya Suku Lani menggunakn arang, oli, ampas kopi dan tanah sedangkan untuk warna putih biasanya menggunakan odol atau getah dari petiole singkong. Suku Lani menggunakan Mini untuk berkamuflase saat berperang, menakuti lawan saat berperang, sebagai hiasan saat mengikuti suatu acara adat, dan sebagai hiasan kecantikan bagi wanita. Saat ini Suku Lani menggunakan Mini pada saat ada acara adat saja. Mini","3. Tenggen /gelang rotan Tenggen merupakan salah satu alat aksesoris budaya ari Suku Lani. Tenggen ini biasanya digunakan di kehidupan sehari-h
1ari di Suku Lani. Tenggen juga merupakan alat aksesoris yang biasa digunakan pada saat upacara adat. Tenggen biasa dikenakan pada lengan. Tenggen lebih banyak dikenakan oleh pria namun bagi wanita tidak ada larangan untuk memakai Tenggen. Tenggen terbuat dari rotan yang dikeringkan kemudian dibentuk menyerupai gelang yang melingkar dan dipakai di bagian lengan atas.","4.Taring Babi/ Wam Eyak Wam Eyak (Taring babi) adalah salah satu bahan yang sering digunakan sebagai aksesoris suku lani. Wam Eyak (Taring babi) biasanya dikenakan oleh pria suku lani. Wam Eya dikenakan di hidung yang sengaja diberi lubang. Wam eyak juga biasa dipasang sebagai mata kalung. Taring babi biasanya dambil dari bekas babi yang sudah dimasak dagingnya untuk sebagai makanan dan gigi taringnya diambil untuk dijadikan mata kalung atau hiasan aksesoris lainnyaa.","B.Pakaian Adat pakaian adalah segala benda yang dipakai di badan, seperti baju, celana, dan lain- lain.Pakaian adat adalah pakaian tradisional yang sudah dipakai turun-temurun dan merupakan salah satu identitas daerah yang dibanggakan o1eh sebahagian besar pendukung kebudayaan tersebut. Salah satu fungsi pakaian adat adalah untuk memeringati perayaan hari besar. Pakaian adat akan dikenakan dalam setiap perayaan hari besar. Suku lani biasanya menggunakan pakaian pada saat ada acara seperti bakar batu, pelantikan bupati dan lainnya.","1. Koteka/ Kobeba Koteka Koteka adalah pakaian khas suku Lani yang berfungsi sebagai pelindung badan (Kelamin laki-laki). Koteka digunakan oleh laki-laki dalam kehidupan sehari- hari. Namun seiringnya berjalan waktu, sekarang koteka digunakan pada saat ada acara saja. Koteka terbuat dari labu yang dikosongkan isinya lalu dikeringkan.","Jenis labu yang digunakan untuk membuat koteka adalah labu air (lagenaria siceraria). Jenis labu ini adalah labu yang panjang. Labu ini ditanam dan diproses sehingga berbentuk yang dinamakan koteka yang digunakan oleh kaum laki-laki.","Ada tiga cara penggunaan koteka, yaitu 1. Tegak lurus: menandakan bahwa pemakainya adalah \"pria sejati\". Makna simbolik lainnya mengisyaratkan, pria yang memakainya masi
1h perjaka, belum pernah melakukan persebadanan. 2. Miring ke samping kanan: simbol kejantanan, bermakna bahwa penggunanya adalah pria gagah berani, laki-laki sejati, pemilik harta kekayaan yang melimpah, memiliki status sosial yang tinggi atau mempunyai kedudukan sebagai bangsawan. \"Kanan\" menandakan kekuatan bekerja, keterampilan memimpin, dan pengayom rakyat. 3. Miring ke samping kiri: bermakna pria dewasa yang berasal dari golongan menengah dan memiliki sifat kejantanan sejati. Juga menunjukkan pemakainya adalah keturunan Panglima Perang (apendabogur).","2. Sali (Foto: antarafoto.com) SALI KERAGI SALI KOE Sali adalah pakaian khas suku Lani yang berfungsi sebagai pelindung badan. Sali di pakai oleh wanita dalam kehidupan sehari hari pada zaman nenek moyang, untuk zaman sekarang pakaian adat ini dipakai saat upacara adat ataupun acara acara besar lainnya. Untuk bahan dasar pembuatan Sali yaitu dari kulit kayu. Ada dua macam sali yang pertama yaitu sali keragi yang dimana didominasi oleh warna coklat dan bagian ujung sali keragi bisanya berwarna ungu tua, yang kedua yaitu sali koe, sali koe disusun oleh warna yang beragam mulai dari warna Hijau, Kuning, merah, dan ujung Sali koe biasanya warna ungu tua.","C. Senjata Tradisional Senjata tradisional merupakan benda yang memiliki peran dalam membantu kehidupan pada pendahulu kita nenek moyang bangsa indonesia. Peran dimaksud dalam hal kegunaanya sebagai alat â alat untuk berburu,bertani,berperang atau perlindungan diri baik dari serangan musuh atau binatang buas.","1. Yigin Yigin Yigin merupakan senjata tradisional yang digunakan oleh Suku Lani untuk berburu hewan, selain itu juga biasanya digunakan pada saat berperang. Dan juga Senjata ini biasanya digunakan atau di bawa pada saat upacara adat. Busur panah biasanya terbuat dari kayu, namun kayu yang digunakan untuk membuat busur panah tidak sebarang kayu, tetapi ada kayu khusus yang digunakan. Nama kayu yang biasanya digunakan untuk membuat yigin dalam bahasa suku lani adalah kayu bumbu,kayu malelo,kayu nanguri dan kayu kalinggirak. Begitupun dalam membuat anak panah tidak bisa menggunakan sembarangan kayu, melainkan harus menggunakan kayu khusus yang biasanya disebuat dalam bahasa suku lani adalah kalum dan libu. Sedangkan untuk tali panah juga demikian tidak terbuat dari sembarangan tali melainkan tali khusus yang namanya dalam bahasa suku lani adalah telop dan brin. Alasan menggunakan barang âbarang khusus dalam pembuatan yigin ialah supaya senjata yigin tidak mudah untuk patah saat digunakan atau dipakai dan juga tali yigin tidak mudah untuk putus. Dan dalam membuat yigin ini, tidak serabarang orang yang membuatnya tetapi ada orang-orang yang memang punya ahli dalam pembuatan yigin itu yang membuat yigin.","Male ( anak panah ) Yigin Engale ( tali panah) Yigin ( Busur panah)","2. Woluwak Woluwak atau tombak merupakan senjata tradisional Suku Lani yang digunakan untuk berburu. Woluwak terbuat dari kayu dengan ujung yang tajam. Woluwak biasanya digunakan untuk berburu. Berburu merupakan salah satu sistem mata pencaharian Suku Lani. Woluwak juga dipergunakan sebagai salah satu senjata berperang untuk mempertahankan atau merebut wilayah.","(Sumber: https://www.idntimes.c
1om/) K U L I N E R S U K U L A N I","LATAR BELAKANG Kuliner Makanan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Makanan yang dikonsumsi manusia dianjurkan mengandung gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Indonesia yang terkenal dengan keanekaragaman budayanya, juga memiliki keanekaragaman dalam makanannya. Setiap suku di Indonesia seperti suku Sunda, suku Batak, suku Dayak, suku Lani, suku Dani, suku Asmat, dan sebagainya .mempunyai masakan khas yang berbeda dengan cita rasa yang berbeda pula. Jika diolah secara profesional menjadi makanan khas dan sajian kuliner yang lezat, kuliner Indonesia dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan menjadi identitas bangsa. Kuliner menjadi sangat penting sebagai budaya bangsa. Indonesia memiliki banyak keanekaragaman makanan yang berbeda antar daerah, harus dijaga agar tidak diklaim oleh negara lain. Seperti halnya tarian, kuliner adalah bagian dari identitas Budaya Indonesia. Saat ini banyak orang yang mulai meninggalkan kuliner traditional dan mulai terpengaruh dengan budaya luar seperti jenis-jenis makanan yang kita konsumsi seperti KFC, steak, burger, dan lain-lain. Masyarakat menganggap makanan tersebut hieginis, modern, dan praktis. Tanpa kita sadari makanan-makanan tersebut juga telah menjadi menu keseharian dalam kehidupan kita. Hal ini mengakibatkan makin langkanya berbagai jenis makanan tradisional. jika hal ini terus terjadi maka tak dapat dihindarkan bahwa anak cucu kita kelak tidak tahu akan jenis-jenis makanan tradisional yang berasal dari daerah asal mereka. Oleh karena itu, kami akan fokus membahas tentang kuliner yang berasal dari suku lani. Berikut ini adalah beberapa list kuliner yang ada di daerah suku Lani.","Ubi bakar Buah merah https://cookpad.com/id/resep/10724009-ubi-bakar-happy-call https://id.pinterest.com/pin/138696863516311415/ Bakar Batu Jagung Bakar https://id.pinterest.com/pin/730075789608499977/ idntimes.com/food/recipe/naufal-al-rahman-1/resep-babi-bakar Woromo bakar https://www.facebook.com/100042548443775/videos/kelapa-hutansedikit- bercerita-ttng-kwalitas-dan-manfaat-nya-cuman-orang-wamena- y/205817874088070/","Woromo di asap Kacang kedelai rebus https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pandanus_julianettii_nuts.png https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pandanus_julianettii_nuts.png https://id.pinterest.com/pin/101401429096186978/ Kue nasi Keripik Singkong https://www.tokopedia.com/velin-shop/opak-singkong-mentah-besar-cemilan-tradisional Dari beberapa kuliner di atas ,kami memilih Kue Nasi dan keripik Singkong untuk di bahas dalam katalog ini. Tujuan Tujuan kami membuat katalog ini adalah untuk mendokumentasikan makanan kuliner di suku lani","Kue Nasi Kue Nasi adalah salah satu makanan khas daerah suku Lani. makanan ini berbentuk bulat dan bahan utama kue nasi ini terbuat dari nasi yang teksturnya lengket dan tepung. Makana ini umumnya di jual di kabupaten Tolikara, Wamena, dan Lanny Jaya. seperti yang kita ketahui bersama bahwa beras bukanlah makanan pokok masyarakat papua dan beras pun tidak tumbuh di sana akan tetapi mengapa kami memilih produk ini? Karena, masyarakat di suku lani banyak yang menjual produk ini, sedangkan produk ini tidak di jual di daerah lain. Karena itu kami menganggap produk ini adalah kuliner khas suku lani. https://cookpad.com/id/resep/12068491-mpasi-anti-gtm-bola-bola-nasi-crispy","Proses pembuata Kue Nasi Alat dan Bahan Bahan Alat ⢠Nasi bubur ⢠Plastik hitam/semacamnya. ⢠Minyak goreng ⢠Kuali/wajan ⢠Tepung ⢠Baskom. ⢠Air putih ⢠Sendok goreng ⢠Garam Langkah-langkah ⢠Siapkan alat dan bahan . ⢠Siapkan nasi bubur yang sudah dingin. ⢠bubur siapkan kantong plastik hitam kemudian bungkus dan dibulatkan, atau diratakan sesuai yang ingin dibuat. ⢠Siapkan tepung lalu dilarutkan dengan Sedikit air hingga larut. ⢠Masukkan bubur yang sudah di bungkus dengan Plastik tersebut, Masukkan ke dalam tepung. ⢠Setelah dibasahi tepung dengan bubur tersebut Masukkan kedalam wajan hingga goreng. ⢠Jika benar-benar ter goreng hasilnya bisa di sajikan. https://www.merdeka.com/gaya/resep-crispy-rice-ball-bola-bola-renyah-dari-nasi-sisa.html","Keripik Singkong Keripik singkong adalah salah satu kuliner yang ada di daerah suku Lani, yang berbentuk pipih dan besar seperti keripik opak, namun keripik singkong yang berasal dari suku lani ini lebih besar dari keripik opak. Keripik ini pada umumnya di jual di kabupaten Tolikara, Wamena, dan Lanny Jaya. Di daera suku lani singkong adalah salah satu tanaman yang mendominasi di daerah suku lani selain tanaman ubi, keladi, buah merah, kelapa hutan dan lain sebagainya karena itu kami mengambil kuliner ini untuk di bahas di katalog kami. https://www.tokopedia.com/velin-shop/opak-singkong-mentah-besar-cemilan-tradisional","Proses pembuatan keripik singkong Alat dan Bahan Bahan Alat ⢠Singkong ⢠Pisau ⢠Garam ⢠Kuali ⢠Sendok goreng ⢠Minyak goreng ⢠Baskom ⢠Penutup panci Langkah-langkah ⢠Pertama-tama Siapkan alat dan bahan. ⢠Mengupas kulit singkong dan di cuci sampai bersih. ⢠Parut singkong yang akan digunakan. ⢠Hasil parut dilarutkan dengan sedikit air dan tambahkan penyedap rasa. ⢠Siapkan plastik hitam, kemudian diratakan diatas penutup dandang sampai rapat. ⢠Tunggu terbentuknya padat Selama kurang-lebih 10 Menit. ⢠Setelah itu dipisahkan padatan tersebut kemudian dijemurkan dibawah sinar matahari sampai mengering. ⢠Setelah itu digoreng hingga betul-betul goreng dan hasilnya siap disajikan. https://www.lazada.co.id/tag/opak-singkong-besar/","K E U N I K A N S O S I A L","Keunikan Sosial dari Suku Lani Setiap suku di Papua pasti memiliki ritual tersendiri untuk menunjukkan rasa duka akibat kehilangan anggota keluarganya bagi suku Lani yang bermukim di Papua Pegununggan, oleh karena itu perempuan di suku lani akan memotong ruas jarinya. Tradisi ini biasa kami sebut dengan Iki Palek walaupun yang melaksanakan tardisi ini mayoritasnya adalah perempuan tetapi laki-laki juga bisa melakukan tradisi ini sebagai bentuk turut berduka. Menurut anggota suku Lani, menangis saja ti
1dak cukup untuk melambangkan kesedihan yang dirasakan. Rasa sakit dari memotong jari dianggap mewakili hati dan jiwa yang tercabik-cabik karena kehilangan. Biasanya suku Lani memotong ruas jarinya menggunakan pisau tradisional. Tradisi Iki Palek mulai menghilang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan agama. Dalam suatu keluarga jika ada yang meninggal maka mereka tidak perlu memikirkan biaya duka karena bisanya ada keluarga yang datang melayat tidak dengan tangan kosong , mereka akan membawa sembako, buah merah, kelapa hutan, buah buahan , dall untuk memenuhi kebutuhan duka selama tujuh hari hal ini bertujuan untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, sebenarnya bukan hanya sembako yang disumbangkan tetapi mereka juga menyumbangkan tenaga contohnya seperti membantu mencuci piring, membantu masak, dan membantu terima tamu. Jika ada sembako yang tersisa maka akan dibagikan ke rumah yang ada di sekitar acara duka yang membantu berlangsungnya acara duka seperti membantu memasak, menyediakan tempat menginap bagi orang- orang yang datang melayat dari jauh. Nilai nilai yang terdapat dalam tradisi duka adalah saling membantu orang yang sedang berduka sebagai makhluk sosial selain itu tercipta kerja sama antar warga untuk saling mendukung dalam susah maupun duka .","Tradisi le ndawi di suku Lani (le artinya menangis, sedangkan ndawi artinya menyanyi atau nyanyian) jadi ada salah satu orang yang akan mengelanturkan nyanyian â nyanyian dalam bahasa lani lalu yang lainnya akan melanjutkan nyanyian tersebut dengan suara tangisan. Nah, untuk liriknya tidak menentu atau bahkan tidak ada karena biasanya nyayinyan tersebut dilanturkan secara spontan dan sesuai suasana. Penggunaan bahasa dan ratapan Le ndawi dalam upacara atau ritual disesuaikan dengan tujuan dan acaranya. Ritual kematian Le ndawi memiliki lirik yang berbeda dengan ritual adat pada umumnya seperti penyambutan tamu dan bagi anak-anak yang baru saja pulang dari perantauan, pamitan kepada anak-anak merantau, dan bagi mereka yang tinggal di negeri asing. Nilai yang ingin disampaikan dari tradisi ini yaitu supaya bisa meratapi kepergian sanak saudara dengan kesedihan yang sangat mendalam dan untuk menyampaikan kepada anak-anak yang pulang rantau bahwa mereka sebagai orang tua sangat bangga karena telah meyelesaikan pendidikan dengan baik di negeri orang. (Jika ingin mendengar salah satu le ndawi di acara duka bisa di dengar di : https://www.youtube.com/watch?v=heg41Oo6Ric Masyarakat suku Lani memiliki suatu kebiasaan dimana setiap hasil panen yang pertama yang terbaik harus dikasih ke gereja untuk persembahan sebagai rasa syukur kepada Tuhan karena sudah memberkati tanah yang subur untuk menanam berbagai jenis tanaman. Nilai yang dipercaya oleh masyarakat suku Lani mengenai tradisi ini yaitu memmilki rasa syukur karena hasil panen yang bagus dan nilai kedua yang terdapat dalam tradisi ini yaitu mengutamakan Tuhan dalam segala hal. Tradisi ini biasannya kami sebut âAllah ake puguâ. Satu hal yang paling unik di suku Lani, perihal gigi tercabut yaitu jika gigi mereka tercabut maka mereka akan membuang gigi tersebut ke atap honai (ongger) dengan harapan gigi mereka akan cepat tumbuh dengan cara seperti itu, hal ini diterapkan oleh anak anak di Tolikara. Biasanya orang tua menceritakan tetang hal seperti ini supaya anak anak mereka tidak merasa takut untuk mencabut gigi.","","1. Tali Merdeka Tali Merdeka is a jump rope game in which players jump over rubber rope. It has obstacles of varying heights that are measured by the players body holding the rope stretch. Originally, this jumping rope had been played by Dutch children in during the Dutch colonialization in Indonesia. Children in Tolikara Regency also enjoy playing Tali Merdeka, or jumping rope. The name of the game refers to what the players should do in that game, especially in the final leap. Two people lift the rope above their heads with their fists. Then, they will say âMerdekaâ. This game could be played by a large number of people, the more the merrier, and it is played in two groups. To evenly divide into two groups, each player must do âhom-pim- paâ. The âhom-pim-paâ will be sung into a complete lyric, âHompimpa Alaium Gambrengâ which means from God back to God, letâs play. It was derived from Sanskrit language during Hindu-Buddhist era. Following the division of the groups, the leaders of each group must do ârock-paper-scissorsâ to determine which group will play the first. The Tali Merdeka game has several stages and the level difficulties will increase as the stages progress. The stages are described below: 1. Place the strap parallel to the sole (above ground floor). 2. Knee the strap 3. The rope is about waist-length 4. Strap at chest level 5. Ear-high strap 6. High rope on the head 7. The length of the rope is only one-inch above the head 8. The rope is only two inches above the head 9. The rope is at its highest position Tali Merdeka has the following rules: 1. Number of players should be between 3 and 10 people. 2. During the initial stages of the jump, the ground should not come into contact with the rubber from the waist up. 3. When handling the rubber, do not tiptoe. 4. If there are group members who cannot jump, they will be assisted or replaced by another friend who can. If a friend who assists you is unable to do so, take turns holding it. 5. If you win, take turns with the person who has it. It is clear from playing Tali Merdeka that the process has a variety of moral values. This game educates children about friendship, honesty, leadership, responsibility, a positive attitude, and obedience.","2. Pletokan Pletokan is the name of a bamboo toy gun with bullets made of moistened paper, water apple, or flower seeds. This game is popular among the Betawi people. However, the same game is played in Lanny Jaya, one of Papuaâs regions, though with a different type of bamboo. Pletokan, also know as âBum Bereâ in Laniâs language, is a bamboo-based game similar to a shotgun. Wet paper rolled into a small ball is used to make the bullet. Some people even use water apple seeds as bullets. Pletokan game rules clearly state that if a player is shot three times in a row, the player is considered lost. The game will end when all members of one group have been shot. The group that survives will be declared the winner. This traditional game teaches children the importance of teamwork while also developing strategies for victory. Furthermore, this game teaches children to plan and build strategies in groups to realize common desires, and when problems arise, they can solve the problems with their friends.","3. Tindis Ta Tindis Tindis Ta Tindis is a popular traditional game played by children in Papua province, particularly in Tolikara Regency. This traditional game is usually played by two people only. It is quite simple to play this game, they are as in follows: 1. Begin by drawing a square on the ground, as shown in the side figure. 2. If it has been drawn, the next step is to number each square box in the drawing according to the concept. 3. Then, one person is responsible for guarding the box in the picture while singing âTindis Ta Tindisâ five times and other friends throw the rolled rubber in the hand from a predetermined distance. 4. If a discarded roll of rubber bands falls into one the square boxes by number, the friend guarding the square box should give his rubber in accordance with the number on the square picture and stop singing. A given piece of rubber can be multiplied by the rubber roll that enters the square drawing. 5. If the discarded rubber band roll does not enter the square box with its number or touches an existing square box line, it belongs to the friend who guards the square box. And so on until one of his friends' rubber bands runs out, and the winner of this game is the friend with the most rubber bands. The traditional game does have moral value that its players can learn. If we want something, we must be willing to sacrifice something we already have.","4. Benteng-bentengan The origin of Benteng-bentengan game is unknown, but it has existed since a long time ago and is widely known throughout Indonesia under various names. This game is played by two groups of 4 to 8 people each. Each group selects a location as a base, typically a pole, stone, or pillar as a âfortressâ. When playing the game, players must comply with the rules outlined below: 1. Players must maintain their benteng. 2. Players who exit the fortress/benteng are considered to be the first to invade. This player will be pursued by the opponent, and if touched by the opponent's hand, he or she will be considered caught. 3. The earlier captured player became the opponent's prisoner. 4. Players must frequently return and touch benteng. 5. The group that touches the opponent's pole or pillar first and shouts \"Benteng!\" wins. There are numerous advantages to playing this traditional game, including the following below: 1. Improving children running speed and agility. 2. Increasing group cooperation and cohesion. 3. Enhancing children's movement activity and reduce the risk of obesity due to inactivity. 4. Rising endurance because fortification is a physical training game similar to sports.","5. Kelereng Segitiga/Pot Kelereng Kelereng Segitiga/Pot Kelereng, as the name suggests, employs a triangular throwing line arrangement. The triangular image is sometimes modified by drawing a straight line from the apex to the base of the triangle. The center line is used to arrange the marbles to be played. Marbles have been used in games since the 12th century, when the French called them 'billes,' which means small balls. However, it has been discovered that marbles existed in the ancient Egyptian civilization, specifically in 3000 BC. Marbles were created using stone and clay at the time. The game is played in a circle, with players taking turns throwing marbles at the target. If any marbles are aimed or hit so that they fall outside of the triangle line, the player has the right to take them. Marbles game is one example of a traditional game that can be used to train children's abilities. According to Mulyani (2016: 86), the advantages of playing marbles are as follows: 1) Helping children develop their fine motor skills. 2) Increasing children's concentration while playing. 3) Developing language for children. 4) Communicating with peers, work in groups, and solve problems while playing, among other things. Children's social interaction with their peers is also very positive.","6. Kaleng Boy (Boinas) The traditional game of Kaleng Boy (Boinas) is played by throwing the can until it falls and then rearranging the can while dodging the opponent's ball so that it does not hit the body. The group will be divided into two groups, each with the same number of members. Groups are usually divi
1ded by lottery hom pim paa alaium gambreng or by mutually selecting each other's members. The group that wins in a suit will be the group of enemies who will tear down the array of cans using the ball. Meanwhile, the losing group will be transformed into the guard group. After the can array is destroyed for the first time, the guard group will pick up the ball and throw it at the members of the enemy group. Members of the guard group are only allowed to pass each other's balls or throw them directly at the enemy group, and they are not allowed to move after receiving the ball. Except for the head, toes, and knees, the ball is thrown throughout the body. Enemy groups will try to avoid throwing the ball by running, jumping, or making other movements while rearranging the cans in the original order. If the ball strikes an enemy group's body part, each group will change positions. The enemy group will transform into the guard group, and the guard group will transform into the enemy group. The enemy group will try to arrange the cans without being hit by the guard group's ball. If the opposing group arranges a can without being hit by a ball throw, it receives one point and is declared the winner. The game will continue until each group has produced their respective score. If there is an agreement to end the game, it will be ended. The moral of this game is that cooperation is essential if we are to succeed.","https://indoprogress.com/","ANALISIS UNSUR BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT ASAL USUL KALI KONDA DAN ASAL USUL INJIL MASUK KE WILAYAH TOLI Disusun oleh: Diko Kiwo Ika Bogum Nelson Yikwa Resalina Kogoya Teku Weya Yerni Bogum SMA SEKOLAH ANAK INDONESIA Komp. S. Oliver, Jl. Werner Schwebig, Kp. Legok Gaok, Desa Kadumangu, Kec. Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16810 2023","PROLOG Cerita rakyat merupakan cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Cerita rakyat biasanya diceritakan secara lisan. Masyarakat suku Lani memiliki dua cerita yang biasanya diceritakan turun temurun khususnya di daerah Tolikara yakni cerita tentang Asal Usul Kali Konda yang menceritakan tentang sebuah keluarga yang mengalami musibah, kekurangan air untuk kebutuhan sehari-h
1ari, sehingga mereka harus ke hutan untuk mencari air, dan cerita tentang Asal Usul Injil Masuk ke Wilayah Toli, yang mengisahkan tentang masuknya injil atau agama Kristen ke Wilayah Toli.","CERITA RAKYAT Asal Usui Kali Konda Pada zaman dahulu di suatu kampung hiduplah satu keluarga yang sangat kekurangan air. Di kampung itu tidak ada air kali atau sungai oleh sebab itu salah satu dari mereka harus mencari air menggunakan bambu air dari pagi hingga malam. Namun mereka hanya memperoleh air untuk minum sehari-hari saja. Suatu hari anak sulung dari keluarga mereka pergi mencari air. Setelah mendapatkan air dari hutan yang sangat jauh, si sulung memutuskan untuk pulang ke rumah. Sesampainya si sulung di tepi hutan terdengar suara orang dari dalam hutan meminta tolong. Karena si sulung penasaran ia mencari sumber suara tersebut, ternyata itu adalah seorang kakek. Si sulung mendekati kakek tersebut dan bertanya âkakek kamu kenapa?â âAku sangat haus nak, bolehkah saya meminta air?â Setelah mendengar permintaan si kakek si sulung melihat isi dari bambu air yang dia bawa, ternyata air yang ia bawa hanya sedikit sehingga si sulung berpikir sejenak apakah ia harus membantu kakek yang sedang kehausan atau dia membawa pulang air yang ia dapatkan dan membiarkan si kakek begitu saja. Setelah si sulung berpikir-pikir ia mendekati si kakek dan memberikan air tersebut si kakek karena kasihan. Sebagai balas budi si kakek memberikan sebuah tongkat kepada si sulung dan menyuruhnya pukul batu yang sangat besar menggunakan tongkat tersebut. Setelah si sulung menerima tongkat tersebut ia langsung melakukan apa yang diperintahkan si kakek itu. Ketika si sulung memukul batu tersebut dengan tongkat tiba-tiba terpecah lah batu tersebut dan muncullah sebuah mata air yang sangat deras danmembentuk suatu kali yang sangat besar. Dan sekarang dikenal dengan kali Konda.","Asal-Usul Injil Masuk ke Wilayah Toli Pada zaman dahulu di suatu kampung yang disebut dengan Karubaga hiduplah Sekelompok masyarakat yang masih menggunakan pakaian adat yaitu Sali dan koteka. Mereka hidup damai dan saling menyayangi satu sama lain. Suatu hari keberadaan kampung mereka dilihat oleh kedua Pemuda tampan yang berasal dari Jerman yaitu Alto dan Geissler yang sedang menikmati keindahan alam menggunakan pesawat MAF secara sekilas. Mereka pun memutuskan untuk selidiki kampung itu menggunakan pesawat MAF Itu. Dengan keadaan penasaran mereka pun pulang ke kem dimana tempat tinggal mereka yang sementara saat itu di Hollandia Sekarang dikenal dengan ibu kota Provinsi Papua Kabupaten Jayapura. Sebulan kemudian kedua Pemuda itu ingin pergi ke kampung tersebut, namun karena belum ada lapangan untuk pesawat mendarat. Terpaksa mereka berjalan kaki, selama beberapa bulan Setelah berjalan sekian lama akhirnya mereka pun tiba di kampung tersebut. Akan tetapi kedatangan mereka membuat masyarakat setempat sangat ketakutan karena warna kulit mereka yang berbeda. Namun kedua Pemuda itu melakukan banyak hal yang menarik supaya masyarakat setempat percaya bahwa kedua pemuda itu sama seperti mereka (manusia). Setelah sekian lama mereka bersama akhirnya masyarakat setempat memutuskan untuk berteman dengan mereka lalu tinggal di kampung itu bersama. Kegiatan pertama yang mereka lakukan adalah membuka lapangan untuk Pesawat MAF mendarat dan lama-kelamaan mereka membentuk sebuah organisasi, dan membangun gereja pertama, gereja itu dulunya disebut dengan (GLY) dan Sekarang dikenal dengan GIDI (Gereja Injili di Indonesia) yang sedang menyebar di seluruh dunia. Organisasi itu telah dibentuk dari kampu
1ng Karubaga yang sekarang dikenal dengan Kabupaten Tolikara.","ANALISIS Dari kedua cerita rakyat di atas, kami mencoba untuk menganalisis kebudayaan masyarakat suku lani berdasarkan 7 unsur budaya yaitu sistem bahasa, sistem peralatan atau teknologi, sistem mata pencaharian, sistem pengetahuan, sistem kekerabatan dan organisasi sosial, sistem religi dan sistem kesenian 1. Sistem Bahasa Dengan bahasa mempermudah komunikasi. Apakah yang dimaksud bahasa? Menurut Kridalaksana dan Djoko Kentjono (dalam Chaer, 2014:32) bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi antar manusia. Bahasa sebagai alat perantara antar anggota masyarakat dalam satu kelompok dan alat interaksi secara individu maupun kelompok. Dengan singkat kata bahasa adalah alat komunikasi (Tarigan, 1987:22-23). Sistem Bahasa yang digunakan dalam cerita asal-usul sungai Konda diatas adalah bahasa yang digunakan oleh orang setempat pada masa itu. Jika dilihat dari percakapan si anak sulung dengan si kakek dalam bahasa sehari-hari mereka. Pada kutipan berikut terlihat ada komunikasi antara kakek dan si anak sulung yang berdialog menggunakan bahasa daerah, yaitu bahasa Lani âSi sulung mendekati kakek tersebut dan bertanya âtete kar nanonduk? âkemudian kakek menjawab ânomboluk an yi abu !, yi ambi wanirimok be?.â{artinya: kakek kamu kenapa? Kake","menjawab nak saya sangat haus sekali! Tolong ambilkan saya air minum } Berdasarkan kutipan dalam cerita asal-usul sungai konda diatas, bahwa penggunaan bahasa daerah di suku lani (Tolikara) ditunjukan pada kata- kata yang cetak miring. Jadi kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa dulu di suku Lani (Tolikara) mereka masih menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi, bahkan sampai sekarang masyarakat adat setempat masih menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi satu sama lain. Dan bahasa yang dikenal sekarang adalah bahasa Lani. Sementarai itu sistem bahasa yang digunakan dalam cerita asal usul injil masuk di wilayah Toli adalah bahasa gerak tubuh karena pada masa itu orang Toli belum mengenal orang luar apalagi yang datang adalah penginjil dari barat yang mukanya yang sangat asing di mata orang Toli. Pada masa itu bahasa gerak tubuh menjadi alat komunikasi yang paling ampuh oleh misionaris untuk masuk ke wilayah Toli , karena untuk masuk ke wilayah Toli pada masa itu sangat sulit karena orang Toli pada masa itu belum mengenal orang luar sehingga kedatangan orang luar bisa membuat mereka merasa terancam lalu mereka menyerang. Usut punya usut pada masa itu orang Toli masih belum bisa menerima orang luar tersebut karena mereka ketakutan. Beberapa cara pun dilakukan oleh penginjil tersebut agar dapat berkomunikasi dengan mereka{orang Toli}. Namun kedua Pemuda itu melakukan banyak hal yang menarik supaya Masyarakat tersebut percaya bahwa kedua pemuda itu sama seperti mereka juga. Sekian lamanya mereka saling ber ketakutan akhirnya mereka memutuskan untuk berteman dan berhubungan dengan mereka (parah misionaris).","Sudan sekian lama Mereka bersama akhirnya masyarakat setempat memutuskan untuk berteman dengan mereka lalu tinggal di kampung itu bersama. Jadi dari cerita masuknya injil di wilayah TOLI dapat disimpulkan bahwa untuk berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal butuh waktu yang lama untuk beradaptasi, apalagi yang mereka temui adalah orang-orang yang primitif. 2. Sistem Peralatan atau Teknologi Sistem peralatan dan teknologi merupakan sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang-barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Dalam menjalankan kehidupan sehari-h
1ari, manusia akan sangat membutuhkan teknologi maupun alat bantu yang dapat mempermudah dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan inilah yang menuntut manusia untuk senantiasa kreatif dalam menciptakan sistem tersebut. Indrastuti (2018:193) dalam berkehidupan dan meneruskan kehidupan, manusia terbiasa mengolah alam dengan menggunakan berbagai alat. Alat yang dimaksud dapat dimaknai sebagai teknologi, yaitu segala instrumen yang digunakan oleh manusia atau suatu masyarakat untuk dapat melangsungkan hidup. Instrumen-instrumen tersebut bisa berupa alat produksi, alat transportasi, senjata, perhiasan, dan lain sebagainya. Hal ini juga diungkapkan oleh Muslim (2016:59) dalam teknik tradisional terdapat macam- macam sistem peralatan, yakni alat-alat produksi, senjata,","wadah, alat untuk membuat api, makanan, minuman, jamu, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan rumah, serta alat-alat transportasi Peralatan yang bisah kita temukan dalam cerita pertama yaitu bambu air merupakan salah satu peralatan dan teknologi suku lani, yang digunakan sebagai tempat mengisi air ketika berburu atau pun pergi ke daerah yang jauh Sementara itu dari cerita kedua (Asal Usul Injil Masuk ke Wilayah Toli) pertama kali masyarakat mengenal alat transportasi yaitu pesawat MAF. Mission Aviation Fellowship (MAF) dan Associated Mission Aviation (AMA) adalah dua maskapai penerbangan yang sudah puluhan tahun melayani rute penerbangan ke pedalaman Papua salah satu pesawat yang pertama kali mendarat di Tolikara dan pertama kali dilihat oleh masyarakat setempat adalah pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF)yang dipakai misionaris untuk menyebarkan injil di pedalaman papua. Misionaris Protestan juga disebut sebagai zendeling (dari bahasa Belanda yang artinya pengutusan). Misionaris/Zending ditujukan untuk penyebaran agama Kristen melalui kabar keselamatan yang diberikan Allah kepada seluruh dunia. Misionaris adalah seorang pendakwah Katolik sedangkan zending adalah pendakwa Protestan. 3. Sistem Mata Pencaharian Zaman berburu dan meramu makanan tingkat sederhana atau food gathering adalah periode kehidupan dimana manusia prasejarah bertahan hidup memenuhi kebutuhannya dengan cara berburu binatang dan mengumpulkan makanan. Food gathering terjadi pada masa Zaman Batu Tua (Paleolithikum).","Keadaan Alam Keadaan bumi pada zaman food gathering masih belum stabil. Terjadi pergerakan endogen dan eksogen yang disebabkan oleh perubahan iklim yang mengakibatkan permukaan bumi masih sering mengalami perubahan. Flora dan Fauna Dari hasil temuan galian, peneliti menemukan jenis tumbuhan sejenis pohon salam dan rasamala. Adapun tumbuhan yang ikut dijadikan sebagai bahan makanan manusia purba pada masa itu, berupa umbi-umbian, buah dan sayur-sayuran. Pada masa berburu mereka berburu hewan besar bertulang belakang, seperti rusa, babi, dan kerbau. Kehidupan Masyarakat Manusia purba yang mendominasi pada masa food gathering atau zaman berburu dan meramu sederhana adalah jenis Pithecanthropus erectus. Pola kehidupan mereka sifat masih berpindah-pindah (nomaden) dan tinggal di gua-gua. Alasan mengapa, manusia prasejarah berpindah-pindah mereka menyesuaikan ketersediaan makanan di sekitar tempat mereka tinggal. Jika sumber makanan di tempat mereka tinggal habis, maka mereka akan berpindah ke tempat lain yang menyediakan banyak sumber makanan, khususnya binatang buruan dan dekatnya sumber air. Ciri kehidupan masyarakat sehari-h
1ari masa itu adalah mengumpulkan bahan makanan dari alam untuk mereka konsumsi pada saat itu juga. Hal yang bisa mereka lakukan adalah berburu hewan di hutan, menangkap ikan, atau mengumpulkan buah dan umbi-umbian. Manusia prasejarah pada masa food gathering, hidup dengan cara berkelompok sekitar 20-30 orang. Mereka sudah memiliki pengetahuan adanya pembagian tugas. Kaum laki-","laki bertugas untuk berburu makanan dan wanita bertugas menjaga anak dan mengumpulkan buah dari hutan. âSuatu hari anak sulung dari keluarga mereka pergi mencari air. Sesampainya si sulung di tepi hutan terdengar suara orang dari dalam hutan meminta tolong. Karena si sulung penasaran ia mencari sumber suara tersebut, ternyata itu adalah seorang kakek.â Dari cuplikan cerita âAsal Muasal Kali Kondaâ di atas terpampang jelas bahwa pada zaman itu masyarakat suku lani jika ingin mendapatkan sesuatu mereka selalu masuk hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, ini berarti pada zaman itu mereka sudah mengenal zaman berburu dan meramu makanan tingkat sederhana atau food gathering yang dimana periode kehidupan manusia prasejarah bertahan hidup memenuhi kebutuhannya dengan cara berburu binatang dan mengumpulkan makanan. Tradisi berburu yang masih berlangsung di masyarakat suku lani merupakan perkembangan budaya zaman prasejarah dimana tradisi ini sangat kental dengan pemenuhan kebutuhan hidupnya untuk bertahan hidup. Pola kebudayaan itu dapat dimanfaatkan untuk proses budaya yang menghasilkan tekno ekonomi dari budaya prasejarah yang masih hidup pada masyarakat komunal tradisional. Kegiatan perburuan dan meramu merupakan kegiatan eksploitasi hutan yang berazas kelestarian dengan kearifan ekologi budaya lokal yang menyimpan warisan budaya secara turun temurun. Masyarakat pendukung kebudayaan tradisional ini mewariskan budaya berkaitan budaya material maupun sebagai pengetahuan dasar mengenai kebudayaan yang local genius (Mundardjito, 1986: 40).","Sistem Berburu dan Meramu di Suku Lani Dalam sistem berburu dan meramu di suku Lani biasanya menggunakan panah hasil buruannya bisa berupa babi, kukus hutan, burung dll. Di suku lani upacara bakar batu, biasa dilakukan pada waktu membuka lahan, meresmikan kepala distrik atau kabupaten. Sistem pernikahan harus menggunakan maskawin dengan wam âbabiâ, noken, atau uang. Sesama marga tidak boleh menikah. Nama marga suku Lani antara lain Wenda, Murip, Kogoya, Wakerkwa, Tabuni, Yikwa, Wanimbo, Yigibalom, Enembe, Yanengga, Bogum, Genongga, Weya, Karoba, Wandik, Yanengga dan Towolom. 4. Sistem Pengetahuan Menurut Sibarani, kearifan lokal adalah suatu bentuk pengetahuan asli dalam masyarakat yang berasal dari nilai luhur budaya masyarakat setempat untuk mengatur tatanan kehidupan masyarakat atau dikatakan bahwa kearifan lokal (Sibarani 2012). Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh sibarani, kita bisa temukan pengetahuan lokal dari cerita rakyat asal-usul kali konda seperti mencari air. Paragraf kedua âSuatu hari anak sulung dari keluarga mereka pergi mencari air. Sesampainya si sulung di tepi hutan terdengar suara orang dari dalam hutan meminta tolong. Karena si sulung penasaran ia mencari sumber suara tersebut, ternyata itu adalah seorang kakek.â Berdasarkan kutipan cerita rakyat asal-usul kali konda, tampak bahwa pengetahuan masyarakat lokal papua tentang mencari air adalah mengambil air dari sumber mata airnya yang ada di hutan untuk memenuhi","kebutuhan, agar bisa bertahan hidup. Mungkin berbeda hal dengan pengetahuan masyarakat lokal jawa dalam mencari air contohnya seperti membuat sumur agar bisa mendapatkan sumber air bersih untuk keberlangsungan hidup masyarakat lokal. Pengetahuan masyarakat lokal tentang menggali sumur tidak ada di masyarakat lokal papua, yang adanya hanyalah mencari air di hutan, karena hutan adalah sumber kehidupan bagi masyarakat lokal papua. Sementara itu dalam cerita rakyat asal-usul injil masuk ke wilayah Toli, dari sisi pengetahuan tampak bahwa masyarakat belum pernah berinteraksi dengan kehidupan di luar wilayah mereka. âSetelah berjalan
1sekian lama akhirnya mereka pun tiba di kampung tersebut. Akan tetapi kedatangan mereka membuat masyarakat setempat sangat ketakutan karena warna kulit mereka yang berbeda. Namun kedua Pemuda itu melakukan banyak hal yang menarik supaya Masyarakat tersebut percaya bahwa kedua pemuda Itu sama seperti mereka juga.â (Paragraf keempat) Dari kutipan di atas masyarakat masih ketakutan Ketika bertemu dengan orang yang bukan sesama mereka. Dalam cerita ini adalah bertemu dengan penginjil yang berasal dari Jerman. 5. Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial Indonesia mengenal tiga sistem kekerabatan dalam memperoleh garis keturunan, yaitu sistem kekerabatan patrilineal, sistem kekerabatan matrilineal dan sistem kekerabatan parental (Sukerti, 2012). Suku lani merupakan salah satu suku yang menganut sistem kekerabatan patrilineal, dimana kekerabatan ini ditentukan bahwa garis keturunan hanya dilihat dari garis laki-laki, oleh karena itu konsekuensinya ahli waris","hanyalah anak laki-laki (Sukerti, 2012). Hal tersebut berarti bahwa memiliki anak laki-laki adalah sebuah keharusan bagi Suku Lani untuk tetap meneruskan garis keturunan, dan akan menjadi sebuah masalah bagi individu yang tidak memiliki anak laki-laki. Hal tersebut terkait dengan mencari penerus garis keturunan, takut akan kehilangan anak, dan kekhawatiran tidak ada yang akan bertanggung jawab dengan kehidupan orangtua ketika tua (Monika, 2016). Begitu Pula yang terjadi pada orangtua khususnya di kabupaten Tolikara dan Lanny Jaya terkait dengan hukum keluarga, khususnya perkawinan, menganggap bahwa dengan hanya memiliki anak perempuan itu berarti tidak dapat meneruskan garis keturunannya. Masyarakat yang tidak dapat meneruskan keturunannya tentu akan merasa cemas akan posisi tersebut. 6. Sistem Religi Manusia percaya kepada suatu kekuatan yang dianggapnya lebih tinggi dari dirinya. Manusia melakukan berbagai macam cara untuk mencari hubungan dengan kekuatan-kekuatan tersebut. Salah satu teori yang digunakan untuk mengamati sistem religi adalah teori batas akal. Teori ini dikemukakan oleh J.G. Fraser. Dalam bukunya The Golden Bough jilid I seperti ditulis oleh Koentjaraningrat (2002:196- 197), ia mengatakan bahwa manusia memecahkan masalah-masalah hidupnya dengan akal dan sistem pengetahuannya, tetapi akal dan sistem pengetahuan manusia terbatas. Makin maju kebudayaannya, makin luas batas akal itu. Dalam banyak kebudayaan batas akal manusia masih sangat sempit. Soal-soal hidup yang tidak dapat mereka pecahkan dengan akal, dipecahkan dengan magic, atau ilmu gaib.","Menurut Frazer, ketika religi belum hadir dalam kebudayaan manusia, manusia hanya menggunakan ilmu gaib untuk memecahkan masalah- masalah hidup yang berada di luar jangkauan akal dan pengetahuannya. Ketika mereka menyadari bahwa ilmu gaib tidak bermanfaat bagi mereka, mulailah timbul kepercayaan bahwa alam dihuni oleh makhluk-makhluk halus yang lebih berkuasa, dengan siapa manusia kemudian mulai mencari hubungan, sehingga timbullah religi. Dari segi religi kita bisa melihat kebiasan beberapa orang suku lani terkhususnya di kabupaten Tolikara, pada zaman dahulu sebelum masuknya injil ke Tolikara, dari cerita Asal Usul Kali Konda. Sebagian masyarakat kagum akan hal-hal gaib yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan karena keterbatasan pengetahuan. Kasus ini dapat kita temukan di cerita Asal Usul Kali Konda, dimana si kakek memberikan tongkat kepada si sulung untuk dipukulkan ke atas batu. Ketika si sulung memukul batu tersebut dengan tongkat tiba-tiba terpecahlah batu tersebut dan munculah sebuah mata air yang sangat deras dan membentuk suatu kali yang sangat besar. Dan sekarang dikenal dengan kali KONDA. Di sini kita bisa melihat bahwa seakan-akan tongkat itu memiliki kuasa untuk mengeluarkan air dari batu. Sementara itu dalam cerita Asal Usul Injil ke Wilayah Toli kita bisa melihat bahwa pengetahuan masyarakat mulai berkembang. Hal ini dapat kita lihat pada paragraf terakhir dari cerita Asal Usul Injil Di Wilayah Toli yaitu sebagai berikut: Kegiatan pertama yang mereka lakukan adalah membuka lapangan untuk Pesawat MAF mendarat dan lama-kelamaan mereka membentuk sebuah organisasi, dan membangun gereja","pertama, gereja Itu dulunya disebut dengan (GLY) dan Sekarang dikenal dengan Gidi (gereja Injili di indonesia) yang sedang menyebar di seluruh dunia. Organisasi itu telah dibentuk dari kampung Karubaga yang sekarang dikenal dengan Kabupaten Tolikara. Di sini kita bisa melihat terjadi sebuah pergeseran kepercayaan masyarakat. Masyarakat mulai percaya terhadap agama kristen dan pengetahuan mereka berkembang lalu membangun sebuah gereja atau tempat ibadah untuk beribadah. 7. Kesenian Kesenian adalah salah satu bagian dari kebudayaan yang dikagumi karena keunikan dan keindahannya. Kesenian merupakan hasil karya seni manusia yang mengungkapkan keindahan serta merupakan ekspresi jiwa dan budaya penciptanya. Kesenian merupakan bagian dari budaya dan sarana yang digunakan untuk mengekspresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia, keindahannya juga mempunyai fungsi lain. Ragam kesenian yang ada tersebut diantaranya adalah seni musik, seni rupa, seni teater, seni sastra dan seni tari. Perwujudan seni yang ada di masyarakat merupakan cerminan dari diri kepribadian hidup masyarakat. Kesenian selalu melekat pada kehidupan manusia, dimana ada manusia di dalamnya pasti ada kesenian. Dari pernyataan tersebut benar adanya jika memang kesenian itu ada sejak manusia muncul.","Seni Musik Musik merupakan cabang seni yang timbul dari pikiran dan perasaan manusia yang dapat dimengerti dan dipahami berupa nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama lagu dan keharmonisan sebagai suatu ekspresi diri. Seni Tari Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang dikeluarkan melalui gerak-gerak ritmis sebagian atau seluruh tubuh dan terdiri dari pola individu atau kelompok sesuai dengan ide-ide atau konsep yang diciptakan. Gerakan dalam tari untuk menciptakan gerakan berirama yang indah dan mencapai suatu
1kandungan yang terarah perlu dilandasi penghayatan yang mendalam dan ekspresi jiwa manusia. Seni Rupa Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini dibuat dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. Seni Sastra Sastra merupakan karya yang terlahir dari sebuah perasaan seseorang dalam kehidupan sosialnya kemudian disusun secara sistematis dan disampaikan secara lisan dan tulisan. Sastra adalah ekspresi, pikiran, perasaan bahkan kejadian yang dialami oleh penciptanya yang dituangkan dalam bentuk karya sastra.","Seni Teater Teater yang menyajikan cerita kehidupan nyata di atas pentas. Jalan cerita yang disajikan biasanya mengandung pesan moral yang tersirat dan bisa dijadikan pelajaran kehidupan oleh para penonton. Berdasarkan Cerita Asal-Usul Injil Masuk di Wilayah Toli didapatkan bahwa ada seni rupa berupa pakaian adat masyarakat Tolikara yaitu Sali dan Koteka. âPada zaman dahulu di suatu kampung yang disebut dengan karubaga hiduplah Sekelompok masyarakat yang masih menggunakan pakaian adat yaitu sali dan koteka.â Sali adalah pakaian adat wanita yang digunakan untuk melindungi tubuh bagian bawah. Sedangkan Koteka adalah pakaian adat pria yang digunakan untuk melindungi alat kelamin pria. Sementara itu berdasarkan cerita Asal Muasal Kali Konda didapatkan bahwa ada keterampilan seni rupa dalam keterampilan pembuatan bambu air. âPada zaman dahulu di suatu kampung hiduplah satu keluarga yang sangat kekurangan air. Karena di kampung itu tidak ada air kali maupun sungai oleh sebab itu salah satu dari mereka harus mencari air menggunakan bambu air dari pagi hingga malam.â Bambu air dalam kutipan di atas digunakan untuk mengambil air. Selain itu di Suku Lani juga memiliki banyak kesenian yaitu, sebagai berikut:","Seni Musik dari Suku Lani Kecapi Mulut Kecapi mulut adalah salah satu jenis alat musik tiup tradisional Papua. Kecapi mulut terbuat dari bahan bambu dan berasal dari Papua Pegunungan (Suku Lani, Suku Dani dan lainnya). Kecapi mulut dimainkan dengan cara menjepit bibir pada bagian tertentu. Kemudian kecapi mulut ditiup sambil menarik bagian tali dari alat musik ini sehingga penggunanya dapat mengatur nada yang dihasilkan. Seni Tari Wisisi Wisisi adalah tarian adat dari Suku Lani. Tarian Wisisi biasanya ditarikan pada saat acara, bisa ditarikan dimanapun dan kapanpun. Gerakan dari tarian ini hanya satu yaitu lompat-lompat di tempat namun lompat sambil menggesek lantai ke arah belakang dan lari ke arah lain dan mengulangi gerakan yang sama. Wisisi sering ditarikan oleh perempuan, tetapi tidak ada larangan untuk laki-laki untuk menarikan Wisisi. Biasanya pada saat menari perempuan menggunakan Sali. Sali adalah pakaian adat perempuan Suku Lani, yang berfungsi melindungi tubuh bagian bawah.","Wisis Modern Wisisi Modern pada dasarnya sama dengan Wisisi namun lebih bervariasi gerakannya. Wisisi Modern biasanya ditarikan bersama dengan gerakan yang mengulang namun memutar dan ditarikan oleh perempuan dan laki- laki. Untuk contohya bisa dilihat di: https://www.youtube.com/watch?v=s6mr5Yqvtdk Seni Rupa Mini Mini adalah hiasan atau body painting yang sering digunakan oleh Suku Lani. Suku Lani menggunakan Mini untuk berkamuflase saat berperang, menakuti lawan saat berperang, sebagai hiasan saat mengikuti suatu acara adat, dan sebagai hiasan kecantikan bagi wanita. Saat ini Suku Lani menggunakan Mini pada saat ada acara adat saja.","Sali Sali adalah pakaian khas suku Lani yang berfungsi sebagai pelindung badan. Sali di pakai oleh wanita dalam kehidupan sehari hari pada zaman nenek moyang, untuk zaman sekarang pakaian adat ini dipakai saat upacara adat ataupun acara acara besar lainnya. Untuk bahan dasar pembuatan Sali yaitu dari kulit kayu. Ada dua macam sali yang pertama yaitu sali keragi yang dimana didominasi oleh warna coklat dan bagian ujung sali keragi biasanya berwarna ungu tua, yang kedua yaitu sali koe, sali koe disusun oleh warna yang beragam mulai dari warna Hijau, Kuning, merah, dan ujung Sali koe biasanya warna ungu tua. Sali Keragi","Koteka Koteka adalah pakaian khas suku Lani yang berfungsi sebagai pelindung badan. Koteka digunakan oleh pria dalam kehidupan sehari hari.Namun seiringnya berjalan waktu,sekarang koteka digunakan pada saat ada acara saja. Koteka terbuat dari labu yang dikosongkan isinya lalu dikeringkan. Koteka","DAFTAR PUSTAKA Kusuma, Febrian. 2019. 10 Destinasi Wisata Terbaik di
1Lanny Jaya yang Bikin Kangen. Diakses dari: https://wisato.id/wisata-alam/10-destinasi-wisata-terbaik-di-lanny- jaya-yang-bikin-kangen/ Wikipedia, En. 2022. Lanny Jaya Regency. Diakses dari: https://en.wikipedia.org/wiki/Lanny_Jaya_Regency Wikipedia, Id. 2023. Kabupaten Lanny Jaya. Diakses dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Lanny_Jaya Sumber gambar yang ada di Acara Adat Suku Lani: 1)http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/, 2)http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/ 3)https://www.beritapapua.co/papua/2020/08/barepen-merupakan-bentuk-toleransi- keluarga-kristen/ 4)www.beritapapua.co Pkn,id.2021. kehangatan-rumah-honai-di-tengah-lembah-baliem-tanah-papua. Diakses dari: https://pkn.id/kehangatan-rumah-honai-di-tengah-lembah-baliem-tanah-papua/","chepapuana.wordpress.com. 2022. Galeri, dengan aksesoris West Papua putri-putri Papua ini terlalu cantik. Diakses dari: https://id.pinterest.com/pin/1118581626171594786/ Johannez, Peter. 2022. Wamena man. Diakses dari: https://id.pinterest.com/pin/631066966529245437/ tolikarakab.go.id. 2022. Penuhi Kurikulum Mulok Siswa SMA Tolikara gelar Vestifal seni budaya tampilkan atraksi wisisi suku dani. Diakses dari: https://www.tolikarakab.go.id/?mod=berita_detail\&id=db8e1af0cb3aca1ae2d0018 624204529\&seo=20220516-235944penuhi-kurikulum-mulok-siswa-sma-tolikara- gelar-vestifal-seni-budaya-tampilkan-atraksi-wisisi-suku-dani Madrus, Aan. 2018. Kesumba Keling, Tanaman Pewarna Lipstik. Diakses dari: https://bobo.grid.id/read/08680902/kesumba-keling-tanaman-pewarna-l ipstik?page=all Johannez, Peter. 2022. Perempuan Suku Muyu Papua. Diakses dari: https://id.pinterest.com/pin/631066966529210967/ SUARALANI. Com. 2022. Menambah Nilai Semester, SMA Negeri Karubaga Kab.Tolikara Gelar Lomba Festival Seni Budaya. Diakses dari: https://www.suaralani.com/sma- negeri-karubaga-kab-tolikara-gelar-lomba-festival-seni-budaya/ Sanyoto, Bagus. 2022. Terlaris Vee Gelang Pria Wanita Anyaman Rotan Pipih Khas Papua- Gelang Rotan. Diakses dari: https://s2.bukalapak.com/img/7843703819/large/Terlaris_Vee_Gelang_Pria_Wanit a_Anyaman_Rotan_Pipih_Khas_Pap.jpg Cahyana, Ludhy. 2022. 5 Hal Tak Terduga, yang Bisa Dijumpai di Kabupaten Jayawijaya. Diakses dari: https://travel.tempo.co/read/1377667/5-hal-tak-terduga-yang-bisa- dijumpai-di-kabupaten-jayawijaya pngwing.com. 2022. Babi hutan Papua Nugini Tusk, babi hutan, hewan, gading, babi hutan png. Diakses dari: https://www.google.com/url?sa=i\&url=https%3A%2F%2Fwww.pngwing.com%2F id%2Ffree-png- zdnpa\&psig=AOvVaw0BYNNy4Y1IhAYl89iYY89S\&ust=1677288082359000\&s ource=images\&cd=vfe\&ved=0CA8QjRxqFwoTCNiG_5j_rP0CFQAAAAAdAAA AABAH @komunitas_noken_papua. 2022. Kami Menjual Noken Asli Papua on Instagram: â*** Konopa Product --------------------------- Please contact : 08114804473 --------------- ----------------------------------â¦â. Diakses dari: https://id.pinterest.com/pin/302374562482510007/ Daily Mail. 2022. Inside the tribe where women amputate a finger when relatives die. Diakses dari: https://id.pinterest.com/pin/478577897887344882/ lioartpapua.com. 2022. kalung taring babi. Diakses dari: https://lioartpapua.com/wp- content/uploads/PhotoGrid_1552194818518.jpg Johannez, Peter. 2022. Perempuan suku muyu. Diakses dari: https://id.pinterest.com/pin/95842298313575722/ ariecibong.wordpress.com. 2010. KOteka bisa tonji. Diakses dari: https://ariecibong.wordpress.com/2010/07/15/6/","kemdikbud.go.id. 2021. PAKAIAN ADAT TRADISIONAL DAERAH BENGKULU. Diakses dari: https://repositori.kemdikbud.go.id/12696/1/PAKAIAN%20ADAT%20TRADI SIONAL%20DAERAH%20BENGKULU.pdf Amalia, Rizky . 2022. Sebagai Identitas, Inilah 4 Fungsi Pakaian Adat dan Penjelasannya. Diakses dari: https://kids.grid.id/read/473257943/sebagai- identitas-inilah-4-fungsi-pakaian-adat-dan- penjelasannya?page=all#:~:text=Salah%20satu%20fungsi%20pakaian%20ad at,besar%20di%20tiap%20daerah%2C%20Kids.\&text=Pakaian%20adat%20 memiliki%20fungsi%20sebagai%20penanda%20status%20sosial. Ipul, Syaifullah Daeng. 2021. Apakah masi
1h banyak yang menggunakan koteka di Papua?. Diakses dari: https://id.quora.com/Apakah-masih-banyak-yang- menggunakan-koteka-di-Papua Penulis Berita Papua. 2020. Koteka Papua Bukan Pakaian Biasa. Diakses dari: https://beritapapua.id/koteka-papua-bukan-pakaian-biasa/ Megumi W , Sarah Rosemery. 2019. Labu Air, Tanaman Unik Pembuat Koteka. Diakses dari: https://econusa.id/id/ecoblog/labu-air-tanaman-unik-pembuat- koteka/ warisanbudaya.kemdikbud.go.id. 2010. Koteka. Diakses dari: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail\&detailCatat=848) Berita Papua. 2019. Koteka, Pakaian Adat Khas Putra Papua. Diakses dari: https://beritapapua.id/koteka-pakaian-adat-khas-putra-papua/ live.staticflickr.com. Diakses dari: https://live.staticflickr.com/2731/5835323797_83d251541d_b.jpg www.robertharding.com. Diakses dari: https://www.robertharding.com/watermark.php?type=preview\&im=RM/RH/ HORIZONTAL/817-183902 papuatrekking.com. 2022. Lani Tribe â West Papua â Baliem Valey. Diakses dari: http://www.papuatrekking.com/Lani_tribe_Baliem_valley.html panorama-jtb.com. 2016. Festival Baliem, Festival di Wamena yang telah Mendunia. Diakses dari: https://blog.panorama-jtb.com/festival-baliem-festival-di- wamena-yang-telah-mendunia.html RomaDecade. 2023. 8+ Senjata Tradisional Papua : Nama, Gambar dan Penjelasan. Diakses dari: https://www.romadecade.org/senjata-tradisional-papua/#! Evi. 2020. Berkenalan Dengan Suku Dani Papua. Diakses dari: https://www.eviindrawanto.com/2018/03/suku-dani-papua/ Daily Mail. 2022. Inside one of the world's most decorative tribes in Indonesia. Diakses dari: https://id.pinterest.com/pin/690106342917201588/ antarafoto.com. 2022. PAKAIAN SALI PEGUNUNGAN WAMENA PAPUA. Diakses dari: https://www.google.com/url?sa=i\&url=https%3A%2F%2Fwww.antarafoto.co m%2Fperistiwa%2Fv1660914024%2Fpakaian-sali-pegunungan-wamena- papua\&psig=AOvVaw3R- DSQwhyJE6QTwBwJ3kS1\&ust=1677805456272000\&source=images\&cd=v fe\&ved=0CBIQ3YkBahcKEwig9ef9hrz9AhUAAAAAHQAAAAAQEQ","Pengguna, Brainly. Penjelasan. Dilansir dari: https://brainly.co.id/tugas/27728827 Kridalaksana Dan Djoko Kentjono. Diakses dari: https://deepublishstore.com/blog/materi/hakikatbahasa/#:~:text= Menurut Kridalaksana dan Djoko Kentjono,berkomunikasi Kerjasama dan identifikasi diri. Melia, M.Pd. dan Mesterianti Hartati, M.Pd. SISTEM PERALATAN HIDUP DAN TEKNOLOGI CERITA RAKYAT PUTRI DARA NANTE (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA). Dilansir dari: http://digilib.ikippgriptk.ac.id/912/1/JURNAL%201.pdf Setiawan, Samhis. 2022. Suku Lani. Diakses dari: https://www.gurupendidikan.co.id/ sukulani/ Sultani, Zofrano Ibrahimsyah Magribi. 2022. Kegiatan Berburu dan Meramu sebagai Nilai Tradisi Prasejarah Masyarakat Papua dalam Menjaga Keseimbangan Lingkungan Hidup. Diakses dari: https://www.academia.edu/89523807/Kegiatan_Berburu_dan_Me ramu_sebagai_Nilai_Tradisi_Prasejarah_Masyarakat_Papua_dala m_Menjaga_Keseimbangan_Lingkungan_Hidup Tiah, Putri. 2022. Mengenal Food Gathering, Zaman Berburu dan Meramu Tingkat Sederhana. Diakses dari: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6435811/mengenal-food gathering- zaman-berburu-dan-meramu-tingkat-sederhana.Sistem Pengetahuan.","Efendi, Ahmad. 2021. Pengertian Kearifan Lokal Menurut Para Ahli dan Fungsinya. Dilansir dari: https://tirto.id/pengertian-kearifan-lokal-menurut-para-ahli-dan- fungsinya-gjsF Monika, Kadek Ayu. Gambaran Kecemasan Orangtua yang Hanya Memiliki Anak Perempuan di Kabupaten Tabanan, Bali. Dilansir dari: https://www.unud.ac.id/in/tugasakhir1302205010.html#:~:text=In donesia%20mengenal%20tiga%20sistem%20kekerabatan,parenta l%20(Sukerti2C%202012). Talago, Inyiak. 2022. Teori-Teori tentang Religi Menurut Para Ahli. Dilansir dari: https://www.materisma.com/2015/08/teori-teori-tentang-religi.html Silvia, Danis. 2017. TARI GAJAH MENUNGGANG : Analisis Perubahan Fungsi Tari Pada Masyarakat Suku Sekak Di Desa Pongok Kecamatan Pongok Kabupaten Bangka Selatan. Diakses dari: http://repository.upi.edu/29899/4/S STR 1303674 Chapter1.pdf Damar, Kurniadi. 2012. Hubungan Antara Kemampuan Musikal Dengan Kemampuan Matematika Siswa Smp N1 Minggir Sleman. Diakses dari: https://eprints.uny.ac.id/8191/3/BAB%202- 06208241018.pdf SD Mayningrum. 2018. PENGEMBANGAN SENI TARI LITERASI UNTUK KECERDASAN KINESTETIK DI SEKOLAH DASAR. Diakses dari: https://eprints.umm.ac.id/38768/3/BAB%20II.pdf","Aurissfan, Danial Fata. 2011. Perancangan pusat pe
1ngembangan seni rupa kontemporer di Kota Malang. Diakses dari: http://etheses.uin-malang.ac.id/1459/4/07660055 Bab 2.pdf D VIRANDA ⢠2022. BAB II REPRESENTASI PERUNDUNGAN (BULLYING) DAN PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA. Diakses dari: http://digilib.ikippgriptk.ac.id/id/eprint/1186/3/BAB%20II.pdf Wikipedia. 2023. Teater. Diakses dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Teater Redaksi .May 22, 2020. Alat Musik Khas Papua Ternyata Punya Fungsi Sosial. Diakses dari: https://jagapapua.com/article/detail/2836/alat-musik-khas-papua ternyata-punya-fungsi- sosial Yikwa, Ezemin. 2022. Acara wisisi lani perpisahan U.GW Dan D.K di lapangan merah putih di Tolikara 2022. Diakses dari: https://www.youtube.com/watch?v=st2wdK CEbI Ruddy W Chann'L. 2022. GS Girls - Tarian Wisisi Terbaru WAMENA Papua. Diakses dari: https://www.youtube.com/watch?v=s6mr5Yqvtdk Dreamstime Stock Photos. 2022. Yali Mabel, Chief Of Dani Tribe, Papua, Indonesia Editorial Stock Photo - Image of hunter, guinea: 9341848. Diakses dari: https://id.pinterest.com/pin/33495590969516173/ Kreator ursula1964. 2018. INDONESIA, PAPUA NEW GUINEA, WAMENA, IRIAN JAYA, 20 Agustus 2018: Gadis-gadis muda dari suku Papua dengan mahkota indah dari bulu burung di festival Lembah Baliem di Wamena, Papua Nugini. Diakses dari: https://id.depositphotos.com/stock-photos/wamena.htm Johannez, Peter. 2022. Perempuan Suku Muyu Papua. Diakses dari: https://id.pinterest.com/pin/631066966529210967/ Daeng Ipul, Syaifullah. 2021. Apakah masi
1h banyak yang menggunakan koteka di Papua?. Diakses dari: https://id.quora.com/Apakah-masih- banyak-yang-menggunakan-koteka-di-Papua",""];
Line numbers count LF bytes from the start of the resource, as the search results do. Vendor segments are library code the classifier recognised; they are stored but not indexed. Bytes are shown as Latin1 characters, one per byte.